Jurgen Klopp Siap Bayari Pesta di Mallorca jika Liverpool Warisi Trofi Liga Inggris Man City

Jurgen Klopp mengungkapkan apa yang akan dia lakukan jika Man City kehilangan gelar Liga Inggris.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Maret 2026, 16:30 WIB
Ekspresi bahagia pelatih Liverpool, Jurgen Klopp saat laga leg pertama 16 Besar Liga Europa 2023/2024 melawan Sparta Praha di Epet Arena, Praha, Republik Ceko, Jumat (08/03/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Petr David Josek)

Bola.com, Jakarta - Jurgen Klopp pernah mengungkapkan reaksinya jika suatu saat gelar Liga Inggris milik Manchester City benar-benar dicopot oleh pihak liga.

Selama sembilan musim menangani Liverpool, Klopp hanya sekali merasakan manisnya gelar Premier League. Dua musim lainnya berakhir dengan status runner-up, tepat di belakang tim asuhan Pep Guardiola, yakni pada 2018/19 dan 2021/22.

Advertisement

Kasus dugaan pelanggaran finansial yang membelit Man City bermula pada Februari 2023, ketika The Citizens didakwa melakukan pelanggaran serius oleh Premier League.

Sidang selama 10 pekan digelar pada September 2024, sebelum prosesnya dinyatakan rampung pada Desember tahun yang sama.

Namun, hingga kini, putusan dari panel Komisi Independen yang terdiri dari tiga anggota belum diumumkan, dan belum ada indikasi keputusan akan keluar dalam waktu dekat.


Prediski Sanksi Man City

Manchester City - Klub yang menyandang status paling boros dalam satu dekade terakhir adalah Manchester Biru. Transformasi City menjadi raksasa di Liga Inggris telah menelan banyak biaya. Tercatat tim Sultan ini telah menggelontorkan dana hingga 1,51 miliar euro. (Peter Powel/Pool via AP)

Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, memberikan gambaran soal kemungkinan sanksi dalam penampilannya di The Overlap. Ia membandingkan kasus Man City dengan preseden yang sudah ada.

"Jika kita melihat preseden, Everton dan Nottingham Forest mendapat pengurangan enam dan empat poin untuk satu pelanggaran yang mencakup periode tiga tahun," ujar Maguire.

"Tuduhan terhadap Manchester City mencakup periode sembilan tahun, jadi skalanya jauh lebih besar," imbuhnya.

"Saya pikir Anda harus menambahkan satu nol dari apa yang kita lihat pada kasus Forest dan Everton, jadi pengurangan antara 40 hingga 60 poin, secara logika dan konsistensi dengan keputusan sebelumnya, masuk akal," lanjutnya.

Selain pengurangan poin, pencabutan gelar yang diraih dalam periode dugaan pelanggaran juga masih menjadi kemungkinan. Meski begitu, sejumlah pakar menilai opsi tersebut termasuk yang paling kecil peluangnya untuk benar-benar diterapkan.


Bayangan Rencana

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp merayakan kemenangan atas Chelsea setelah final Carabao Cup 2023/2024 di Stadion Wembley, Inggris, Minggu (25/02/2024). The Reds menang atas Chelsea dengan skor 1-0 melalui gol Virgil Van Dijk pada menit ke-118. (AP Photo/Alastair Grant)

Klopp sudah membayangkan skenario tersebut. Pelatih berusia 58 tahun pernah ditanya apa yang akan ia lakukan jika The Reds akhirnya "mewarisi" gelar dari Etihad.

"Kami sempat membahas ini saat saya pergi," kata Klopp kepada ESPN.

"Saya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di Mallorca karena selalu bepergian, tetapi jika itu terjadi, saya bilang kepada semua orang yang ingin datang: 'Pesan saja penerbangan ke Mallorca. Birnya saya yang bayar!' Kami akan mengadakan parade sendiri di kebun saya," ujarnya sambil bercanda.

Sebagai catatan, Liverpool mengoleksi 97 poin pada musim 2018/19 dan 92 poin pada 2021/22. Musim 2018/19 bahkan tercatat sebagai raihan poin terbanyak dalam sejarah Premier League oleh tim yang gagal menjadi juara.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait