Bola.com, Jakarta - Momen menarik terjadi usai tuan rumah Como mengalahkan AS Roma dengan skor 2-1 pada lanjutan Serie A 2025/2026 hari Senin (16/03/2026) dini hari WIB.
Laga ini berlangsung panas lantaran pertemuan langsung dua tim yang sedang berebut tiket ke zona Liga Champions musim depan.
Usai laga, ada momen pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini menolak berjabat tangan dengan jurutaktik Como Cesc Fabregas.
Cesc Fabregas yang berstatus lebih junior menyebut sikap sang senior Gian Piero Gasperini sebagai bentuk tidak respek dengan rival.
Kata-kata Fabregas Mengenai Sikap Gasperini
"Dalam dua tahun ini, saya rasa tidak pernah ada satu pun kesempatan di mana saya tidak berjabat tangan dengan rekan saya, baik saat saya kalah, diusir dari lapangan, marah, atau senang,” kata Fabregas soal sikap Gasperini.
"Saya pikir ini soal rasa hormat. Saat pertandingan berakhir, Anda pergi dan berjabat tangan, bahkan jika Anda kalah dalam keadaan yang Anda rasa tidak adil."
"Ketika dia pergi tanpa melakukannya, itu sedikit membuat saya sedih, tetapi kemudian saya pikir itu bukan apa-apa," tambahnya.
Balasan Gasperini
Gian Piero Gasperini membalas Cesc Fabregas setelah kontroversi jabat tangan pasca pertandingan. Berbicara kepada ANSA, melalui Corriere dello Sport, Gasperini menunjukkan sedikit minat pada bahasa diplomatis.
“Como adalah tim yang kuat, tetapi saya tidak menghormati perilaku mereka, di lapangan atau di pinggir lapangan,” kata Gasperini lugas.
Tanggapan Gasperini menunjukkan bahwa perasaan tidak enak tersebut jauh lebih dalam daripada sekadar jabat tangan yang terlewatkan.
Rujukannya pada perilaku “di lapangan dan di pinggir lapangan” menyiratkan keluhan yang lebih luas terhadap perilaku Como sepanjang pertandingan, kemungkinan terkait dengan kartu kuning kedua yang diterima pemain AS Roma Wesley.
Sumber: Football Italia