Wawancara Ivan Kolev Jelang FIFA Series 2026: Dulu, Saya Utamakan Pemain Lokal dan Menentang Banyak Naturalisasi di Timnas Indonesia

Ivan Venkov Kolev bercerita panjang lebar mengenai pengalamannya berkarier sebagai pelatih di Indonesia, termasuk menangani Timnas Indonesia dalam dua periode pada 2002-2004 dan 2007. (uds)

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 19 Maret 2026, 19:15 WIB
Ivan Kolev. Pelatih asal Bulgaria ini menjadi pelatih kedua yang mampu mengantar Timnas Indonesia menggapai posisi runner-up pada Piala AFF 2002. Dalam ajang yang merupakan edisi keempat dan digelar di Jakarta, Indonesia kembali kalah dari Thailand melalui adu penalti 2-4 (2-2). (AFP/Jewel Samad)

Bola.com, Sofia - Ivan Venkov Kolev bercerita panjang lebar mengenai pengalamannya berkarier sebagai pelatih di Indonesia, termasuk menangani Timnas Indonesia dalam dua periode pada 2002-2004 dan 2007.

Kolev diwawancarai oleh media Bulgaria, Darik Radio dan Dsport, menjelang partisipasi tim nasional negaranya, Timnas Bulgaria, di FIFA Series 2026 yang akan digelar di Indonesia.

Advertisement

Selain Bulgaria dan Timnas Indonesia, FIFA Series 2026 yang terpusat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada 27-30 Maret 2026 itu juga bakal diikuti Timnas Kepulauan Solomon dan Timnas Saint Kitts dan Nevis.

Kolev menyinggung fenomena naturalisasi pemain yang dilakukan oleh Timnas Indonesia pada saat ini, berbanding terbalik dengan eranya yang saat itu memprioritaskan pemain lokal.


Ungkapan Ivan Kolev

Pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev, mengamati permainan anak asuhnya saat melawan Shan United pada laga Piala AFC 2019 di SUGBK, Jakarta, Rabu (15/5). Persija menang 6-1 atas Shan United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Namun, Kolev secara spesifik menyebut naturalisasi pemain asing, yang dapat ditafsirkan sebagai pemain yang tidak punya darah Indonesia, bukan pemain keturunan maupun diaspora.

"Perbandingan dengan masa ketika saya masih di sana sulit. Pada masa saya, atas desakan saya, ketika saya berada di tim nasional, saya sangat mengutamakan pemain lokal dan menentang naturalisasi terlalu banyak pemain asing," ujar Kolev.

"Sekarang saya melihat ada 5-6 pemain asing di klub. Tim nasional juga dipenuhi pemain asing."

"Di sana mereka menganggap itu bermanfaat bagi mereka. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia," kata arsitek berusia 68 tahun tersebut.


Soroti Kebiasaan Sepak Bola Indonesia

Selain itu, Kolev juga menyoroti kebiasaan sepak bola Indonesia yang lebih memercayai nakhoda asing daripada juru taktik lokal. Dia menilainya sebagai suatu kesalahan.

"Mereka mencari pelatih yang memiliki otoritas lebih besar," tutur Kolev.

"Mungkin pelatih lokal dianggap tidak cukup berwibawa, yang tentu saja merupakan kesalahan, tetapi itulah penilaian mereka," ucapnya.


Kiprah Ivan Kolev di Indonesia

Bisa dibilang, sebagian kiprah kepelatihan Kolev dihabiskan di Indonesia. Selain Timnas Indonesia, ia juga pernah memimpin Persija Jakarta pada 1999-2000 dan 2019, Mitra Kukar pada 2004-2005, Persipura Jayapura pada 2007, Sriwijaya FC pada 2010-2011, sertaPS TNI pada 2017.

Kini, Kolev sedang nyaman mengomandoi FC Chernomorets 1919 Burgas, klub kasta kedua Liga Bulgaria.

Sumber: Darik Radio dan Dsport

Berita Terkait