Malaysia Siap Tempuh Jalur Hukum setelah Gugur WO di Kualifikasi Piala Asia, Laga Vs Vietnam Jadi Harga Diri

CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, menghormati keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia soal pengurangan enam poin, namun akan meninjau lewat jalur hukum.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 19 Maret 2026, 18:15 WIB
Ilustrasi FAM, Timnas Malaysia. (Dok. fam.org.my)

Bola.com, Jakarta - Federasi sepak bola Malaysia memastikan tidak akan menyerah meski mendapat sanksi pengurangan poin dalam kualifikasi Piala Asia 2027. Tim Harimau Malaya tetap fokus menatap laga terakhir grup melawan Vietnam pada 31 Maret 2026

CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan yang dikeluarkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia terkait pengurangan enam poin. Namun, ia menegaskan bahwa kasus tersebut akan ditinjau melalui jalur hukum yang sesuai.

Advertisement

“Kami menghormati proses regulasi kompetisi. Pada saat yang sama, masalah ini sedang kami kaji melalui jalur hukum yang tepat,” ujar Friend dalam pernyataan resminya.

Sanksi tersebut dijatuhkan setelah Malaysia terbukti menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan tahun lalu. Pelanggaran itu terkait Pasal 56 dalam kode disiplin dan etika AFC.


Kalah WO, Gagal ke Piala Asia

Laga Timnas Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (10-6-2025). (Dok. vff.org.vn)

Akibatnya, dua kemenangan Malaysia harus dianulir menjadi kekalahan 0-3. Pertandingan tersebut adalah kemenangan 2-0 atas Nepal di Stadion Sultan Ibrahim serta kemenangan 4-0 atas Vietnam di Stadion Nasional Bukit Jalil.

Selain pengurangan poin, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga dikenai denda sebesar 50.000 dolar AS.

Dampak dari sanksi ini membuat Malaysia kini berada di posisi kedua Grup F dengan sembilan poin, tertinggal dari Vietnam yang memuncaki klasemen dengan 15 poin. Bahkan jika menang di laga terakhir, Malaysia tetap tidak bisa melampaui Vietnam.

Meski begitu, Friend menegaskan bahwa tim akan tetap berjuang dengan semangat tinggi seperti yang mereka tunjukkan sepanjang tahun lalu.

“Fokus kami saat ini adalah persiapan menghadapi Vietnam. Tim akan tampil dengan keyakinan, ketangguhan, dan disiplin yang sama seperti sepanjang 2025,” tambahnya.


Periode Sulit

Pemain Tmnas Vietnam, Chau Ngoc Quang (kiri), berebut bola dengan pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces (2 kiri), dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia AFC Grup F di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 10 Juni 2025. (Mohd RASFAN / AFP)

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang terus memberikan dukungan kepada tim nasional.

Di sisi lain, situasi semakin sulit bagi Malaysia setelah tujuh pemain naturalisasi atau heritage dijatuhi larangan bermain selama 12 bulan oleh FIFA. Sanksi tersebut diberikan karena pemalsuan dokumen kelayakan pemain.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Malaysia kini berada dalam tekanan besar. Namun, Harimau Malaya tetap bertekad menutup fase grup dengan hasil terbaik sekaligus memperjuangkan keadilan atas sanksi yang diterima.   

Sumber: The Star

Berita Terkait