Trump Kerahkan Agen Imigrasi dan Bea Cukai ke Bandara, Calon Penonton Piala Dunia 2026 Khawatir

Donald Trump membuat keputusan terkait ICE yang kontroversial dan dapat berdampak pada calon penonton di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Maret 2026, 13:30 WIB
Presiden Donald Trump berbicara kepada media selama konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada 3 Januari 2026, di Palm Beach, Florida. (Joe Raedle/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah mengumumkan pelibatan agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di bandara, langkah yang dikhawatirkan berdampak pada para suporter yang akan menghadiri Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut diumumkan Trump melalui platform media sosial, Truth Social.

Advertisement

Ia menyebutkan bahwa operasi mulai dijalankan pada 23 Maret. Langkah ini diambil di tengah situasi penutupan sebagian pemerintahan yang memengaruhi Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang berujung pada antrean panjang di berbagai bandara di Amerika Serikat.

Masalah ini juga berkaitan dengan staf Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) yang tidak menerima gaji, setelah pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dipangkas pada Februari lalu akibat kebuntuan di Kongres.


Kebijakan Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Roosevelt Room, Gedung Putih, Rabu (10/12/2025). (Dok. AP/Evan Vucci)

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa agen ICE akan dikerahkan untuk membantu petugas keamanan bandara yang tetap bekerja, meski dalam kondisi sulit.

"Agen Imigrasi dan Bea Cukai akan ditempatkan di bandara untuk membantu para petugas keamanan transportasi kita yang luar biasa, yang tetap bekerja meski tidak dibayar karena kelompok Demokrat kiri radikal menahan dana yang telah disepakati," tulis Trump.

Ia juga menambahkan bahwa, terlepas dari kinerja para agen tersebut, pihak oposisi tetap akan mengkritik.

"Mereka akan melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tom Homan yang hebat memimpin," lanjutnya.

Tom Homan, pejabat Gedung Putih yang menangani urusan perbatasan, menjelaskan bahwa agen ICE tidak akan terlibat dalam proses pemeriksaan penumpang, melainkan hanya membantu petugas keamanan yang ada, terutama pada periode sibuk.


Reaksi Fans

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Akan tetapi, penjelasan itu tidak meredakan kekhawatiran para penggemar sepak bola. Banyak suporter mengungkapkan keresahan mereka di media sosial.

Satu di antaranya di antaranya menulis, "Punya tiket Piala Dunia di Amerika Serikat? Jual saja."

Komentar lain menyebut, "Kalau Piala Dunia saja sudah terancam karena tindakan keras agen Imigrasi dan Bea Cukai di seluruh negeri, sekarang malah ingin menempatkan mereka di bandara?"

Bahkan, ada yang menyarankan agar turnamen dipindahkan ke negara lain yang dianggap lebih aman.

"Ada alasan kuat bagi federasi sepak bola dunia untuk memindahkan Piala Dunia ke negara yang lebih aman," tulis seorang pengguna.


ICE Tuai Kritik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Agustus 2024. (Dok. AP/Julia Nikhinson)

Agen ICE sebelumnya sudah menuai kritik setelah kematian dua warga Amerika Serikat, Renee Good dan Alex Pretti, di Minneapolis pada Januari lalu.

Peristiwa itu memicu gelombang protes dan kecaman luas, baik di dalam negeri maupun internasional.

Kekhawatiran juga muncul terkait suporter dari negara-negara yang masuk daftar pembatasan pemerintahan Trump. Haiti dan Iran dikenai pembatasan penuh, sementara Pantai Gading dan Senegal menghadapi pembatasan sebagian.

Sebagai tuan rumah utama, Amerika Serikat akan menggelar 78 dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk laga final yang dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait