Liga Champions: Slot Angkat Topi untuk Mentalitas Mo Salah usai Gagal Penalti

Arne Slot memuji mentalitas Mohamed Salah usai bangkit dari kegagalan penalti di laga Liga Champions melawan Newcastle.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Maret 2026, 14:45 WIB
Sejak awal laga Liverpool tampil menekan dan menciptakan banyak peluang. Dominasi tuan rumah akhirnya berbuah empat gol yang memastikan mereka melangkah ke babak delapan besar. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Liverpool, Arne Slot, memberikan pujian khusus kepada Mohamed Salah atas mentalitasnya setelah bintang The Reds itu bangkit dari kegagalan penalti dan tampil gemilang dalam kemenangan 4-0 atas Galatasaray di leg kedua 16 besar Liga Champions, Kamis dini hari WIB.

Salah sempat mengalami momen sulit di babak pertama. Setelah Dominik Szoboszlai membuka keunggulan, penyerang asal Mesir itu gagal mengeksekusi penalti jelang turun minum, tembakannya yang kurang meyakinkan berhasil ditepis kiper Ugurcan Cakir.

Advertisement

Namun, pemain berusia 33 tahun itu menunjukkan respons luar biasa selepas jeda. Ia berkontribusi dalam gol kedua Liverpool dengan memberi assist kepada Hugo Ekitike, sebelum bola muntah dimanfaatkan Ryan Gravenberch.

Tak berhenti di situ, Salah kemudian mencetak gol khasnya, menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan melengkung kaki kiri ke sudut gawang.

Gol tersebut sekaligus menandai dirinya sebagai pemain Afrika pertama yang mencapai 50 gol di Liga Champions, sekaligus membantu Liverpool membalikkan defisit 0-1 dari leg pertama. 


Situasi Mirip

Kiper Galatasaray asal Turki #01 Ugurcan Cakir (kiri) melakukan penyelamatan di depan penyerang Liverpool asal Mesir #11 Mohamed Salah selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Galatasaray di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut pada 19 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Secara statistik, Salah mencatat expected goals (xG) sebesar 2,42, sementara total xG Liverpool mencapai 5,02 dalam pertandingan tersebut.

Slot menilai momen kegagalan penalti justru menunjukkan kekuatan mental pemainnya.

"Itu menunjukkan banyak tentang dirinya. Gagal penalti menjelang akhir babak pertama kadang bisa sangat berat, baik bagi individu maupun tim," kata Slot.

Ia juga menyoroti bagaimana Liverpool kerap menciptakan banyak peluang sepanjang musim, tetapi tidak selalu mampu mengonversinya menjadi gol.

"Kami mengalami banyak situasi seperti itu musim ini, di mana kami menciptakan peluang demi peluang tanpa mendapatkan hasil yang sepadan."


Cermin Kekuatan Mental

Mohamed Salah dari Liverpool merayakan setelah mencetak gol keempat timnya selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Liverpool dan Galatasaray, di Liverpool, Inggris, Kamis (19-3-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Namun, respons di babak kedua dinilai sangat positif.

"Mo dan tim tampil berbeda di babak kedua. Ia memberi assist yang luar biasa untuk Hugo, lalu mencetak gol khasnya yang sudah sering ia lakukan di stadion ini, menusuk ke dalam dan menemukan sudut gawang," ucap Slot.

Menurut Slot, performa tersebut mencerminkan kekuatan mental tim secara keseluruhan.

"Itu menunjukkan kekuatan mentalnya, juga mental tim, karena kami memang sering menghadapi situasi sulit musim ini," ujarnya.

Slot juga mengungkapkan bahwa Salah ditarik keluar bukan karena faktor performa, melainkan kondisi fisik.

"Ia keluar bukan karena sudah mencetak cukup gol, tetapi karena merasakan sesuatu. Kita lihat kondisinya untuk akhir pekan nanti."


Komentar tentang PSG

Gol-gol kemenangan Liverpool dicetak Dominik Szoboszlai pada menit ke-25, Hugo Ekitike menit ke-51, Ryan Gravenberch menit ke-53, dan Mohamed Salah menit ke-62. (AP Photo/Jon Super)

Kemenangan ini memastikan Liverpool melaju ke perempat final dan akan kembali bertemu Paris Saint-Germain (PSG), yang musim lalu menyingkirkan mereka lewat adu penalti.

"Ketika Anda mencapai fase ini, hampir pasti Anda akan bertemu PSG," ujar Slot.

"Mereka tim luar biasa. Kami merasakannya musim lalu saat bermain tandang, sangat sulit. Di Anfield, kami memainkan pertandingan fantastis, mungkin yang terbaik dalam karier saya sebagai pelatih dari sisi kualitas permainan," tutur pelatih berusia 47 tahun itu.

Meski puas, suksesor Jurgen Klopp itu menegaskan timnya harus menjaga konsistensi hingga akhir musim.

"Kami harus mencari konsistensi. Performa seperti ini sulit diulang, xG 5,02 di Liga Champions dengan hanya memberi peluang 0,18 kepada lawan, itu tidak mudah," katanya.

 

Sumber: The Independent

Berita Terkait