FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Berjalan di Tengah Ketidakpastian Iran

FIFA menegaskan Piala Dunia 2026 akan berjalan sesuai rencana, meskipun ada ketidakpastian dari Iran.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Maret 2026, 12:30 WIB
Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 tetap akan berlangsung sesuai rencana, meski muncul ketidakpastian terkait partisipasi Iran akibat konflik yang memanas di Timur Tengah.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan hal tersebut dari Zurich dalam rapat Dewan FIFA yang digelar secara daring.

Advertisement

Ia menekankan bahwa seluruh persiapan turnamen berjalan sesuai jadwal.

"FIFA menantikan semua tim berpartisipasi di Piala Dunia dan bertanding dalam semangat fair play serta saling menghormati," kata Infantino.

"Kami sudah memiliki jadwal. Dalam waktu dekat, 48 tim peserta akan dipastikan, dan kami ingin Piala Dunia berjalan sesuai rencana," lanjutnya.


Boikot AS

Asisten pengundian, Tom Brady, Asisten pengundian, Shaquille O’Neal, Konduktor Samantha Johnson, Legenda FIFA, Rio Ferdinand, Asisten pengundian, Aaron Judge, dan Asisten pengundian, Wayne Gretzky berdiri di atas panggung saat Iran ditampilkan di layar selama Pengundian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Kevin Dietsch/Getty Images via AFP)

Situasi Iran menjadi sorotan karena konflik yang sedang terjadi. Timnas Iran dijadwalkan memainkan laga fase grup di Amerika Serikat, yakni melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta menghadapi Mesir di Seattle.

Namun, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengisyaratkan keinginan untuk memindahkan pertandingan timnya dari Amerika Serikat ke negara tuan rumah lain, yakni Kanada atau Meksiko, menyusul serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap negaranya.

"Kami akan tetap mempersiapkan diri untuk Piala Dunia. Kami akan memboikot Amerika Serikat, tetapi tidak Piala Dunia," ujar Taj dalam pernyataan video yang dirilis pada Rabu.


Kemungkinan Pemindahan Lokasi

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan pidato saat peringatan Hari Bendera di Mexico City pada 24 Februari 2026. Sheinbaum memberikan jaminan penuh atas keamanan para penggemar sepak bola pada pertandingan Piala Dunia di kota Guadalajara yang dilanda kekerasan. (Yuri Cortez/AFP)

FFIRI juga disebut telah membuka komunikasi dengan FIFA untuk membahas kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan.

Sementara itu, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah bagi pertandingan fase grup Iran jika diperlukan.

Di tengah situasi tersebut, Infantino menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki peran untuk menyelesaikan konflik geopolitik, tetapi tetap berkomitmen menjadikan sepak bola sebagai sarana pemersatu.

"FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tetapi kami berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia untuk membangun jembatan dan mendorong perdamaian, sementara pikiran kami tertuju pada mereka yang menderita akibat perang yang sedang berlangsung," ujarnya.

 

Sumber: AFP via France24

Berita Terkait