Cerita Cristiano Ronaldo Puasa Ramadan 2 Hari: Kuat atau Tidak?

Bintang Al Nassr dan Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, disebut pernah menjalani puasa Ramadan selama dua hari pada tahun lalu untuk menyesuaikan diri dengan rekan-rekannya di Arab Saudi.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 22 Februari 2026, 15:00 WIB
Kolase foto: Pemain Al-Nassr, Cristiano Ronaldo memakai gamis saat memperingati Hari Pendirian Kerajaan Saudi atau Founding Day di tempat berlatih pada Rabu (22/02/2023). (Twitter/@AlNassrFC)

Bola.com, Riyadh - Bintang Al Nassr dan Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, disebut pernah menjalani puasa Ramadan selama dua hari pada tahun lalu untuk menyesuaikan diri dengan rekan-rekannya di Arab Saudi.

Cristiano Ronaldo telah bermain untuk Al Nassr di Arab Saudi sejak 2023. Selama kurang lebih tiga tahun, ia mencatatkan 129 penampilan dengan perolehan 114 gol dan 22 assist.

Advertisement

Adalah mantan gelandang Al Nassr pada periode 2009-2018, Shaye Sharahili, yang menceritakan Cristiano Ronaldo sempat menjalani puasa Ramadan pada 2025.

"Ada juga Cristiano yang melakukannya tahun lalu, dia mencoba apa namanya, dia mencoba puasa, tahun lalu dia mencoba puasa bersama tim," ujar Sharahili dinukil dari media Arab Saudi, Thmanyah.

"Iya, dia benar-benar mencoba," jelas pemain yang telah pensiun sejak 2022 tersebut.


Merasakan Manfaatnya

Pemain Al Nassr, Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi setelah mencetak gol melalui tendangan penalti ke gawang Al Shorta pada laga semifinal Liga Champions Arab 2023 di Prince Sultan bin Abdul Aziz Stadium, Abha, 9 Agustus 2023. Al Nassr sukses melaju ke babak final setelah menang dengan skor 1-0. (AFP/Abdullah Mahdi)

Pengalaman itu disebut sebagai bentuk rasa ingin tahu Cristiano Ronaldo terhadap makna Ramadan sekaligus upaya memahami langsung praktik yang dijalani mayoritas masyarakat di Arab Saudi.

"Dia mencoba dua hari, hanya untuk merasakan, supaya dia bisa merasakan bagaimana rasanya, karena sebenarnya puasa itu sangat bermanfaat bagi tubuh, sangat bermanfaat bagi tubuh," tuturnya.

"Namun, memang sulit, apalagi kalau kamu harus bermain selama satu setengah jam sebagai pemain sepak bola," jelasnya.


Puasa di Arab Saudi

Sharahili menjelaskan perubahan waktu pertandingan selama Ramadan membuat sejumlah pemain harus menyesuaikan ulang ritme aktivitas harian.

Menurutnya, kondisi tersebut lebih terasa bagi pemain non-Arab yang baru pertama kali merasakan dinamika kompetisi di Arab Saudi pada bulan suci.

"Mungkin saya pribadi tidak terlalu berbeda, yang lebih banyak terpengaruh justru para pemain asing, kenapa? Maksudnya, misalnya mereka jadi harus terjaga sampai jam 10 malam, lalu bermain pertandingan, mengerti maksud saya?" katanya.

"Jadi itu berbeda buat mereka, karena biasanya mereka terbiasa main jam delapan, lalu tiba-tiba jadi terlambat karena pertandingan pukul 11, dan pola tidur mereka berubah," imbuhnya.


Adaptasi Ramadan

Perbedaan latar belakang budaya dan kebiasaan membuat tingkat adaptasi setiap pemain tidak sama selama Ramadan berlangsung. Namun, fisik tubuh manusia akan menyesuaikan diri setelah beberapa hari menjalani pola baru tersebut.

"Pemain Arab Saudi juga berubah pola tidurnya, tetapi yang paling banyak terdampak tetap pemain asing," tutur Sharahili.

"Bahkan saya rasa pemain Saudi pun mungkin tidak tidur 100 persen secara normal seperti hari-hari biasa, memang benar, tetapi pemain asing yang paling terdampak, ya pemain asing paling terdampak, itu yang paling terasa, teman-teman."

"Tentu saja tubuh akan terbiasa, seratus persen tubuh akan beradaptasi dengan apa pun, setelah beberapa hari, lima atau tujuh hari atau sekitar itu, akhirnya tubuh akan terbiasa," terang Sharahili.

Sumber: Thmanyah

Berita Terkait