Italiano: Bologna Sudah Mendaki Gunung Roma, Kini Underdog Lagi Hadapi Aston Villa

Vincenzo Italiano menyebut Singkirkan Roma, Italiano Sebut Bologna Lakukan Hal Luar Biasa

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Maret 2026, 08:40 WIB
Bertanding di leg kedua 16 besar Liga Europa 2025/2026, Bologna unggul agregat 5-4 atas AS Roma. Tampak dalam foto, penyerang Bologna asal Italia, Nicolo Cambiaghi, merayakan golnya pada pertandingan leg kedua 16 besar Liga Europa 2025/2026 melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Kamis (19/3/2026) waktu setempat atau Jumat 20 Maret 2026 dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Bologna, Vincenzo Italiano, tak ragu mengakui keunggulan Roma, tetapi ia menegaskan tim asuhannya berhasil melampaui batas untuk memastikan tiket ke perempat final Liga Europa.

Italiano juga sudah mengantisipasi status timnya sebagai underdog saat menghadapi Aston Villa di babak berikutnya.

Advertisement

Bologna akan berhadapan dengan Aston Villa di perempat final, dengan leg pertama dijadwalkan berlangsung di Stadio Dall'Ara pada 10 April, sebelum leg kedua digelar di Villa Park sepekan kemudian.

"Kami sudah dua kali menghadapi Aston Villa di kandang mereka, jadi kami kembali datang dengan kesadaran bahwa kami adalah underdog. Tapi, kami akan menyiapkan sesuatu dan mencoba melakukan hal luar biasa lagi," kata Italiano kepada Sky Sport Italia.


Pencapaian Besar

Pemain Bologna merayakan gol yang dicetak Santiago Castro pada pertandingan leg kedua 16 besar Liga Europa 2025/2026 melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Kamis (19/3/2026) waktu setempat atau Jumat 20 Maret 2026 dini hari WIB. Bologna lolos ke perempat final Liga Europa 2025/2026 setelah mengalahkan AS Roma 4-3. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Sebelum menatap duel tersebut, Bologna lebih dulu menyingkirkan Roma dalam laga sesama tim Italia yang berlangsung sengit. Meski di atas kertas lawan dinilai lebih kuat, Italiano menilai anak asuhnya mampu membalikkan situasi.

"Anda bisa melihat atmosfer stadion sejak awal. Kami menghadapi tim yang kuat dan saya bilang peluangnya 49-51 untuk lolos, tapi kami berhasil membalikkan itu dan melanjutkan langkah di kompetisi Eropa yang penting ini," ujarnya.

Ia menggambarkan kemenangan itu sebagai pencapaian besar.

"Pertandingannya luar biasa. Kami sangat senang datang ke sini dan melakukan apa yang kami lakukan; mendaki gunung. Saya hanya bisa memberi selamat kepada para pemain atas performa luar biasa, karena menang dalam atmosfer seperti ini melawan Roma adalah pencapaian nyata," imbuhnya.


Selalu Unggul

Gelandang Italia Bologna bernomor punggung 04, Tommaso Pobega, gelandang Italia Roma bernomor punggung 04, Bryan Cristante, dan bek Italia Roma bernomor punggung 23, Gianluca Mancini, berebut bola selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa UEFA antara AS Roma dan Bologna di Stadion Olimpiade di Roma pada 20 Maret 2026. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Dalam dua leg, Bologna tak pernah berada dalam posisi tertinggal. Mereka bermain imbang 1-1 di leg pertama, lalu kembali unggul di leg kedua lewat gol spektakuler Jonathan Rowe.

Bologna bahkan sempat memimpin 3-1 di Stadio Olimpico melalui penalti Federico Bernardeschi dan gol Santiago Castro. Namun, keunggulan itu sempat sirna setelah Roma menyamakan skor menjadi 3-3 dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Di extra time, faktor kesegaran pemain menjadi pembeda. Nicolo Cambiaghi yang masuk dari bangku cadangan sukses mencetak gol penentu dari sudut sempit.

"Kami kesulitan dalam 20 menit pertama untuk menahan tekanan Roma, tapi kemudian kami mulai menguasai permainan di area mereka dan menjalankan apa yang sudah kami siapkan," lanjut Italiano.

"Ketika masuk perpanjangan waktu, gol pertama sangat menentukan, dan kami berhasil mendapatkannya."


Olimpico Penuh Kenangan

Tidak ada gol lagi tercipta hingga babak tambahan berakhir, Bologna unggul 4-3 atas AS Roma. Tampak dalam foto, penyerang Bologna asal Argentina, Santiago Castro (kanan) merayakan golnya pada pertandingan leg kedua 16 besar Liga Europa 2025/2026 melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Kamis (19/3/2026) waktu setempat atau Jumat 20 Maret 2026 dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Stadio Olimpico kembali menjadi tempat penuh kenangan manis bagi Bologna. Di stadion yang sama, mereka sebelumnya juga meraih trofi Coppa Italia musim lalu setelah mengalahkan Milan, gelar pertama dalam 51 tahun.

Italiano dikenal punya rekam jejak kuat di kompetisi piala. Sebelum menangani Bologna, ia membawa Fiorentina mencapai dua final Conference League serta satu final Coppa Italia.

"Saya hanya mencoba menghormati setiap kompetisi dengan cara terbaik, dengan semangat, persiapan, dan usaha maksimal. Turnamen seperti ini tidak panjang, jadi kami harus menemukan cara untuk menyulitkan lawan, bahkan jika di atas kertas mereka lebih kuat," ucapnya.

"Kami melewati fase liga yang sulit, memenangkan play-off yang berat, dan hari ini mengalahkan tim yang dalam segala hal lebih unggul dari kami. Tapi, jika memainkan kartu dengan cara terbaik, hasil seperti ini bisa diraih."


Sakit Pneumonia

Duel harus memanjang ke fase extra time setelah kedua tim berbagi skor 3-3 pada waktu normal. Tampak dalam foto, ekspresi bek AS Roma, Gianluca Mancini (tengah) saat para pemain Bologna merayakan kemenangan setelah pertandingan leg kedua 16 besar Liga Europa 2025/2026 di Stadion Olimpico, Kamis (19/3/2026) waktu setempat atau Jumat 20 Maret 2026 dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Di tengah wawancara, para pemain Bologna masih merayakan kemenangan bersama suporter tandang. Italiano mengaku harus segera kembali ke ruang hangat karena kondisi kesehatannya.

"Saya harus cepat kembali dan meninggalkan para pemain saat mereka merayakan, karena sejak terkena pneumonia, dokter meminta saya segera kembali ke tempat hangat dan menjaga kondisi," katanya sambil tersenyum.

Sebelumnya, pelatih berusia 48 tahun itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan akibat pneumonia, bahkan harus memimpin sesi latihan tim dari jarak jauh.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait