Paolo Di Canio Semprot AC Milan Usai Tumbang dari Lazio: Tim Tanpa Kepribadian, Hanya Luka Modric yang Layak Dipuji

Kekalahan yang dialami AC Milan dari Lazio memicu kritik tajam dari berbagai pihak. Hasil buruk itu dinilai semakin mempersulit langkah Rossoneri dalam perburuan gelar Serie A musim ini.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 17 Maret 2026, 03:30 WIB
Skuad AC Milan memeluk Mike Maignan usai laga lawan Inter Milan di pekan ke-12 Serie A 2025/2026 di Giuseppe Meazza, Senin (24/11/2025) (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan yang dialami AC Milan dari Lazio memicu kritik tajam dari berbagai pihak. Hasil buruk itu dinilai semakin mempersulit langkah Rossoneri dalam perburuan gelar Serie A musim ini.

AC Milan harus mengakui keunggulan Lazio setelah takluk 0-1 pada pertandingan yang digelar di Stadio Olimpico, Minggu malam waktu setempat. Kekalahan tersebut datang pada momen yang sebenarnya sangat krusial bagi tim asuhan Massimiliano Allegri.

Advertisement

Sehari sebelumnya, pemuncak klasemen Inter Milan hanya bermain imbang 1-1 melawan Atalanta. Situasi itu sebenarnya membuka peluang bagi Milan untuk memangkas jarak dengan sang rival sekota.

Namun kesempatan tersebut justru terbuang. Alih-alih mendekat, Milan kini tertinggal delapan poin dari Inter dengan sembilan pertandingan tersisa hingga akhir musim.

 


Di Canio Sebut Milan Minim Kepribadian

Bertanding di Olimpico Stadium pada Minggu 15 Maret 2026 waktu setempat atau Senin (16/3/2026) dini hari WIB, kedua tim sama-sama tampil penuh kehati-hatian untuk membangun serangan. Tampak dalam foto, bek AC Milan asal Swiss, Zachary Athekame (kiri) menyundul bola saat pertandingan pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026 melawan Lazio di Olimpico Stadium, Roma, Minggu 15 Maret 2026 waktu setempat atau Senin (16/3/2026) dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Mantan striker Italia, Paolo Di Canio, menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik performa Milan setelah kekalahan tersebut.

Berbicara dalam program Sky Calcio Club di Sky Sports Italia, Di Canio menilai Milan tampil tanpa karakter dan kepribadian yang kuat di lapangan.

“Milan selalu kesulitan menghadapi tim, bahkan tim yang secara kualitas tidak lebih baik dari Lazio, terutama ketika mereka harus mengembangkan permainan sendiri,” ujar Di Canio.

Menurutnya, masalah utama Milan bukan hanya soal taktik, tetapi juga mentalitas tim yang dinilai kurang kuat dalam menghadapi tekanan.

“Milan adalah tim tanpa kepribadian,” tegasnya.

 


Rafael Leao Jadi Sorotan Kritik

Penyerang AC Milan, Rafael Leao, tampak kesal ketika ditarik keluar saat bersua Lazio pada laga pekan ke-29 Serie A di Stadio Olimpico, Roma, Senin (16/03/2026) dini hari WIB. (AFP/Alberto PIZZOLI)

Dalam analisisnya, Di Canio juga menyoroti performa beberapa pemain kunci Milan, termasuk Rafael Leao.

Ia menilai penyerang asal Portugal tersebut kurang memberikan kontribusi maksimal sepanjang pertandingan.

“Leao hanya berjalan-jalan di lapangan dan hanya memberi solusi saat serangan balik,” kata Di Canio.

“Tidak bisa memiliki pemain yang berjalan selama 70 menit ketika pemain lain bekerja keras. Lalu dia marah karena tidak diberi bola. Itu harus diselesaikan oleh Allegri.”

Selain Leao, beberapa pemain lain seperti Christian Pulisic juga disinggung dalam kritik tersebut karena dinilai tidak mampu memberikan dampak yang cukup di lini serang.

 


Luka Modric Jadi Satu-satunya yang Dipuji

Di tengah kritik keras terhadap performa Milan, Di Canio menyebut ada satu pemain yang justru tampil cukup baik, yakni Luka Modric.

Gelandang veteran asal Kroasia itu dianggap menunjukkan kualitas dan semangat yang berbeda dibandingkan rekan-rekannya di lapangan.

“Biarkan Modric saja, dia membuat saya terkesan,” ujar Di Canio.

Ia menilai Modric tetap mampu menunjukkan kelasnya meskipun tim secara keseluruhan tampil kurang meyakinkan.

Dengan kekalahan ini, peluang AC Milan untuk terlibat dalam perburuan gelar Serie A musim ini semakin berat. Jika tidak segera bangkit dalam sembilan pertandingan tersisa, Rossoneri terancam kehilangan kesempatan untuk menekan Inter Milan di puncak klasemen.

Berita Terkait