Joao Cancelo Menjawab Serangan Kritik: Berkontribusi Lewat Assist saat Barcelona Bungkam Levante

Penampilannya saat menghadapi Levante menjadi jawaban paling lantang. Joao Cancelo tampil sebagai man of the match dan membantu Barcelona kembali ke puncak La Liga.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 23 Februari 2026, 09:45 WIB
Bek Barcelona, Joao Cancelo. (Josep LAGO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Joao Cancelo tampaknya mendengar gelombang kritik yang mulai menggema di Barcelona. Bahkan muncul kesan pelatih Hansi Flick sempat meragukan apakah bek kreatif asal Portugal itu masih memiliki tempat di dalam tim.

Satu hal yang tak pernah diragukan adalah bakat Joao Cancelo. Ia berbahaya saat menguasai bola dan mampu melepaskan umpan akhir mematikan. Pertanyaannya adalah apakah kekuatan ofensifnya cukup untuk menutupi kelemahan defensifnya.

Advertisement

Penampilannya saat menghadapi Levante menjadi jawaban paling lantang. Joao Cancelo tampil sebagai man of the match dan membantu Barcelona kembali ke puncak La Liga.


Persaingan di Pos Bek Kiri

Bek Barcelona, Alejandro Balde, saat timnya kebobolan. Barcelona bermain imbang 1-1 melawan Deportivo Alaves di Camp Nou, Minggu (31/11/2021) dini hari WIB. (AFP/Pau Barrena)

Situasi Cancelo juga terbantu oleh fakta tidak ada jawaban pasti di posisi bek kiri. Alejandro Balde kesulitan memenuhi ekspektasi besar musim ini.

Meski memiliki kemampuan dribel dan penetrasi yang baik, Balde kerap kehilangan arah di sepertiga akhir lapangan. Di situlah Cancelo unggul.

Namun, perlu dicatat bahwa lawan Barcelona kali ini adalah Levante di kandang sendiri. Mereka merupakan tim dengan pertahanan terburuk di Spanyol, kebobolan 44 gol. Laga ini memang dirancang untuk kesuksesan serangan Barcelona.

Kredit layak diberikan kepada Flick yang jeli membaca situasi dan memberi kesempatan kepada Cancelo di pertandingan yang paling sesuai dengan karakter permainannya.


Dampak untuk Permainan Barcelona

 

Siapa pun lawannya, Barcelona harus mampu menghadirkan ancaman dari sisi kiri. Hal itu membuka ruang dan waktu bagi Lamine Yamal di sisi kanan.

Raphinha bukan tipe winger yang bermain melebar dan tinggi secara konsisten. Karena itu, bek di sisinya dituntut aktif membantu serangan dan menyediakan umpan-umpan matang.

Peran tersebut dijalankan Cancelo dengan sangat baik. Meski posisi bek kiri masih menjadi milik Balde untuk dipertahankan, ia kini harus menyadari bahwa persaingan semakin ketat.

Di klub besar seperti Barcelona, kompetisi internal adalah sebuah keharusan, dan kehadiran Cancelo mungkin menjadi dorongan yang dibutuhkan.


Opsi Flick dan Tantangan ke Depan

Pelatih Barcelona asal Jerman, Hans-Dieter Flick, meneriakkan instruksi kepada para pemainnya dari pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan FC Barcelona di stadion San Siro di Milan, Rabu dini hari WIB (7-5-2025). (PIERO CRUCIATTI/AFP)

 

Meski tampil impresif, Cancelo kemungkinan belum akan menjadi pilihan utama di Liga Champions. Namun, di La Liga, peluangnya untuk tampil lebih sering terbuka lebar.

Dalam leg kedua melawan Atlético Madrid di Copa del Rey, bukan tidak mungkin Flick akan mengambil risiko dan kembali memberi Cancelo kesempatan untuk menghadirkan percikan kreativitas.

Untuk saat ini, performa terbaik Cancelo melawan Levante sangat dibutuhkan, baik bagi dirinya maupun tim. Ia mungkin bukan rekrutan musim dingin yang langsung mengubah segalanya, tetapi jelas memiliki peran penting.

Yang terpenting, berkat kontribusinya, Barcelona kini kembali berada di kursi pengemudi dalam perburuan gelar La Liga.

Semua mata kini tertuju pada Flick. Memilih antara Cancelo, Balde, dan Gerard Martín bukan perkara mudah — dan justru itu pertanda baik bagi Barcelona.

Sumber: Barca Blaugranes


Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait