Bola.com, Jakarta - Cremonese yang diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, kembali menelan kekalahan dalam lanjutan Serie A 2025/2026. Cremonese kalah 1-2 dari tuan rumah Lecce pada pekan ke-28, Minggu (8/3/2026).
Bertandang ke Stadion Via del Mare, Cremonese kebobolan gol Santiago Pierotti di menit ke-22. Eksekusi penalti Nikola Stulic pada menit ke-38 membuat Lecce unggul 2-0. Cremonese hanya bisa membalas satu gol melalui Federico Bonazzoli.
Emil Audero dan kawan-kawan merasa dirampok oleh wasit di pertandingan ini. Mereka mengklaim seharusnya mendapat hadiah penalti atas insiden di menit-menit akhir pertandingan.
Ya, saat Cremonese gencar menyerang pertahanan Lecce saat injury time, sebuah pelanggaran keras dilakukan pemain Lecce, Gaby Jean kepada Antonio Sanabria, tepat di depan gawang Lecce. Wasit tidak menganggap sebagai sebuah pelanggaran.
Sudah 2 Kali Dicurangi
Kondisi ini membuat kubu Cremonese meradang. Direktur Olahraga Cremonese, Simone Giacchetta, berbicara pada konferensi pers setelah pertandingan dengan merujuk pada insiden yang terjadi di menit-menit terakhir pertandingan.
"Saya di sini untuk menuntut rasa hormat yang pantas diterima Cremonese, serta semua tim di kompetisi ini. Hari ini kami merasa dirugikan karena tidak mendapatkan penalti, penalti kedua yang tidak diberikan musim ini setelah insiden di Turin, juga di detik-detik terakhir pertandingan," terang Giachetta.
"Kami percaya ini adalah kurangnya rasa hormat, sesuatu yang mencegah kami mendapatkan keadilan. Meskipun wasit dapat dimaafkan karena tidak melihat insiden tersebut, kami juga menuntut agar VAR tidak ikut campur dalam melaporkan kontak pada Sanabria," lanjut dia.
"Selama pertandingan, ada dua intervensi yang menyelesaikan dua situasi berbeda, dan ini seharusnya juga terjadi. Hari ini kita semua menjadi saksi sebuah insiden yang terbukti krusial bagi hasil pertandingan dan keadilan yang tidak diterima Cremonese. Ini adalah insiden yang jelas dan menentukan," tegas sang Direktur Olahraga Cremonese.
Layak Dapat 1 Poin
Sementara itu, pelatih Cremonese, Davide Nicola ikut mengomentari insiden pelanggaran kepada Antonio Sanabria di kotak penalti Lecce dan dibiarkan oleh pengadil lapangan. Menurutnya, insiden tersebut bukan pertama kali dialami I Grigiorossi musim ini.
"Tertinggal dua gol bisa menghancurkan siapa pun, tetapi di babak kedua, kami menunjukkan ketangguhan yang berbeda dan pantas untuk meraih hasil imbang. Saya tidak tertarik pada pertandingan individu, tetapi pada fokus untuk mencapai tujuan," kata Davide Nicola.
"Meskipun demikian, ada insiden serupa di Turin dan Pisa. Kami tidak fokus pada itu, tetapi jika Anda membuat daftar, tepat untuk menyebutkan yang paling jelas," tandas sang pelatih.
Di Papan Bawah
Kekalahan di markas Lecce menambah penderitaan Cremonese dalam beberapa bulan terakhir. Cremonese sudah 14 pertandingan terakhirnya tak pernah menang.
Sejak terakhir kali mengalahkan Lecce pada 7 Desember 2025, Cremonese kemudian cuma meraih empat kali imbang dan sepuluh kali kalah.
Kini, Emil Audero dan kawan-kawan terjerumus di zona degradasi, tepatnya di posisi ke-18 dengan koleksi 24 poin. Mereka tertinggal satu angka dari Fiorentina di batas aman untuk bertahan di Serie A.
Cremonese kini dalam kondisi bahaya masuk zona turun kasta bersama Hellas Verona dan Pisa. Selanjutnya, Cremonese dijadwalkan menjamu Fiorentina, Selasa (17/3/2026), dan menjadi kesempatan besar untuk keluar dari ancaman degradasi.
Sumber: Cremonese