4 Bintang yang Berpotensi Dilepas Arsenal Musim Panas 2026: Stabilkan Finansial

Belanja besar yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat skuad dapat memaksa Arsenal melakukan langkah sulit pada bursa transfer musim panas.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 11 Maret 2026, 18:30 WIB
Pemain Arsenal, Gabriel Jesus (kanan), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Musim 2025/2026 berpotensi menjadi musim paling bersejarah bagi Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta berpeluang meraih quadruple yang belum pernah terjadi dalam sejarah klub. Namun, kesuksesan itu juga membawa konsekuensi finansial.

Belanja besar yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat skuad dapat memaksa Arsenal melakukan langkah sulit pada bursa transfer musim panas.

Advertisement

Laporan menyebutkan klub mungkin perlu menjual satu atau dua pemain bintang agar tetap mematuhi aturan keuangan dari UEFA dan Premier League.

Arteta memiliki sejumlah pemain yang dianggap tak tersentuh, seperti Bukayo Saka, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Declan Rice.

Namun, di luar nama-nama itu, ada beberapa aset bernilai tinggi yang berpotensi dilepas demi menyeimbangkan keuangan klub sekaligus memberi ruang untuk memperkuat tim di masa depan.

Berikut empat pemain besar Arsenal yang berpotensi dijual musim panas ini, berdasarkan kemungkinan terjadinya transfer dan alasan di balik keputusan tersebut.

 
 

Kai Havertz dan Pertanyaan soal Kebugaran

Memanfaatkan umpan silang Declan Rice saat situasi serangan balik, Havertz dengan tenang berhasil mengelabuhi kiper Robert Sanchez dan membobol gawang Chelsea. (AFP/Adrian Dennis)

Kai Havertz didatangkan Arsenal pada 2023 dengan biaya besar dan hingga kini masih menjadi pemain dengan gaji tertinggi di klub menurut Capology.

Awalnya pemain asal Jerman itu direkrut untuk menggantikan peran Granit Xhaka di lini tengah. Namun, seiring waktu, Kai Havertz justru berkembang menjadi penyerang utama Arsenal.

Mikel Arteta menyukai fisik kuatnya, energi tanpa henti saat bertahan, serta kemampuannya memenangkan duel dan mencetak gol penting.

Meski begitu, musim 2025/2026 tidak berjalan mulus bagi Kai Havertz karena sejumlah cedera. Ia sempat absen beberapa bulan akibat cedera lutut dan baru-baru ini juga mengalami masalah otot sebelum akhirnya kembali bermain.

Arsenal juga merekrut Viktor Gyokeres pada musim panas lalu.

Walau Kai Havertz dianggap lebih cocok sebagai penyerang tengah dalam sistem Arteta, masalah kebugaran yang berulang bisa saja membuat Arsenal mempertimbangkan penjualan mengejutkan.

Peran Havertz di fase akhir musim kemungkinan akan sangat menentukan masa depannya di klub.


Myles Lewis-Skelly dan Strategi Pure Profit

Gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 49, Myles Lewis-Skelly, berlari dengan bola selama pertandingan sepak bola persahabatan pra-musim untuk final Piala Emirates antara Arsenal melawan Lyon, di Stadion Emirates, London, 11 Agustus 2024. (BENJAMIN CREMEL/AFP)

Dalam era aturan keuangan yang ketat, konsep “pure profit” dari penjualan pemain akademi menjadi strategi penting bagi banyak klub, termasuk Arsenal.

Sebelumnya, The Gunners sudah menggunakan cara ini dengan melepas pemain seperti Emile Smith Rowe, Eddie Nketiah, dan Folarin Balogun dengan total pemasukan mencapai 129 juta dolar.

Arsenal sebenarnya memiliki dua talenta muda menjanjikan: Ethan Nwaneri dan Myles Lewis‑Skelly, yang sempat menikmati musim terobosan pada 2024/2025.

Namun, musim ini keduanya tidak banyak bermain. Nwaneri sedang dipinjamkan ke Olympique de Marseille, sementara Lewis-Skelly kesulitan mendapatkan menit bermain di luar kompetisi piala domestik.

Arsenal juga memiliki dua bek kiri senior yang bersaing di posisi tersebut, sementara Arteta tampaknya belum sepenuhnya mempercayai Lewis-Skelly di posisi gelandang alaminya.

Meski ia menunjukkan potensi besar musim lalu, menjual Lewis-Skelly bisa menjadi langkah yang masuk akal. Banyak klub di Inggris maupun Eropa diyakini tertarik padanya, sehingga Arsenal berpeluang mendapatkan biaya transfer besar.


Gabriel Martinelli Belum Berkembang Sesuai Harapan

Gabriel Martinelli dan Noni Madueke dari Arsenal merayakan gol selama pertandingan putaran ketiga Piala FA antara Portsmouth dan Arsenal di Portsmouth, Inggris, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Kin Cheung)

Jika ada satu posisi yang kemungkinan besar ingin diperkuat Arsenal musim panas ini, posisi sayap kiri adalah kandidat terkuat.

Selama beberapa musim terakhir, dua opsi utama di posisi tersebut adalah Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard. Namun performa keduanya dianggap belum cukup memuaskan.

Martinelli memang tampil baik di kompetisi piala, tetapi perkembangan pemain Brasil itu tidak sebesar yang diharapkan para pendukung sejak musim gemilang 2022/2023.

Musim tersebut bahkan kini dikenang dengan nuansa nostalgia meskipun Arsenal tetap tampil kuat di bawah Arteta.

Gaya bermain Martinelli yang langsung menyerang ke depan masih berguna bagi tim. Namun, minimnya peningkatan performa membuat sebagian pihak merasa Arsenal mungkin perlu mencari opsi baru.

Klub-klub dari Saudi Pro League sebelumnya dikaitkan dengan tawaran besar untuk Martinelli. Mengingat usianya baru 24 tahun, Arsenal kemungkinan masih bisa mendapatkan nilai transfer tinggi jika memutuskan menjualnya.


Martin Odegaard dan Perubahan Wajah Arsenal

Pemain Arsenal, Martin Odegaard, tampak lesu setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Brentford dalam laga pekan ke-26 Premier League 2025/2026, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Nama terakhir sekaligus yang paling mengejutkan adalah kapten tim, Martin Odegaard. Beberapa tahun lalu, sulit membayangkan Arsenal tanpa Odegaard.

Playmaker asal Norwegia itu tampil luar biasa dalam dua musim berturut-turut saat Arsenal menjadi penantang serius gelar liga.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir pengaruhnya mulai menurun. Arsenal bahkan sempat terbiasa bermain tanpa Odegaard musim lalu karena cedera yang ia alami.

Situasi tersebut secara tidak langsung mendorong evolusi gaya bermain Arsenal menjadi tim yang lebih tangguh secara fisik dan lebih mengandalkan situasi bola mati.

Kini muncul anggapan bahwa skuad Arsenal telah berkembang melampaui kapten mereka. Odegaard dinilai kurang memiliki kekuatan dalam transisi dan terkadang lebih sering menghilang dalam pertandingan dibanding sebelumnya.

Menjualnya mungkin terdengar seperti penistaan beberapa tahun lalu, tetapi makin banyak pendukung mulai menerima kemungkinan tersebut, terutama dengan munculnya talenta muda seperti Nwaneri dan Max Dowman.

Jika benar dilepas, Odegaard diyakini masih akan sangat cocok bermain di klub-klub besar Eropa yang mengandalkan penguasaan bola.

Namun, Arsenal tentu akan meminta harga tinggi, sesuatu yang bisa menyulitkan klub di luar Inggris untuk merekrutnya.

Sumber: Sport Illustrated

Berita Terkait