Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, emoh lempar handuk pada perburuan gelar Liga Inggris 2025/2026 setelah tim asuhannya ditahan 2-2 oleh tim papan bawah, Nottingham Forest, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut sangat menguntungkan bagi sang pemuncak klasemen yang di laga lain berhasil menang 1-0 di markas Brighton. Keunggulan Arsenal atas City melebar menjadi tujuh poin, meskipun The Gunners sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Pada laga di Etihad Stadium, pasukan Guardiola dua kali unggul melalui gol Antoine Semenyo dan Rodri. Namun, keunggulan itu dua kali pula disamakan oleh Morgan Gibbs-White dan Elliot Anderson.
Kekecewaan City semakin lengkap ketika tembakan Savinho di detik-detik terakhir pertandingan berhasil disapu Murillo tepat di garis gawang.
Arsenal kini memegang kendali penuh dalam perburuan gelar Liga Inggris pertama mereka sejak 2004.
City memang masih memiliki satu laga tunda atas Arsenal dan akan menjamu The Gunners di Etihad pada April mendatang. Namun, Guardiola kembali harus menyesali performa timnya yang kehilangan kendali di babak kedua.
Merasa Bermain Bagus
Untuk kesekian kalinya musim ini, Man City kehilangan poin setelah sempat unggul. Total, mereka sudah kehilangan 13 poin dari posisi menang sepanjang musim ini.
Meski demikian, Guardiola tetap yakin timnya masih bisa mengejar Arsenal dalam sembilan laga tersisa.
“Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan, mereka (Arsenal) satu laga lebih sedikit,” ujar Guardiola, seperti dikutip dari France 24.
“Ada pertandingan di mana kami memang tidak pantas mendapatkannya. Tapi hari ini secara umum kami bermain bagus selama 90 menit. Ini bukan soal satu momen atau satu keputusan. Secara keseluruhan, ketika kami menganalisis laga, permainan kami sudah baik," imbuh manajer asal Spanyol itu.
Emoh Komentari soal Klaim Penalti
Guardiola juga enggan berkomentar panjang soal klaim penalti di akhir laga saat Erling Haaland terjatuh setelah melewati kiper Forest, Mats Sels, dengan keputusan wasit tetap didukung VAR.
“Saya selalu percaya kami harus bermain jauh lebih baik agar tidak memberi ruang bagi intervensi ofisial,” kata Guardiola.
“Itu tanggung jawab kami untuk tampil lebih baik. Jika harus bergantung pada mereka, itu mustahil. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan.”
“Pada akhirnya kami menciptakan banyak peluang melawan tim yang sangat defensif. Kami bermain dinamis. Mungkin kami kurang memberi bola kepada Erling Haaland dan pergerakan luar biasanya, kami harus lebih sering mencarinya. Tapi secara umum kami bermain baik," imbuh dia.
Momentum perebutan gelar kini berada di tangan Arsenal. Namun, fokus Guardiola kini beralih ke laga putaran kelima Piala FA melawan Newcastle akhir pekan ini, sebelum menghadapi Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Sumber: France24