Pengamat Bola Malaysia: Pelanggaran Naturalisasi Berujung WO, Harimau Malaya Alami Kemunduran Besar

Pengamat sepak bola Malaysia, Zulakbal Abd Karim, menyebut Harimai Malaya berada di titik nadir setelah mendapat sanksi WO di Kualifikasi Piala Asia 2027.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 19 Maret 2026, 04:45 WIB
Pemain Tmnas Vietnam, Chau Ngoc Quang (kiri), berebut bola dengan pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces (2 kiri), dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia AFC Grup F di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 10 Juni 2025. (Mohd RASFAN / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pengamat sepak bola Malaysia, Zulakbal Abd Karim, menyebut Harimai Malaya berada di titik nadir setelah mendapat sanksi WO di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Kasus ini bermula dari keputusan Komite Disiplin dan Etika AFC yang membatalkan hasil dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 yang melibatkan Malaysia melawan Nepal dan Vietnam.

Advertisement

Dalam putusan tersebut, FAM dinyatakan melanggar aturan karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat tampil.

Pelanggaran itu berkaitan dengan kasus pemalsuan dokumen 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang sebelumnya telah diproses hingga ke Court of Arbitration for Sport (CAS), di mana banding yang diajukan FAM bersama tujuh pemainnya ditolak.

Tujuh pemain yang terlibat dalam kasus ini antara lain Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

 

 


Pukulan Telak

Laga Timnas Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (10-6-2025). (Dok. vff.org.vn)

Situasi ini sebagai pukulan besar bagi tim nasional. Ia bahkan menyebut laga melawan Vietnam sudah tidak lagi memiliki arti dari segi kelolosan.

Menurutnya, para pemain kini menghadapi ujian karakter terbesar dan harus tetap berjuang demi harga diri negara meski peluang lolos sudah tertutup.

“Ini mungkin titik terendah dalam sejarah sepak bola negara sejak skandal besar sebelumnya. Pemain tidak bersalah, tetapi mereka harus menanggung dampaknya. Jadi mereka harus bermain demi kehormatan,” ujarnya dikutip Berita Harian.


Harga Diri yang Tersisa

Timnas Malaysia. (Bola.com/Dok.Facebook Timnas Malaysia).

Zulakbal juga menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran besar bagi FAM agar tidak mengambil jalan pintas dalam membangun tim nasional.

“Malaysia sebenarnya mampu menang tanpa pemain tersebut, terutama saat melawan Nepal. Ke depan, integritas harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Kini, meskipun peluang tampil di Piala Asia 2027 sudah tertutup, Timnas Malaysia tetap dituntut untuk menutup kualifikasi dengan penuh harga diri saat menghadapi Vietnam.   

Sumber: Berita Harian

Berita Terkait