Bola.com, Jayapura - Klan Salampessy kembali eksis di sepak bola nasional. Legenda Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy, menurunkan ilmunya ke putranya, Reno Salampessy.
Lahir di Jakarta pada 22 Juni 2007, Reno mengasah bakatnya di SSB Batik sebelum bergabung dengan tim junior Persipura, SSB Heijnes, tim junior Persemi Mimika, hingga tim PON Papua.
Pada musim lalu, Reno bergabung dengan Persipura yang berkiprah di Liga 2 2024/2025. Dia mendapatkan kesempatan sepuluh kali bermain dengan perolehan empat gol dalam 271 menit di atas lapangan.
Reno turut menyelamatkan Persipura dari turun kasta ke Liga 3 setelah mengalahkan Persibo Bojonegoro 2-1 dalam babak play-off degradasi Liga 2.
Faktor Ayah Jadi Pelatih
Keberadaan Ricardo Salampessy sebagai pelatih Persipura pada musim 2024/2025 turut mempermulus jalan Reno untuk unjuk gigi demi menambah jam terbang hingga pengalaman.
Pada musim ini, Reno bertahan di Persipura. Pilihannya cukup tepat. Ia menjadi sering dimainkan oleh tim berjulukan Mutiara Hitam itu yang kini dilatih Rahmad Darmawan.
Reno telah bermain dalam 17 pertandingan Persipura di Championship, dengan perolehan tiga gol dan satu assist dari 873 menit di lapangan.
Terbayar Pemanggilan ke Timnas Indonesia U-20
Berbeda dengan ayahnya yang sewaktu masih aktif bermain sebagai bek tengah maupun fullback kanan, Reno justru cenderung ofensif. Pemuda berusia 18 tahun itu berposisi sebagai gelandang serang.
Berkat performanya yang menonjol dalam dua musim terakhir, Reno mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia U-20 pimpinan Nova Arianto untuk pemusatan latihan di Surabaya, Jawa Timur, pada 2-15 Maret 2026.
TC Timnas Indonesia U-20
Training camp ini bertujuan mematangkan persiapan Timnas Indonesia U-20 sebelum berkancah di Piala Asia U-19 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Tim berjulukan Garuda Muda itu bakal berkiprah di Piala Asia U-19 2026 pada Juni 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 pada Agustus-September 2026.