Gary Neville Kritik Keras Chelsea soal Ritual Huddle Pra-Pertandingan: Omong Kosong dan Cuma untuk Gimmick

Perdebatan soal aksi huddle pemain kembali mencuat setelah laga antara Chelsea dan Newcastle United. Upaya The Blues untuk berkumpul di lingkaran tengah lapangan sebelum kickoff justru memicu kontroversi.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 16 Maret 2026, 22:00 WIB
Rutinitas Chelsea sebelum kick-off. (Standard)

Bola.com, Jakarta - Perdebatan soal aksi huddle pemain kembali mencuat setelah laga antara Chelsea dan Newcastle United. Upaya The Blues untuk berkumpul di lingkaran tengah lapangan sebelum kickoff justru memicu kontroversi.

Insiden itu terjadi sesaat sebelum pertandingan dimulai. Para pemain Chelsea berusaha berkumpul di tengah lapangan untuk melakukan huddle sebagai simbol kebersamaan tim.

Advertisement

Namun rencana tersebut gagal terlaksana. Wasit pertandingan, Paul Tierney, sudah berdiri di area tersebut dan menolak bergeser, sehingga para pemain Chelsea tidak dapat melakukan huddle seperti yang mereka rencanakan.

Situasi itu kemudian memicu perdebatan, termasuk dari mantan bek Manchester United, Gary Neville, yang memberikan kritik tajam terhadap aksi tersebut.

 


Gary Neville: Huddle Itu Cuma Pertunjukan

Rutinitas Chelsea sebelum kick-off. (AFP / Jon Super)

Gary Neville menilai tradisi huddle sebelum pertandingan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap performa tim di lapangan.

Menurutnya, jika sebuah tim membutuhkan motivasi tambahan hanya beberapa detik sebelum kickoff, maka ada yang salah dengan proses persiapan mereka sebelumnya.

“Saya pikir itu sangat aneh. Benar-benar aneh. Saya memang tidak pernah menyukai huddle,” ujar Neville.

“Jika Anda sudah mempersiapkan diri selama tujuh bulan dalam satu musim, empat hari sebelum pertandingan, lalu masih membutuhkan huddle sepuluh detik sebelum kickoff untuk saling memotivasi, berarti ada yang salah dengan persiapan Anda.”

Neville menegaskan bahwa semua aspek pertandingan seharusnya sudah dipersiapkan jauh sebelum para pemain memasuki lapangan.

“Tidak ada kata-kata yang bisa membantu Anda beberapa detik sebelum pertandingan dimulai. Semua persiapan sudah dilakukan. Anda sudah menganalisis lawan dan tahu bagaimana menciptakan peluang.”

“Sepuluh menit sebelum keluar dari ruang ganti, semua hal sudah dibicarakan. Jadi apa lagi yang ingin dibahas di huddle di tengah lapangan? Itu hanya untuk pertunjukan.”

Ia juga menilai para penggemar tidak akan mudah terpengaruh oleh gestur tersebut.

“Para fans tidak akan tertipu oleh hal seperti itu. Mereka akan menilai Anda dari performa di lapangan.”

“Itu juga tidak akan mengintimidasi tim yang kuat. Newcastle tidak terintimidasi sama sekali. Melakukannya di tengah lapangan terasa seperti mencari gimmick agar orang percaya Anda memiliki semangat tim.”

“Saya pikir itu omong kosong. Seluruh hal itu omong kosong. Sebaiknya hentikan saja.”

 


Liam Rosenior Protes ke PGMOL

Di sisi lain, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, justru merasa keputusan wasit tidak tepat.

Setelah pertandingan, Rosenior mengaku belum sempat berbicara langsung dengan Paul Tierney maupun perangkat pertandingan lainnya. Namun ia berencana menghubungi otoritas wasit Inggris untuk meminta penjelasan.

Organisasi yang dimaksud adalah Professional Game Match Officials Limited atau PGMOL.

“Saya tidak berbicara dengan Paul hari ini atau dengan para ofisial lainnya. Saya merasa keputusan itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan,” kata Rosenior.

“Saya akan berbicara dengan PGMOL. Saya ingin berbicara dengan para wasit untuk memahami mengapa hal itu terjadi.”

Menurut Rosenior, berdasarkan aturan yang ia pahami, posisi pemain di lapangan sebelum kickoff seharusnya tidak menjadi masalah selama tidak mengganggu waktu pertandingan.

“Kami diberi tahu dalam buku peraturan bahwa semuanya berkaitan dengan waktu. Anda boleh berada di mana saja selama tidak mengganggu timing.”

Meski demikian, Rosenior menegaskan bahwa polemik ini sebenarnya bukan hal paling penting dibandingkan apa yang terjadi di lapangan.

“Saya hanya ingin mencari solusi karena sebenarnya kita sedang membicarakan sesuatu yang tidak sepenting apa yang terjadi di lapangan.”

Berita Terkait