Komisi X DPR RI Sorot Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Atlet Panjat Tebing, Dukung Menpora Membuka Saluran Pengaduan Korban

Delapan atlet melaporkan adanya tindakan kekerasan seksual dan fisik yang mereka alami kepada Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 27 Februari 2026, 15:15 WIB
Menpora Erick Thohir (tengah) saat melakukan audiensi dengan Komisi X DPR RI. (dok. Kemenpora)

Bola.com, Jakarta - Cabang olahraga panjat tebing yang bergelimang prestasi saat mewakili Indonesia di panggung internasional, kini dalam sorotan. Delapan atlet melaporkan adanya tindakan kekerasan seksual dan fisik yang mereka alami kepada Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid.

Mencuatnya kasus ini menuai keprihatinan mendalam anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta. Menurutnya, olahraga seharusnya menjadi arena aktualisasi kemampuan yang aman dan nyaman serta bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk seksual dan fisik.

Advertisement

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan mengecam segala bentuk kekerasan. Olahraga seharusnya menjadi ruang aman untuk membangun karakter dan meraih prestasi, bukan tempat yang mencederai martabat atlet," tegas Verrel Bramasta.

"Para atlet yang berlatih, artinya sedang mempersiapkan diri untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa. Jadi harus kita jaga dan tidak boleh ada sedikitpun tindakan yang mencederai keamanan, keselamatan, dan martabat mereka."

"Saya berada di sisi korban dan mendoakan mereka serta keluarga yang terdampak. Kita kawal kasus ini, dan jika terbukti bersalah, pelaku harus mendapat sanksi tegas agar tidak ada lagi korban berikutnya,” lanjutnya.


Sejalan Kemenpora Mendukung Investigasi FPTI

Penasaran dengan gaya aktor Verrell Bramasta saat dinas di Senayan? Anggota DPR RI ini kerap tampil karismatik, memadukan kesan formal dan modern. (Foto: Dok. Instagram @bramastavrl)

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang merupakan mitra Kementrian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora), Verrell sejalan dengan upaya Kemenpora untuk mendukung proses investigasi yang dilakukan FPTI.

Verrell juga mengapresiasi langkah Kemenpora untuk membuka ruang pengaduan bagi para korban yang pernah atau sedang mengalami kekerasan seksual dan kekerasan fisik.

“Korban harus mendapatkan pendampingan maksimal, termasuk akses pemulihan psikologis yang memadai. Identitasnya harus dijaga dan dilindungi, agar tidak menghadapi tekanan sosial karena keberanian mereka untuk bersuara," ujar Verrel.

"Saya sejalan dengan upaya Kemenpora dalam mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia."

"Saya juga sangat mengapresiasi pembentukan tim khusus serta langkah Kemenpora yang membuka ruang pengaduan bagi para korban yang pernah atau sedang mengalami pelecehan seksual maupun kekerasan fisik,” lanjutnya.

 


Pesan untuk Semua Federasi

Penasaran dengan gaya aktor Verrell Bramasta saat dinas di Senayan? Anggota DPR RI ini kerap tampil karismatik, memadukan kesan formal dan modern. (Foto: Dok. Instagram @bramastavrl)

Verrell berharap evaluasi dilakukan seluruh federasi olahraga di Indonesia agar proses pemusatan latihan bisa menjamin keamanan dan keselamatan para atlet dari ancaman kekerasan.

“Kasus ini menjadi pengingat bagi kita bersama bahwa integritas pembinaan atlet harus diutamakan," tegas Verrel.

"Sistem pengawasan dan perlindungan di federasi olahraga dan pelatnas juga harus diperkuat, agar kasus seperti ini tidak terulang, karena peristiwa ini bukan hanya menyakitkan bagi korban tapi juga bagi citra olahraga tanah air,” lanjutnya.

Berita Terkait