Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, angkat bicara terkait kembalinya bek Ben White ke dalam skuad. Ia menegaskan bahwa pemain Arsenal tersebut perlu memberikan penjelasan kepada rekan-rekannya soal keputusannya meninggalkan tim saat Piala Dunia 2022.
White kembali dipanggil ke timnas untuk pertama kalinya sejak hengkang dari kamp Inggris hampir empat tahun lalu.
Terakhir kali ia tampil untuk negaranya adalah pada Maret 2022, sebelum kemudian masuk dalam skuad Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, ia memilih meninggalkan kamp lebih awal dengan alasan pribadi, yang kabarnya dipicu oleh perselisihan dengan asisten pelatih saat itu, Steve Holland.
Meski demikian, Tuchel membuka pintu maaf bagi sang pemain. Ia menegaskan bahwa setiap pemain layak mendapatkan kesempatan kedua, terlebih jika menunjukkan komitmen untuk kembali membela negara.
“Saya rasa semua orang pantas mendapatkan kesempatan kedua,” ujar Tuchel. “Saya tidak terlalu fokus pada apa yang terjadi di masa lalu karena ingin membuka lembaran baru.”
Tanggapan Positif
Menurut Tuchel, respons White saat ditawari kembali ke timnas sangat positif. Bahkan, bek berusia 27 tahun itu disebut langsung menerima tanpa ragu dan menunjukkan antusiasme tinggi.
Kesempatan White kembali ke skuad juga tak lepas dari cedera yang dialami Jarrell Quansah. Tuchel mengungkapkan bahwa reaksi White saat mendapat panggilan berlangsung sangat cepat dan emosional, yang menunjukkan keseriusannya.
Namun, Tuchel tetap menilai penting bagi White untuk menjernihkan situasi dengan rekan-rekannya, khususnya mereka yang berada dalam skuad Piala Dunia 2022.
“Ia perlu menjelaskan situasinya kepada rekan satu tim, dan saya yakin itu akan terjadi ketika para pemain berkumpul kembali,” tambah Tuchel.
Sejauh ini, performa White selama menjalani pemusatan latihan dinilai memuaskan. Tuchel pun memuji sikap profesional dan kualitas yang ditunjukkan sang pemain di lapangan.
Kembalinya Ben White diharapkan bisa memperkuat lini pertahanan Inggris, sekaligus menjadi momentum bagi sang pemain untuk menebus masa lalunya bersama The Three Lions.