Aturan Kontroversial Donald Trump, Suporter 5 Tim Peserta Piala Dunia 2026 Wajib Bayar Jaminan Ratusan Juta untuk Masuk ke AS

Suporter dari lima tim peserta Piala Dunia 2026 diwajibkan membayar uang jaminan hingga 15 ribu dolar AS agar bisa masuk Amerika Serikat.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Maret 2026, 14:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (29/1/2026). (Dok. AP/Allison Robert)

Bola.com, Jakarta - Kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat (AS) berpotensi memicu polemik menjelang Piala Dunia 2026.

Sejumlah laporan menyebutkan, suporter dari beberapa negara peserta harus menyiapkan dana jaminan hingga 15.000 dolar AS (sekitar Rp253,4 juta) untuk bisa masuk ke wilayah AS. Bahkan, para pemain pun disebut tidak sepenuhnya kebal dari aturan ini.

Advertisement

Menjelang turnamen yang akan digelar pada musim panas, berbagai isu geopolitik mulai membayangi kelancaran kehadiran suporter. Satu di antara yang paling disorot adalah ketidakpastian partisipasi Iran di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Presiden AS, Donald Trump, bahkan menegaskan dirinya tidak peduli jika Iran harus mundur dari turnamen. Di sisi lain, kebijakan pemerintahannya juga dinilai berpotensi menyulitkan negara lain dalam mengakses Piala Dunia 2026.


Lima Negara Peserta Terdampak

Timnas Tunisia mengalahkan Guinea Khatulistiwa 1-0 di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika, Senin (8-9-2025). Kemenangan ini membuat Tunisia lolos ke Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Menurut laporan The Athletic, kebijakan baru yang diberlakukan melalui program jaminan visa akan mulai berlaku pada 2 April 2026.

Program ini menyasar warga dari 50 negara yang mengajukan visa kunjungan atau bisnis, termasuk lima negara yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026.

Kelima negara tersebut adalah Aljazair, Tanjung Verde, Senegal, Pantai Gading, dan Tunisia.

Suporter dari negara-negara tersebut diwajibkan menyetor dana jaminan hingga 15.000 dolar AS per orang untuk mendapatkan visa wisata. Artinya, satu keluarga harus membayar secara terpisah untuk setiap anggota.

Sumber yang memahami kebijakan ini menyebutkan bahwa anak-anak umumnya dikenai sekitar 5.000 dolar AS, sementara orang dewasa bisa mencapai 10.000 hingga 15.000 dolar AS.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menjelaskan kepada The Athletic bahwa seluruh pemohon, tanpa memandang usia, tetap harus memenuhi standar hukum yang sama dan membuktikan bahwa mereka memenuhi syarat serta akan mematuhi ketentuan visa.

Dana jaminan tersebut nantinya akan dikembalikan, selama pemegang visa meninggalkan Amerika Serikat sebelum masa berlaku visanya habis. Selain itu, aturan ini tidak berlaku surut dan tidak diterapkan bagi pemegang visa yang masih aktif.


Pemain Juga Bisa Terdampak

Para pemain Pantai Gading berpose untuk foto tim menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika Grup F antara Pantai Gading dan Gambia di stadion Felix Houphouet Boigny di Abidjan pada 24 Maret 2025. (Sia KAMBOU/AFP)

Masalah tidak berhenti pada suporter. Laporan yang sama menyebutkan tidak ada klausul khusus dalam program tersebut yang memberikan pengecualian bagi atlet yang akan tampil di ajang besar seperti Piala Dunia.

Sebagian besar pemain yang belum memiliki visa Amerika Serikat kemungkinan akan mengajukan visa kunjungan atau bisnis sehingga berpotensi dikenai kewajiban jaminan yang sama seperti suporter.

Departemen Luar Negeri menegaskan bahwa setiap pengajuan visa akan diputuskan secara kasus per kasus oleh petugas. Secara aturan, tidak ada prosedur khusus untuk meminta pembebasan jaminan.

Namun, petugas konsuler memiliki kewenangan mempertimbangkan pengecualian jika dinilai mendukung kepentingan nasional yang signifikan atau alasan kemanusiaan, tergantung tujuan perjalanan dan pekerjaan pemohon.


Suporter Tak Dapat Keringanan?

Para pendukung bersorak menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup D Afrika antara Kamerun dan Tanjung Verde di Stade Ahmadou Ahidjo, Yaoundé, pada 8 Juni 2024. (Daniel Beloumou Olomo/AFP)

Hingga kini, baik Departemen Luar Negeri maupun FIFA belum memastikan apakah pemain dari lima negara tersebut akan diwajibkan membayar jaminan hingga 15.000 dolar AS.

Meski begitu, sumber anonim menyebutkan isu ini sudah dibahas dalam pertemuan persiapan Piala Dunia 2026.

FIFA disebut sedang berupaya meyakinkan pemerintah AS agar memberikan pengecualian bagi anggota resmi delegasi, termasuk pemain, pelatih, staf, hingga perwakilan federasi dan pihak sponsor.

Dengan kurang dari 80 hari sebelum turnamen dimulai, kepastian mengenai kebijakan ini masih belum jelas. Namun, satu hal yang hampir pasti, kalangan suporter tampaknya tidak akan mendapatkan keringanan serupa.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait