Toprak Razgatlioglu Belum Pahami Betul Ban di MotoGP: Mungkin Saya Perlu Crash Dulu

Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP semakin dekat. Namun jelang seri pembuka musim 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, 27 Februari-1 Februari, pembalap Pramac Yamaha itu mengakui masih menyimpan keraguan besar, terutama terhadap ban depan produksi Michelin.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 24 Februari 2026, 05:45 WIB
Pembalap Pramac Toprak Razgatlioglu saat mengikuti tes pramusim MotoGP Thailand. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP semakin dekat. Namun jelang seri pembuka musim 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, 27 Februari-1 Februari, pembalap Pramac Yamaha itu mengakui masih menyimpan keraguan besar, terutama terhadap ban depan produksi Michelin.

Juara dunia World Superbike tiga kali tersebut blak-blakan menyebut dirinya belum benar-benar percaya dengan limit ban depan, bahkan merasa mungkin ia perlu crash lebih dulu untuk benar-benar memahami batasnya.

Advertisement

Toprak Razgatlioglu akan menjalani debut balapnya di MotoGP akhir pekan ini pada MotoGP Thailand. Namun fase pramusim berjalan tidak mudah.

Pada tes pramusim Buriram, ia finis posisi kedua dari bawah dan tertinggal lebih dari dua detik dari pembalap tercepat. Gap yang menunjukkan masih panjangnya proses adaptasi terhadap motor Yamaha di ajang MotoGP.

 

 

 

 


Belum Bisa Memiringkan Motor Secara Agresif seperti Para Rival

Momen Toprak Razgatlioglu (kiri) berkunjung ke SMK Negeri 39 Jakarta di Cempaka Putih hari Selasa (20/01/2026). (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Untuk memahami di mana ia kehilangan waktu, Toprak sempat membuntuti rekan setimnya, Jack Miller. Dari situ, ia menyadari perbedaan mencolok, terutama di sektor awal.

"Saya kehilangan banyak waktu di tikungan pertama dan sektor pertama secara umum," ujarnya.

Masalah utama Toprak saat ini adalah kurangnya rasa percaya pada ban depan Michelin. Ia merasa belum bisa memiringkan motor secara agresif seperti para rivalnya. "Di pengereman tidak masalah. Tapi saat motor dimiringkan, saya tidak tahu limitnya," jelasnya.

Ia bahkan mengaku terkejut melihat Miller bisa memiringkan motor sangat dalam di tikungan pertama tanpa kehilangan kendali. “Saya awalnya menunggu dia jatuh. Tapi ketika dia tetap bisa menikung, saya justru kaget,” katanya.


Mungkin Harus Jatuh untuk Belajar

Pembalap asal Turki itu juga mengungkapkan bahwa hingga kini ia belum pernah terjatuh selama adaptasi dengan motor MotoGP. Namun ia merasa mungkin insiden tersebut justru dibutuhkan untuk memahami batas sebenarnya.

"Saya belum crash. Tapi mungkin saya perlu crash untuk memahami limit-nya,” ujarnya jujur.

Ia menyadari sejak awal bahwa perpindahan dari World Superbike ke MotoGP akan menuntut perubahan besar, terutama soal karakter ban dan motor.

"Saya tahu ban dan motornya akan sangat berbeda, dan saya harus beradaptasi. Tapi sekarang saya masih belum benar-benar beradaptasi, terutama dengan ban depan,” tambahnya.

Toprak memang dikenal sebagai spesialis pengereman keras di WorldSBK. Namun di MotoGP, kepercayaan terhadap ban depan saat lean angle ekstrem menjadi kunci utama.

Kini, tantangan terbesar Razgatlioglu bukan sekadar kecepatan, melainkan membangun kepercayaan diri di atas motor Yamaha.

Debut balapnya di Thailand akan menjadi ujian nyata apakah progresnya sudah cukup untuk bersaing, atau proses belajar masih akan berjalan panjang.

Berita Terkait