Pengamat Ungkap Aura Positif John Herdman Jelang Debut Bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Kiprah pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sudah sangat ditunggu-tunggu publik menjelang pertandingan melawan St. Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 26 Februari 2026, 17:45 WIB
Sebelum menangani Timnas Indonesia, John Herdman dikenal sebagai pelatih dengan rekam jejak mentereng. Dia adalah sosok kunci di balik kesuksesan Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, yang jadi momen bersejarah sepak bola Kanada karena jadi yang pertama setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Kiprah pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sudah sangat ditunggu-tunggu publik menjelang pertandingan melawan St. Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026. Ini menjadi ajang bagi sang juru taktik untuk membuktikan kapasitasnya mengasuh skuad Garuda.

Menurut pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, sudah ada banyak pihak yang tak sabar menanti racikan John Herdman saat Timnas Indonesia berduel kontra St. Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jumat (27/3/2026).

Advertisement

“Saya pikir ini adalah panggung John Herdman yang pertama bersama Timnas Indonesia sekaligus sebagai ajang pembuktian. Karena banyak orang yang masih penasaran,” ujar Ronny Pangemanan dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV.

Ronny Pangemanan mengakui juru taktik asal Inggris ini telah memberikan kesan yang positif ketika ditunjuk mengasuh skuad Merah Putih. Dari beberapa keputusan yang diambil, tidak ada satu pun yang menuai kritik dari publik.

“Kalau saya lihat, dia ini auranya bagus. Karena, dia bersedia membawa keluarganya untuk tinggal di Jakarta. Ini tidak mudah. Tidak ada pelatih-pelatih sebelumnya yang bersedia melakukan itu,” ujar lelaki yang akrab disapa Bung Ropan itu.

“Dia juga bisa mengikuti permintaan PSSI untuk menggunakan asisten pelatih lokal. Ini bagi saya adalah satu hal yang positif. Dia tidak membawa gerbong asisten pelatih yang banyak, tetapi hanya satu sampai dua orang saja,” tambah dia.

 


Keuntungan John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berkunjung ke Bali United Training Center, di Gianyar, Bali, Rabu sore (28/1/2026). (Media Bali United)

Bung Ropan mengakui Herdman sebetulnya diuntungkan saat mulai mempersiapkan skuad Merah Putih di FIFA Series 2026 ini. Sebab, tidak ada perombakan skuad yang perlu dilakukan oleh eks pelatih Timnas Kanada itu.

Artinya, Herdman juga tak perlu menaturalisasi pemain-pemain keturunan tambahan untuk memperkuat skuad Merah Putih. Sebab, talent-pool yang tersedia saat ini sebetulnya masih cukup mumpuni untuk bersaing.

“Saya rasa, selama masa persiapan ini, John Herdman juga diuntungkan karena tidak perlu banyak merombak pemain. Dia juga tidak perlu mengambil pemain-pemain lagi untuk dinaturalisasi karena waktunya mepet,” kata Ropan.

“Kalau untuk kepentingan Piala Asia 2027 yang akan berlangsung tahun depan, penambahan pemain masih okelah. Namun, untuk saat ini kekuatan Timnas Indonesia sebetulnya sudah mumpuni,” ia menambahkan.

 


Timnas Indonesia Unggul Kualitas

Starting XI Timnas Indonesia saat laga FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (05/09/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Selain itu, Ropan juga menyinggung keunggulan Timnas Indonesia dibandingkan St Kitts and Nevis. Selain peringkat FIFA, skuad Garuda juga memiliki kualitas pemain yang jauh lebih mentereng, terutama amunisi naturalisasi yang kini berkarier di Eropa.

“Untuk ukuran FIFA Series melawan St. Kitts and Nevis, kualitas Timnas Indonesia kan berada di atas mereka. Dari peringkat saja sebetulnya sudah jauh. Kita berada di peringkat ke-122 FIFA, mereka berada di 154 FIFA,” ujar Ropan.

Ropan menyebut sederet nama pemain yang kemungkinan masih akan menjadi tulang punggung skuad Garuda di era Herdman. Pemain-pemain ini sebagian besar berkarier di kompetisi top Eropa.

“Mereka juga tidak memiliki pemain-pemain yang berkarier di liga-liga besar Eropa. Sedangkan kita punya Jay Idzes yang bermain di Sassuolo, Emil Audero bermain di Cremonese, Verdonk di Lille OSC,” kata Bung Ropan.

“Ada juga Kevin Diks di Gladbach. Apalagi Maarten Paes saat ini bermain di Ajax. Jadi, secara kedalaman skuad, kita itu sudah lebih bagus daripada lawan. Namun, sepak bola tidak bisa hanya melihat itu saja. Itu bukan jaminan,” lanjut dia.

 


Kecerdasan Herdman Diuji

John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026) sore WIB. Dia diikat kontrak 2 tahun, plus opsi perpanjangan 2 tahun. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bagi Ropan, Herdman tak akan kesulitan memetakan kualitas St. Kitts and Nevis. Sebab, ketika masih mengasuh Timnas Kanada, dia pernah menumbangkan lawannya tersebut dengan skor 1-0, tepatnya pada medio November 2018.

“John Herdman pasti sudah tahu dengan situasi ini. Karena punya pengalaman melatih Timnas Kanada, dia juga pernah menghadapi St. Kitts and Nevis. Mereka saat itu bisa menang dengan susah payah,” ujar Ropan.

Kini, Ropan menegaskan kepiawaian Herdman dalam merancang komposisi skuad bakal diuji. Dia berharap juru taktik berusia 50 tahun itu bisa membangun starting eleven yang tangguh di FIFA Series 2026.

“Jadi, Herdman tahu ini adalah tim yang kuat. Meski tidak punya pemain-pemain hebat, lawan kita ini tetap tim yang baik. Nah, di sinilah yang ditunggu, kejelian dan kecerdasan seorang John Herdman dalam meramu starting eleven terbaik,” katanya.

Berita Terkait