Pep Guardiola Bela Arsenal: Juara Liga Inggris karena Bola Mati? Sah-Sah Saja

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, angkat suara soal kritik yang menyebut Arsenal tak pantas menjadi juara Liga Inggris karena terlalu bergantung pada gol bola mati.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 04 Maret 2026, 17:45 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (AP Photo/Shaun Botterill, Pool)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, angkat suara soal kritik yang menyebut Arsenal tak pantas menjadi juara Liga Inggris karena terlalu bergantung pada gol bola mati.

Menurut Guardiola, anggapan tersebut tidak tepat. Ia menegaskan tidak ada yang salah dengan strategi yang efektif selama mampu menghasilkan kemenangan. Namun, di sisi lain ia tetap mengaku senang karena Manchester City miliknya mampu mencetak gol dengan berbagai cara.

Advertisement

The Gunners dikenal sebagai spesialis bola mati di liga musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta sudah mengoleksi 24 gol dari tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam, terbanyak di Premier League.

Mantan gelandang Manchester United dan Timnas Inggris, Paul Scholes, termasuk salah satu pengkritik pendekatan tersebut. Ia bahkan menyebut Arsenal akan menjadi tim terburuk yang pernah menjuarai Premier League jika berhasil mengangkat trofi.

Guardiola tak sependapat. Menurutnya, Arsenal sah-sah saja memakai taktik apa pun yang mereka yakini bisa membantu meraih gelar.

“Saya cukup yakin manajernya bahagia dan para pemainnya juga sangat bahagia,” ujar Guardiola, seperti dikutip dari ESPN, Rabu (4/3/2026).  

“Dan saya yakin kalau Anda bertanya kepada semua fans Arsenal, mereka akan bilang, ‘jangan ubah satu detik pun situasi bola mati kami’. Mereka punya perasaan setiap ada bola mati, wow, kami akan mencetak gol. Saya yakin semua tim ingin menciptakan aura seperti itu.”

“Soal menghibur atau tidak? Mungkin. Tapi saya tidak setuju dengan orang-orang yang mengatakan liga musim ini tidak bagus atau juaranya nanti tidak akan bagus. Saya tidak setuju," imbuh Guardiola. 

 

 


Bola Mati Makin Jadi Krusial di Sepak Bola Modern

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, merayakan kemenangan atas Nottingham Forest pada laga pekan ke-18 Premier League di Stadion The City Ground, Sabtu (27/12/2025). (Joe Giddens/PA via AP)

Saat ini, Arsenal dan Manchester City terpaut lima poin di puncak klasemen. Namun, keduanya punya pendekatan berbeda dalam mencetak gol.

City hanya membukukan sembilan gol dari bola mati musim ini, lebih banyak hanya dari Nottingham Forest dan Wolves yang lebih rendah. Sebaliknya, 84,2 persen gol City lahir dari permainan terbuka. Arsenal? Hanya 58,6 persen dari open play.

Guardiola mengakui bola mati kini semakin krusial dalam sepak bola modern. Bahkan, ia menyebut kini memberi perhatian lebih besar pada aspek tersebut dibanding saat awal kariernya bersama Barcelona.

“Tentu saja Anda harus memperhatikan bola mati. Sekarang setiap sepak pojok bisa menciptakan kekacauan di tiang dekat, tiang jauh, bola kedua, dan situasi lainnya,” jelasnya.

Namun ketika diingatkan bahwa City tak terlalu produktif dari situasi tersebut, Guardiola menjawab singkat. “Bagus.”

 


Cara Mencetak Gol Bukan Masalah

Pelatih Manchester City Josep Guardiola (AP/Martin Rickett)

Bagi pelatih asal Spanyol itu, cara mencetak gol bukanlah persoalan utama.

“Saya ingin mencetak gol. Saya tidak pernah menyiapkan rencana agar terlihat indah. Ini bisnis. Anda harus mencetak gol, dan bagaimana caranya tidak penting,” tegasnya.

Pernyataan Guardiola sekaligus menjadi pembelaan untuk Arsenal. Di tengah panasnya perburuan gelar, perdebatan soal gaya bermain memang tak terhindarkan. Namun satu hal pasti: di Premier League, yang dihitung adalah angka di papan skor, bukan cara mencapainya.   

Sumber: ESPN


Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait