Bola.com, Jakarta - Xavi Hernandez terang-terangan mengaku pernah dikecewakan Barcelona. Dia meluapkan kekecewaannya kepada Joan Laporta terkait pemecatannya sebagai pelatih Barcelona pada 2024.
Pemilihan Presiden Barcelona akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Laporta sebelumnya dianggap sebagai favorit kuat untuk kembali terpilih. Namun, komentar terbaru dari mantan pemain dan pelatih Barca itu berpotensi mengguncang situasi tersebut.
Xavi sebelumnya juga menyatakan Laporta adalah alasan mengapa Lionel Messi tidak kembali ke Barcelona pada musim panas 2023 setelah kontraknya dengan Paris Saint-Germain berakhir.
Dalam wawancara dengan La Vanguardia via Mundo Deportivo, Xavi juga menuding bahwa Laporta sebenarnya bukan sosok yang benar-benar memimpin klub. Ia menyebut tokoh yang memiliki pengaruh besar di balik layar adalah Alejandro Echevarría, penasihat dekat Laporta.
“Saya kembali ke Barca sebagai pelatih karena dia, tetapi pada akhirnya dia mengecewakan saya,” kata Xavi, seperti dikutip dari Football Espana, Senin (9/3/2026).
“Mengapa? Karena dia menyingkirkan saya sebagai pelatih tanpa mengatakan kebenaran, dipengaruhi oleh seseorang yang menurut saya berada di atas presiden, yaitu Alejandro Echevarría. Dialah yang memutuskan untuk menyingkirkan saya sebagai pelatih.
“Begitulah cara Barca bekerja. Klub ini praktis dipimpin oleh Alejandro Echevarría. Laporta adalah seseorang yang memiliki hubungan sangat dekat dengan saya, bahkan seperti teman. Itulah mengapa dia menjadi kekecewaan terbesar dalam kepergian saya dari Barca. Dia benar-benar mengecewakan saya.”
Xavi Ungkap Kronologi Pemecatannya
Xavi juga menjelaskan detail situasi yang membuatnya meninggalkan kursi pelatih Barcelona pada musim panas 2024, yang kemudian membuka jalan bagi kedatangan Hansi Flick sebagai pelatih baru.
“Pada Januari di musim terakhir saya sebagai pelatih, saya mengatakan kepada mereka bahwa mulai Juni saya tidak akan melanjutkan demi kebaikan klub dan juga demi kebaikan pribadi saya,” ujar Xavi.
“Setelah itu tim terus menang dan situasi berjalan seperti itu selama dua atau tiga bulan sampai kami kalah di Liga Champions dari PSG dan di La Liga dari Real Madrid.”
Gara-gara Tersingkir dari Liga Champions
Menurut Xavi, pihak klub kemudian terus memintanya untuk tetap bertahan sebagai pelatih.
“Mereka terus mengatakan saya harus bertahan, mencoba meyakinkan saya. Saya bahkan bertemu langsung dengan Alejandro karena saya tahu dialah yang memutuskan segalanya. Saya mengatakan bahwa saya ragu karena mereka meminta saya tetap melatih, tetapi saya tidak melihatnya dengan jelas," tutur Xavi.
“Dia mengatakan mereka sedang mempersiapkan musim berikutnya, sudah membuat rencana, dan presiden juga jelas dengan keputusan itu.”
Namun situasi berubah setelah Barcelona tersingkir dari Liga Champions oleh PSG.
“Saat itu Alejandro menelepon saya. Saya ingat karena saat itu saya sedang pulang dari sekolah bersama anak-anak. Dia mengatakan kami harus bertemu karena mereka baru saja mengadakan rapat direksi dan sebagian besar tidak lagi yakin dengan kelanjutan saya," kata Xavi.
“Dia meminta saya datang ke tempat latihan. Saya mengatakan tidak masalah karena sejak awal saya sudah mengatakan akan pergi dan tidak ada keharusan bagi saya untuk tetap melanjutkan.”
Diketahui Xavi mendukung kandidat Víctor Font dalam pemilihan presiden Barcelona. Kini menarik untuk melihat apakah pernyataannya tersebut akan memengaruhi peluang Laporta dalam pemilihan yang akan datang.
Sumber: Football Espana