BRI Super League: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Bali United Dapat Sanksi Berat dari Komdis PSSI

Sungguh malang nasib Bali United. Di putaran kedua BRI Super League, Serdadu Tridatu masih belum bisa meraih kemenangan.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 24 Februari 2026, 20:27 WIB
Boris Kopitovic (nomor 9) meminta bola kepada Mirza Mustavic pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 antara Bali United vs PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (20/9/2025) malam WIB. (Bola.com/Alit Binawan)

Bola.com, Gianyar - Sungguh malang nasib Bali United. Di putaran kedua BRI Super League, Serdadu Tridatu masih belum bisa meraih kemenangan.

Hanya dua kali imbang dan tiga kekalahan, 13 gol juga sudah bersarang ke gawang Mike Hauptmeijer.

Advertisement

Sekarang, cobaan kembali datang. Bali United mendapatkan sanksi berat dari Komdis PSSI. Komdis PSSI menjatuhkan sanksi ldua laga tandang tanpa penonton saat menhghadapi Persijap Jepara di pekan ke-23 dan PSBS Biak pada pekan ke-24.

Apa yang didapat Bali United akibat dari ulah suporter yang melakukan pelemparan kursi ke dalam lapangan saat Bali United menghadapi Persija Jakarta dalam pekan ke-21 BRI Super League di Stadion Dipta.


Denda Flare

Pemain Bali United Jordy Bruijn berusaha melewati pemain Semen Padang Baubakary Diarra di Stadion Dipta pada Sabtu sore (24/1/2026)

Bukan hanya sanksi pertandingan tanpa penonton, Bali United mendapatkan sanksi denda dengan total Rp380 juta. Perinciannya adalah Rp60 juta saat Bali United menghadapi Persebaya Surabaya.

Saat itu, ada 2 flare yang dinyalakan. Lalu denda sebesar Rp320 juta saat menghadapi Persija. Selain pelemparan kursi, suporter juga melakukan pelemparan botol minuman, penyalaan 15 buah flare dan kembang api.

Apa yang dilakukan suporter sehingga menyebabkan Manajemen Serdadu Tridatu mendapatkan sanksi besar bukan tanpa alasan. Hal tersebut karena Bali United dalam performa yang buruk.

Suporter pun merasa geram dengan rentetan hasil yang didapat Bali United. Hingga saat ini, Manajemen Bali United masih belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi yang didapatkan kali ini.


Cambuk

Jens Raven berselebrasi usai mencetak gol perdana untuk Bali United musim ini ke gawang Semen Padang pada Sabtu sore (24/1/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta. (Bola.com/Alit Binawan)

Di sisi lain, salah satu basis suporter Bali United, North Side Boys 12 (NSB12) dalam komentar di akun Instagram Bali United mengatakan bahwa apa yang terjadi sekarang adalah cambuk untuk Bali United bisa berbenah.

“Didukung langsung sudah, diberi semangat dan motivasi sudah. Didoakan juga sudah. Lantas apa yang harus dilakukan untuk membuat Bali United bisa menang di atas lapangan pertandingan?” tulisnya.

“Anggap saja larangan tanpa penonton sebagai cambuk untuk kalian. Seperti tidak ada marwah yang kalian pertaruhkan. Semoga tidak ada lagi yang bermain asal-asalan,” tutup NSB12.

 

Berita Terkait