Bola.com, Jakarta - Mantan bintang Juventus, Miralem Pjanic, memperingatkan Timnas Italia agar bersiap menghadapi atmosfer yang "seperti neraka" saat bertandang ke markas Bosnia dan Herzegovina dalam laga penentuan menuju Piala Dunia 2026.
Italia melangkah ke final jalur play-off setelah menundukkan Irlandia Utara dengan skor 2-0. Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina memastikan tiket usai mengalahkan Wales lewat adu penalti di Cardiff, setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Kedua tim kini akan berhadapan demi satu tempat di putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Bilino Polje pada Selasa (31-3-2026) waktu setempat.
Pjanic, yang juga pernah memperkuat AS Roma, menyambut duel ini dengan antusias. Ia menilai pertemuan tersebut akan terasa spesial mengingat banyak pemain Bosnia yang pernah berkiprah di kompetisi Italia.
"Karena selalu ada banyak pemain Bosnia di sepak bola Italia, semua akan senang dengan pertemuan ini," ujar Pjanic dalam podcast Sky Sport Italia.
Bocoran dari Pjanic
Ia menegaskan kemenangan atas Wales menjadi titik balik penting bagi tim negaranya.
"Kami butuh dorongan, dan kemenangan atas Wales mengembalikan kepercayaan diri, itu sangat penting bagi kami."
Pjanic juga menilai laga ini akan berjalan sengit, mengingat kedua tim sama-sama tampil solid sepanjang kualifikasi.
"Ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa antara dua tim yang menjalani kualifikasi dengan sangat baik. Bosnia akhirnya menemukan kembali rasa percaya diri, ini adalah kelompok yang bekerja keras dan berkorban di lapangan," ungkapnya.
Menurutnya, peran pelatih juga sangat krusial dalam kebangkitan Bosnia.
'Pelatih melakukan pekerjaan luar biasa, baik secara psikologis maupun taktik, dengan rasa kebersamaan yang kuat," kata Pjanic, yang pensiun dari Timnas Bosnia dan Herzegovina pada 4 Mei 2024 tersebut.
Atmosfer Stadion
Namun, sorotan utama Pjanic tertuju pada atmosfer stadion di Zenica, yang ia sebut akan menjadi tantangan besar bagi Italia.
"Secara kapasitas hanya sekitar 11 ribu penonton, tetapi saya jamin rasanya seperti 30 ribu. Stadionnya cukup tua, bahkan ruang gantinya sederhana, tapi tim tamu akan merasa kurang nyaman," kata Pjanic memberi bocoran.
"Tekanannya sangat besar, suporter terasa seperti berada tepat di pinggir lapangan. Bahkan tidak ada area khusus VIP, semua orang berdiri dan bernyanyi bersama. Suaranya akan seperti neraka dari awal sampai akhir," lanjutnya.
Meski demikian, ia mengakui Italia memiliki pengalaman besar di level tertinggi, dengan sosok-sosok penting di balik layar.
"Italia terbiasa bermain di level ini, dengan figur seperti Gennaro Gattuso, Gianluigi Buffon, dan Leonardo Bonucci yang pernah meraih banyak gelar."
Kekuatan Bosnia
Pjanic juga menyoroti kekuatan tim Bosnia, terutama sosok Edin Dzeko yang masih menjadi tumpuan utama.
'Kami punya beberapa pemain yang bisa membuat perbedaan, dan Dzeko tetap menjadi acuan utama. Dia adalah sosok yang bisa memecah kebuntuan dalam situasi sulit, selalu siap di momen krusial, mampu menahan bola, dan mencetak gol-gol penting, bahkan yang tidak indah sekalipun," pujinya.
"Ia masih memiliki kecerdasan bermain yang luar biasa meski usia terus bertambah."
Selain itu, Pjanic menyoroti potensi besar pemain muda, Amar Dedic.
"Saya rasa Dedic adalah talenta murni. Tim Bosnia bisa mengandalkannya untuk 15 tahun ke depan. Dia tidak takut apa pun, siap mengirim umpan silang atau melepaskan tembakan," imbuh pria berusia 35 tahun itu.
Sumber: Football Italia