PSS Ditahan Kendal Tornado FC di Pegadaian Championship: Tetap di Puncak, Ansyari Lubis Waspada 5 Laga Sisa

PSS Sleman harus puas berbagi angka dengan Kendal Tornado FC dalam pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 29 Maret 2026, 23:06 WIB
PSS Sleman harus puas bermain imbang 1-1 kontra Kendal Tornado FC pada laga pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (29/3/2026) malam WIB. (dok. PSS Sleman)

Bola.com, Solo - PSS Sleman harus puas berbagi angka dengan Kendal Tornado FC dalam pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (29/3/2026) malam WIB.

Hasil ini membuat Super Elang Jawa tetap kokoh di puncak klasemen sementara Grup Timur dengan koleksi 46 poin. PSS unggul tiga angka atas Persipura Jayapura di posisi kedua, disusul Barito Putera (42 poin) dan Kendal Tornado FC (41 poin).

Advertisement

Pelatih PSS, Ansyari Lubis, mengakui timnya menghadapi lawan yang tangguh. Ia menyebut Kendal Tornado FC memiliki organisasi permainan dan kekuatan taktik yang menyulitkan.

"Kita tahu Tornado punya kekuatan yang bagus, mereka punya taktikal yang bagus, sehingga kami juga harus lebih berhati-hati di sini. Tapi di babak kedua, kami bisa mengambil satu poin, keunggulan di situ," ujar Ansyari seusai laga.

 


Soroti Kelemahan Bola Mati

PSS Sleman harus puas bermain imbang 1-1 kontra Kendal Tornado FC pada laga pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (29/3/2026) malam WIB. (dok. PSS Sleman)

Ansyari menyoroti satu aspek krusial yang membuat kemenangan timnya sirna. Pada laga ini, PSS unggul lebih dulu lewat Riko Simanjuntak (51'). Namun, tiga menit berselang tuan rumah sukses menyamakan kedudukan via Dimas Sukarno.

"Tetapi ya problem kami yang harus dievaluasi di bola mati tadi kami lengah. Itu yang membuat pertandingan menjadi seri. Tapi ini kami syukuri karena poin kita juga tetap ada nilai satu poin dan ini pertandingan yang krusial karena ini langsung kompetitor," katanya.

Pelatih berusia 55 tahun tersebut menekankan pentingnya fokus penuh dalam lima pertandingan tersisa demi menjaga peluang promosi ke BRI Super League musim depan.

"Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya semua pemain bisa fokus, bisa mengambil poin, karena kita tahu Persipura kemarin menang, Barito seri jadi lima match terakhir kami harus lebih kerja keras lagi," imbuh dia.

 


Taktik Dua Striker dan Kedalaman Skuad

PSS Sleman harus puas bermain imbang 1-1 kontra Kendal Tornado FC pada laga pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (29/3/2026) malam WIB. (dok. PSS Sleman)

Menanggapi perubahan taktik, Ansyari Lubis menjelaskan keputusan memainkan dua penyerang sejak awal merupakan bagian dari strategi untuk meredam skema tiga bek lawan.

"Artinya ketika kami memakai dua striker itu sudah berdasarkan analisa tim pelatih, berdasarkan taktikal kami. Karena mereka pakai tiga bek, kalau pakai satu striker kasihan striker kita. Jadi itu hasil dari analisis," jelasnya.

Ansyari juga mengakui absennya beberapa pemain seperti Frederic Injai dan Dominikus Dion cukup memengaruhi permainan tim. Meski begitu, pelapis dinilai mampu menjalankan peran dengan baik.

"Tetapi memang tanpa kehadiran Injai dan Dion, memang berpengaruh buat kita. Tetapi saya lihat tadi Kim dan Figo bisa menjalankan peran itu dengan sangat baik," papar Ansyari.

"Jadi ini buat kita hal yang positif ke depan, kehilangan pemain tapi kami punya pelapis pemain yang bisa menggantikan posisi pemain yang sering starter," lanjutnya.

 


Duel Ketat, Hasil Dinilai Adil

Pelatis PSS Sleman, Ansyari Lubis. (dok. PSS Sleman)

Sementara itu winger PSS, Riko Simanjuntak, menilai pertandingan berjalan seimbang. Ia menyebut kedua tim tampil disiplin, terutama dalam bertahan sehingga peluang yang tercipta cukup minim.

"Dari awal tim pelatih sudah mengevaluasi bahwa Tornado bukan lawan yang mudah karena kita tahu komposisi Tornado sangat baik, defense-nya juga sangat ketat dan terbukti di jalannya pertandingan tadi tidak banyak terciptanya peluang," ucap Riko.

"Kami tadi unggul 1-0 tapi Tornado lebih cepat juga membalasnya dan pertandingan semakin begitu kuat bagi kedua tim. Saya rasa ini hasil yang sangat adil buat kedua tim."

"Yang terpenting kami masih on the track dan yang harus kita jaga selalu agar apa yang kita inginkan kembali ke Liga 1 bisa tercapai tahun ini," sambung pemain berusia 34 tahun tersebut.

Berita Terkait