Bola.com, Jakarta - Iran terancam menghadapi sanksi dari FIFA jika memutuskan mundur secara sepihak dari Piala Dunia 2026, termasuk kemungkinan larangan tampil di turnamen internasional pada masa mendatang.
Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan kepada Politico bahwa dirinya "tidak terlalu peduli" jika Iran gagal ambil bagian dalam Piala Dunia 2026.
Meski begitu, FIFA tetap berkomitmen agar turnamen berlangsung sesuai rencana dengan seluruh tim yang telah lolos kualifikas, tetap berpartisipasi.
Keraguan mengenai keikutsertaan Iran sempat muncul setelah Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, melontarkan pernyataan yang bernada pesimistis.
"Kami tidak bisa diharapkan menyambut Piala Dunia dengan penuh harapan," katanya, pekan lalu.
Namun, keputusan mundur dari turnamen ternyata bukan perkara sederhana.
Statusta FIFA
Menurut statuta FIFA, setiap asosiasi anggota tidak diperbolehkan menarik diri dari kompetisi yang mereka ikuti. Penolakan untuk tampil di Piala Dunia juga hampir tidak pernah terjadi di era modern.
Sejak pengundian grup diberlakukan, belum ada negara yang mundur setelah proses tersebut, kecuali Prancis dan India yang tidak ikut serta pada Piala Dunia 1950 karena alasan biaya perjalanan.
Dalam regulasi turnamennya, FIFA telah menyiapkan mekanisme perlindungan yang diyakini akan diberlakukan jika situasi seperti ini terjadi.
Aturan tersebut menyebutkan bahwa tim yang mundur sebelum turnamen dimulai akan dikenai denda antara 275.000 hingga 555.000 euro, tergantung kapan keputusan penarikan diri diambil. Selain itu, kasusnya akan dirujuk ke Komite Disiplin FIFA yang berwenang menjatuhkan sanksi olahraga.
"Aturan menyatakan bahwa asosiasi yang berpartisipasi dan mundur pada tahap mana pun dari Piala Dunia FIFA 2026 wajib mengembalikan seluruh dana yang diterima dari FIFA untuk persiapan tim nasional mereka, termasuk kontribusi terkait kompetisi," demikian bunyi regulasi tersebut.
"Atas kasus tersebut, Komite Disiplin FIFA juga dapat menjatuhkan sanksi tambahan dengan mempertimbangkan waktu penarikan diri atau pengecualian, tingkat pelanggaran yang menyebabkan tim tidak dapat berpartisipasi, faktor yang meringankan, serta berbagai keadaan relevan lainnya."
"Sanksi disipliner tersebut dapat mencakup larangan bagi asosiasi yang bersangkutan untuk mengikuti kompetisi FIFA di masa mendatang atau penggantian tempatnya oleh asosiasi lain."
Kiprah Iran di Piala Dunia
Iran telah tampil enam kali di ajang Piala Dunia, termasuk tiga edisi terakhir di Piala Dunia, yakni edisi 2014 di Brasil, Piala Dunia 2018 di Rusia, serta Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pada edisi 2026, Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Jika lolos sebagai runner-up grup, mereka berpotensi menghadapi Amerika Serikat di babak gugur, apabila kedua tim sama-sama finis di posisi kedua grup masing-masing.
Di sisi lain, warga Iran saat ini masih dilarang memasuki Amerika Serikat setelah pemerintah Trump menerapkan kebijakan larangan perjalanan pada Juni tahun lalu.
Meski begitu, aturan tersebut memberikan pengecualian bagi atlet yang terlibat dalam Piala Dunia FIFA 2026 maupun Olimpiade Los Angeles 2028.
Sumber: The Guardian