Fabrizio Romano Dikecam setelah Promosikan Organisasi Kemanusiaan Arab Saudi di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Jurnalis sepak bola ternama asal Italia, Fabrizio Romano, menjadi sorotan tajam setelah mengunggah video berdurasi 2 menit 14 detik di media sosial X.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 05 Maret 2026, 19:15 WIB
Fabrizio Romano (instagram.com/fabriziorom)

Bola.com, London - Jurnalis sepak bola ternama asal Italia, Fabrizio Romano, menjadi sorotan tajam setelah mengunggah video berdurasi dua menit 14 detik di media sosial X.

Video tersebut berisi promosi terhadap King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief), lembaga kemanusiaan yang didukung pemerintah Arab Saudi.

Advertisement

Romano yang memiliki lebih dari 27 juta pengikut di X itu tampil langsung dalam video dan menyampaikan berbagai capaian KSRelief secara rinci.

Dia menyebut lembaga tersebut telah menjalankan 4.212 proyek di 113 negara di seluruh dunia sejak pertama kali berdiri lebih dari satu dekade lalu.

"King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre, lebih dari sepuluh tahun sejak didirikan. Pusat ini mengimplementasikan 4.212 proyek di 113 negara di seluruh dunia, mencerminkan peran kemanusiaan terdepan Arab Saudi," ujar Romano dalam akun X-nya, @FabrizioRomano, pada Selasa (3/3/2026).

"Pusat ini telah meluncurkan sejumlah proyek kualitatif perintis, yang paling menonjol adalah Project Masam untuk membersihkan lahan Yaman dari ranjau darat, yang hingga saat ini telah menyingkirkan 540.000 ranjau," jelas Romano yang langsung menuai badai kritik dari para pengikutnya.


Unggahan Bersamaan dengan Konflik Timur Tengah

foto: IG/@fabriziorom

Mirror mengabarkan, dalam kurun waktu enam jam saja, video tersebut telah ditonton lebih dari 11 juta kali dengan ribuan komentar bernada negatif membanjiri kolom respons.

Waktu penayangan video itu pun dianggap sangat tidak tepat oleh banyak pihak.

Postingan itu muncul bersamaan dengan meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah, termasuk sejumlah lokasi di Arab Saudi yang menjadi sasaran serangan drone Iran sebagai respons atas serangan yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat.

Tak sedikit pengikut Romano yang mempertanyakan keputusannya untuk bermitra dengan Arab Saudi, negara yang selama ini kerap mendapat sorotan serius terkait rekam jejak hak asasi manusia.

Banyak yang menilai Romano telah kehilangan independensinya sebagai jurnalis dan tidak lagi bisa dipercaya sebagai sumber berita yang netral.


Kritikan Keras dari The Telegraph

Media bergengsi asal Inggris, The Telegraph, bahkan tidak ragu melayangkan kritik keras dengan menyebut "video propaganda Arab Saudi karya Fabrizio Romano merupakan momen berbahaya bagi jurnalisme sepak bola".

The Telegraph, lewat tulisan Thom Gibbs, juga menduga kesediaan Romano mempromosikan organisasi-organisasi Arab Saudi telah meningkatkan aksesnya ke klub-klub besar yang dimiliki oleh Public Investment Fund Arab Saudi.

Satu di antaranya adalah Al-Nassr, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo dan notabene menjadi sumber berita transfer paling panas yang kerap dilaporkan Romano.

"Kondisi olahraga modern seringkali meninggalkan rasa pahit, tetapi menyaksikan Romano dengan patuh menyebarkan kabar baik tentang Arab Saudi terasa seperti hari yang sangat suram bagi jurnalisme sepak bola," tulis The Telegraph dalam artikel kritiknya.

Selain soal akses ke klub, The Telegraph juga menyinggung nama Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh pada 2018 dan kasusnya telah mengguncang dunia internasional.

Sumber: The Telegraph, Mirror

Berita Terkait