Declan Rice Akui Ambisi Ballon d'Or, tapi Trofi Bersama Arsenal Jadi Prioritas

Gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, memiliki ambisi untuk suatu hari masuk dalam perbincangan perebutan Ballon d’Or.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 26 Februari 2026, 20:30 WIB
Gelandang Arsenal, Declan Rice, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Bournemouth pada pekan ke-20 Liga Inggris 2025/2026 di Vitality Stadium, Minggu (04/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, memiliki ambisi untuk suatu hari masuk dalam perbincangan perebutan Ballon d’Or.

Namun, pemain timnas Inggris tersebut menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap kesuksesan tim, bukan penghargaan individu semata.

Advertisement

Dalam wawancara terbarunya, Rice mengaku bangga ketika namanya mulai disebut-sebut dalam diskusi penghargaan pemain terbaik dunia. Bagi gelandang berusia 27 tahun itu, hal tersebut menjadi bukti perkembangan performanya dalam beberapa musim terakhir, terutama sejak bergabung dengan Arsenal dan menjadi sosok kunci di lini tengah.

“Itu luar biasa, tentu saja,” ujar Rice.

“Anda ingin terlibat dalam percakapan seperti itu. Itulah pembicaraan yang tepat untuk diikuti.”

Meski demikian, Rice sadar betul bahwa untuk benar-benar bersaing dalam perebutan Ballon d’Or, seorang pemain harus memenangkan trofi besar.

Ia melihat para pemenang sebelumnya bukan hanya tampil impresif secara individu, tetapi juga membawa klub atau negaranya meraih gelar bergengsi seperti Liga Champions atau turnamen internasional utama.


Bukan Target Utama

Tampak Mikel Arteta dan Declan Rice dengan muka kecewa usai mengetahui Manchester City kembali juara Liga Inggris.

Penghargaan Ballon d'Or memang identik dengan pemain yang mencatatkan musim luar biasa, baik dari segi statistik maupun prestasi tim.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pemenangnya selalu datang dari klub-klub yang mendominasi kompetisi domestik maupun Eropa. Rice memahami realitas tersebut dan tidak ingin terjebak dalam ambisi pribadi yang mengesampingkan kepentingan kolektif.

“Semoga kami bisa menjalani musim yang sukses dan saya bisa berada dalam percakapan itu. Itu akan luar biasa,” lanjutnya.

“Jika tidak, itu bukan sesuatu yang saya jadikan target utama. Saya benar-benar ingin tim ini tampil baik lebih dulu.”

Pernyataan tersebut menegaskan karakter Rice sebagai pemain yang mengedepankan kerja tim. Sejak kedatangannya, ia menjelma menjadi motor permainan Arsenal, baik dalam memutus serangan lawan maupun membangun transisi ke depan. Perannya sangat vital dalam menjaga keseimbangan skuad asuhan Mikel Arteta, terutama dalam persaingan ketat di Premier League.


Tergantung Arsenal

Hasil ini membuat Arsenal kini mengemas 48 poin dari 20 laga. Mereka duduk nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan enam angka dari Aston Villa yang ada di peringkat kedua. (AP Photo/Alastair Grant)

Lebih jauh, Rice juga merefleksikan perjalanan kariernya. Ia mengaku selalu percaya pada kemampuannya, tetapi tidak pernah membayangkan akan mencapai level seperti sekarang. Konsistensi dan mentalitas disebutnya sebagai faktor pembeda.

“Saya selalu tahu saya punya kemampuan. Yang membedakan saya dari yang lain adalah hati dan keinginan kuat untuk berkembang,” kata Rice.

“Ketika Anda memulai karier di sepak bola, Anda tidak pernah tahu bagaimana perjalanan Anda akan berakhir. Tapi jika Anda bisa tetap konsisten dan percaya pada jalur Anda sendiri, itu bisa membawa Anda ke mana saja.”

Jika Arsenal mampu meraih trofi besar, baik di domestik maupun Eropa, nama Rice hampir pasti akan semakin sering dibicarakan di panggung global.

Berita Terkait