Bola.com, Jakarta - Liverpool mencapai titik terendah musim ini setelah hanya bermain 1-1 kontra tim yang sedang terpuruk, Tottenham Hotspur, Minggu (15/3/2026), di Anfield. The Reds disebut membutuhkan perombakan besar-besaran lagi pada musim panas 2026, dimulai dari posisi pelatih.
Arne Slot sebenarnya masih memiliki banyak kredit setelah sukses menggantikan Jürgen Klopp dan membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris musim lalu. Namun, upaya mempertahankan gelar praktis sudah berakhir sejak Oktober 2025, sementara performa tim terus terlihat lambat dan tidak konsisten.
Pelatih asal Belanda itu kini tampak kesulitan memperbaiki keadaan Liverpool. Situasi ini bisa sangat merugikan The Reds, yang sudah menghabiskan lebih dari £400 juta (Rp9 triliiun) pada bursa transfer musim panas lalu.
Tiket Liga Champions musim depan pun kini jauh dari kata aman. Petinggi Liverpool dinilai harus segera mengambil langkah tegas. Slot pun bukan satu-satunya sosok yang berada dalam tekanan.
Masa Depan Arne Slot Terancam
Menurut Mirror, pelatih berusia 47 tahun itu pada musim pertamanya di Inggris tetap mempertahankan gaya “heavy metal football” ala Klopp. Dengan permainan penuh energi dan intensitas tinggi, The Reds bahkan berhasil meraih gelar Premier League kedua mereka.
Namun setelah pengeluaran besar dan ekspektasi tinggi pada musim ini, Slot dinilai gagal memenuhi standar yang ia ciptakan sendiri. Kesalahan individu pemain memang turut berperan, tetapi tanggung jawab utama tetap berada di pundak sang manajer.
Permainan Liverpool kini berubah dari tempo tinggi menjadi lambat dan kurang tajam. Atmosfer di Anfield pun terasa berbeda, tribune yang biasanya bergemuruh kini cenderung sunyi, bahkan sebelum Tottenham mencetak gol penyeimbang, seolah hasil tersebut sudah terasa tak terhindarkan.
Slot memang bukan satu-satunya penyebab kemerosotan sang juara Inggris, tetapi ia terlihat mulai kewalahan. Hasil imbang ini mungkin belum menjadi pukulan terakhir baginya, namun tekanan besar kini menuntutnya membawa Liverpool melangkah jauh di Liga Champions.
Mohamed Salah Berpeluang Dilepas
Selain pelatih, beberapa pemain juga dinilai tidak lagi memenuhi ekspektasi. Siapa saja yang kemungkinan bakal didepak pada akhir musim ini?
Masa depan Mohamed Salah di klub terlihat semakin tidak pasti setelah menjalani musim yang mengecewakan serta konflik dengan Slot pada Desember lalu. Musim panas ini bisa menjadi kesempatan terakhir Liverpool mendapatkan nilai transfer besar dari sang “Raja Mesir”, yang performanya mulai menurun.
Meski merupakan salah satu pemain terbaik dalam sejarah Liverpool, keputusan mencadangkan Salah kini tidak lagi mengejutkan seperti sebelumnya. Tiga peluang yang gagal ia manfaatkan dalam laga terakhir juga menunjukkan ketajamannya tak lagi sama.
Andy Robertson, Cody Gakpo, dan Federico Chiesa Masuk Daftar
Rekan lamanya, Andy Robertson, juga dinilai berpotensi menyusul keluar. Meski memiliki pengalaman dan sikap positif, bek kiri asal Skotlandia itu sudah tidak lagi menunjukkan energi yang sama seperti sebelumnya.
Penampilannya saat melawan Spurs dianggap sebagai bukti kontraknya tidak perlu diperpanjang.
Di lini serang, Cody Gakpo dan Federico Chiesa juga terus mengecewakan. Chiesa bahkan terlihat tidak mendapat kepercayaan penuh dari pelatih. Ia hanya dimasukkan di akhir pertandingan sebagai upaya terakhir mencetak gol, dan bahkan disebut sudah kalah bersaing dari pemain muda 17 tahun Rio Ngumoha.
Sementara itu, performa impresif Gakpo sebagai pemain pengganti musim lalu belum mampu ia bawa saat menjadi starter. Produktivitasnya menurun dan kesempatannya untuk kembali mendapatkan dukungan penuh fans semakin menipis.
Alexis Mac Allister dan Joe Gomez Terancam
Di lini tengah, Alexis Mac Allister juga dinilai mengalami penurunan performa. Komentator Jamie Carragher bahkan menyebut gelandang Argentina itu terlihat kehilangan kecepatan dan kontrol permainan yang dulu menjadi kekuatannya.
Nama terakhir yang disebut mungkin perlu mencari klub baru adalah Joe Gomez.
Bek asal Inggris tersebut merupakan pemain yang paling lama membela Liverpool saat ini, tetapi penampilannya yang lambat saat menghadapi Tottenham menunjukkan bahwa ia mungkin tidak lagi mampu bersaing di level bek tengah elite, mungkin juga karena banyaknya cedera yang ia alami sepanjang kariernya.
Sumber: Mirror