AC Milan dan Inter Milan Rajai Pendapatan Sponsor Jersey di Serie A, Kesenjangan Besar dengan Klub Lain: Lazio Paling Merana

Berapa penghasilan klub-klub Liga Italia dari sponsorship di jersey tim? Inter Milan dan AC Milan sama-sama berada di puncak daftar pendapatan sponsor jersey di Serie A.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 18 Maret 2026, 14:30 WIB
Rafael Leao dari AC Milan berduel dengan Manuel Akanji dari Inter Milan dalam laga Serie A di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Berapa penghasilan klub-klub Liga Italia dari sponsorship di jersey tim? Fakta pertama adalah Inter Milan dan AC Milan sama-sama berada di puncak daftar pendapatan sponsor jersey di Serie A.

Namun, kesenjangan antara klub-klub besar dan sisanya masih sangat mencolok. Bahkan, untuk satu klub, “kesunyian komersial” terasa begitu nyata.

Advertisement

Mari dibedah pendapatan klub Liga Italia dari sponsor jersey ini. Menurut laporan dari CalcioMercato seperti dikutip dari Football Italia, Rabu (18/3/2026), Inter Milan dan AC Milan sama-sama mengantongi €30 juta (Rp586 miliar) per musim dari sponsor utama mereka.

Inter mendapatkan pemasukan dari Bettson, yang logonya tampil sebagai Bettson.sport di jersey. Ini menjadi solusi untuk mematuhi aturan di Italia yang melarang sponsor judi secara langsung.

Sementara itu, kerja sama AC Milan dengan Emirates juga bernilai sama musim ini, meski kontrak baru yang telah disepakati akan meningkat menjadi €35 juta (Rp683,7 miliar) mulai musim 2026/2027.

 


Pendapatan Juventus Turun

Dusan Vlahovic dari Juventus merayakan gol yang mengubah skor jadi 2-0 dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Udinese di Allianz Stadium, Minggu, 18 Mei 2025. (Spada/LaPresse via AP)

Di sisi lain, Juventus mengalami penurunan drastis dalam pendapatan komersial dari sektor ini.

Setelah satu musim penuh tanpa sponsor jersey (Save the Children tidak memberikan nilai finansial), Juventus kini kembali memakai Jeep sebagai sponsor. Namun, kesepakatan ini merupakan bagian dari pengaturan internal Exor, dengan nilai €19 juta (Rp371,1 miliar) musim ini dan naik menjadi €23 juta (Rp449,3 miliar) musim depan.

Angka tersebut jauh dari puncak sebelumnya yang mencapai €45 juta (Rp879,1 miliar).


Napoli dan AS Roma Naik, Lazio Merana

Memasuki babak kedua, AC Milan langsung tancap gas. Rossoneri mencoba untuk mengejar ketertinggalan. Tampak dalam foto, bek AC Milan asal Swiss, Zachary Athekame (kiri), berebut bola dengan gelandang Lazio asal Italia, Mattia Zaccagni (kanan), selama pertandingan pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026 di Olimpico Stadium, Roma, Minggu 15 Maret 2026 waktu setempat atau Senin (16/3/2026) dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Kesepakatan Napoli dengan MSC Crociere bernilai €9 juta (Rp175,8 miliar) musim ini dan diperkirakan meningkat pada musim berikutnya.

Sementara itu, AS Roma baru saja mengumumkan sponsor baru, Eurobet.live. Ini juga model kerja sama yang juga berkaitan dengan industri taruha. Kesepakatan tersebut bernilai €8 juta (Rp156,2 miliar) musim ini dan €13 juta (Rp253,9 miliar) mulai musim depan.

Namun, di sisi lain kota, Lazio menjadi satu-satunya klub Serie A yang belum memiliki sponsor jersey.  Presiden Claudio Lotito belum berhasil mengamankan kerja sama komersial.

 


Angka Menarik

Bek Como asal Jerman Marc Oliver Kempf merayakan gol pertamanya bersama rekan satu timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada 19 Oktober 2025. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Beberapa angka menarik juga datang dari klub-klub milik keluarga dengan sponsor internal. Fiorentina menerima €25 juta (Rp488,4 miliar) dari Mediacom, yaitu perusahaan yang terkait dengan keluarga mendiang Rocco Commisso. Sementara Sassuolo mendapatkan €18 juta (Rp351,6 miliar) dari Mapei.

Di sisi lain, angka yang diperoleh klub-klub kecil jauh lebih rendah. Bologna menerima €3 juta (Rp56,8 miliar) dari bisnis milik pemiliknya Joey Saputo, Atalanta mendapatkan €5 juta (Rp97,6 miliar) dari Lete, dan Cagliari Calcio memperoleh €3,6 juta (Rp70,3 miliar) dari pemerintah daerah Sardinia.

Kemudian ada Torino (Suzuki, Rp45,9 miliar), Parma (Prometeon, Rp29,3 miliar), Udinese (wilayah Friuli Venezia Giulia, Rp29,3 miliar), dan Genoa (Pulsee, Rp23,4 miliar).

Sementara itu, Hellas Verona, Lecce, dan Como 1907 masing-masing mendapatkan €1 juta (Rp19,5 miliar).

Di posisi paling bawah, Pisa hanya memperoleh €700 ribu (Rp1,36 miliar) dari Cetilar, yang juga menjadi sponsor stadion mereka.   

Sumber: Football Italia

Berita Terkait