Keluhan Palestina Ditolak, FIFA Tak Bekukan Israel dan Hanya Jatuhkan Denda atas Kasus Diskriminasi

FIFA memutuskan tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap Israel menyusul keluhan resmi yang diajukan Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) pada 2024.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Maret 2026, 07:45 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Bola.com/Dok.FIFA).

Bola.com, Jakarta - FIFA memutuskan tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap Israel terkait keluhan resmi yang diajukan Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) pada 2024, termasuk permintaan untuk membekukan keanggotaan Israel.

Meski begitu, badan sepak bola dunia itu tetap menjatuhkan denda kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) sebesar 150.000 franc Swiss (sekitar Rp3,2 miliar).

Advertisement

Sanksi tersebut diberikan atas pelanggaran disiplin yang mencakup diskriminasi dan pelecehan rasial, serta perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play.

Selama ini, pihak sepak bola Palestina berulang kali menilai Israel melanggar statuta FIFA karena mengizinkan klub-klub yang berbasis di permukiman Tepi Barat untuk berkompetisi di liga nasionalnya.


Pernyataan FIFA

Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Dalam pernyataannya, FIFA menyebut tidak ada tindakan yang perlu diambil dalam kasus tersebut.

"FIFA tidak boleh mengambil langkah apa pun mengingat, dalam konteks penafsiran ketentuan Statuta FIFA yang relevan, status hukum final Tepi Barat masih belum terselesaikan dan merupakan isu yang sangat kompleks dalam hukum internasional publik," demikian pernyataan resmi FIFA.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga menegaskan bahwa organisasinya tidak memiliki kapasitas untuk menyelesaikan konflik geopolitik.

"FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik," kata Infantino.

Ia menambahkan, sepak bola tetap diharapkan menjadi sarana untuk menjembatani perbedaan.

"Namun, kami berkomitmen memanfaatkan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia FIFA untuk membangun jembatan dan mendorong perdamaian, sementara pikiran kami tertuju pada mereka yang menderita akibat perang yang masih berlangsung," ujarnya.


Rencana Komprehensif

Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

Penyelidikan disiplin terhadap sepak bola Israel telah dibuka sejak 18 bulan lalu, menyusul keluhan resmi dari federasi Palestina.

Sebagai bagian dari sanksi, FIFA mewajibkan sepertiga dari total denda digunakan oleh otoritas sepak bola Israel untuk menjalankan "rencana komprehensif" guna menindak diskriminasi dan mencegah kejadian serupa terulang.

Rencana tersebut harus mendapat persetujuan FIFA dan mencakup sejumlah aspek penting, yakni reformasi, protokol, pemantauan, serta kampanye edukasi baik di stadion maupun melalui kanal resmi sepanjang satu musim penuh.

Dalam putusannya, panel hakim FIFA juga menekankan bahwa mereka tidak bisa mengabaikan konteks kemanusiaan yang lebih luas di mana sepak bola beroperasi. Mereka menegaskan, sepak bola harus tetap menjadi wadah untuk perdamaian, dialog, dan saling menghormati.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait