Media Belanda Kabarkan Eredivisie Mendata 25 Pemain yang Tersangkut Paspoortgate, Bagaimana Nasib Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia?

Media Belanda, Algemeen Dagblad atau AD, mengabarkan bahwa Direktur Eredivisie, Jan de Jong, meminta kepada seluruh klub untuk mendata para pemain yang kemungkinan tidak memenuhi syarat bermain akibat kasus yang disebut "paspoortgate".

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 01 April 2026, 10:20 WIB
Dean James, bek kiri naturalisasi Timnas Indonesia dan Go Ahead Eagles. (Dok. ga-eagles.nl)

Bola.com, Amsterdam - Media Belanda, Algemeen Dagblad atau AD, mengabarkan bahwa Direktur Eredivisie, Jan de Jong, meminta kepada seluruh klub untuk mendata para pemain yang kemungkinan tidak memenuhi syarat bermain akibat kasus yang disebut "paspoortgate".

"Klub-klub diberi waktu satu jam untuk melaporkan. Setelah itu, ia meminta mereka untuk menjaga kerahasiaan. Sebab, menurutnya, klub-klub sebaiknya tidak mengomunikasikan hal ini ke publik," tulis AD.

Advertisement

"Kini, ketika seluruh Eredivisie berpotensi terdampak skandal paspor, muncul gagasan agar klub-klub menghadapi masalah ini bersama-sama. Secara kolektif, demi kepentingan bersama. Dengan kata lain semua pihak harus tetap kompak," jelas AD.

Paspoortgate telah memengaruhi beberapa pesepak bola Eredivisie. Dua pemain Timnas Suriname, Tjaronn Chery dan Virgil Misidjan, tidak bisa berlatih dengan NEC Nijmegen, yang sedang berjuang untuk lolos ke Liga Champions.

Selain itu, beberapa kesebelasan menonaktifkan pemain lainnya yang berpaspor Suriname, dan Indonesia.


Berawal dari Dean James

Selebrasi ala Cristiano Ronaldo dilakukan bek Fortuna Sittard, Justin Hubner setelah membobol gawang NEC Nijmegen dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026, Minggu (1/3/2026) dini hari WIB. (Dok. Eredivisie)

Kasus ini bermula dari aduan NAC Breda setelah dihajar Go Ahead Eagles 0-6 dalam pekan ke-27 Eredivisie 2025/2026 di De Adelaarshorst, Deventer, 15 Maret 2026.

NAC Breda mempertanyakan status fullback Go Ahead Eagles, Dean James, yang telah dinaturalisasi Timnas Indonesia, tetapi diduga tidak memenuhi syarat sebagai pemain non-EU.

NAC Breda, yang melaporkan kejadian ini ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), curiga bahwa Dean James tidak punya izin kerja, izin tinggal, hingga gaji minimal 600 ribu euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun sebagai kriteria pemain non-EU di Eredivisie.

Selain Dean James, AD menyebutkan bahwa beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia kelahiran Belanda lainnya juga terdampak dari kasus ini, sari Justin Hubner yang membela Fortuna Sittard hingga Nathan Tjoe-A-On yang memperkuat Willem II di divisi kedua Liga Belanda.


Beberapa Pemain Lainnya

Aksi Nathan Tjoe-A-On di Willem II di musim 2025/2026 (Instagram/nathantjoeaon)

Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) telah menerima daftar 25 pemain putra dan putri untuk dilakukan penilaian dengan risiko terburuknya, akan tercatat sebagai pemain non-EU.

"Selain Dean James, pemain yang menjadi awal munculnya kasus ini, beberapa nama lain juga terdampak, seperti Richonell Margaret (Go Ahead Eagles), Justin Lonwijk dan Justin Hubner (Fortuna Sittard), Etienne Vaessen (FC Groningen), Dylan Vente (SC Heerenveen), serta Djevencio van der Kust (Heracles). Para pemain ini dinonaktifkan oleh klub mereka," imbuh AD.

"Hal yang sama juga terjadi di Keuken Kampioen Divisie, misalnya pada bek kiri Nathan Tjoe-A-On, pemain internasional Indonesia berusia 24 tahun yang bermain untuk Willem II."

"Di hadapan publik, klub-klub bersikap tertutup. Mereka enggan mengungkapkan pemain mana saja yang terlibat," jelas AD.


Harapan Keringanan

Bek Go Ahead Eagles di Eredivisie 2024/2025, Dean James, berminat untuk dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk membela Timnas Indonesia. (Bola.com/Dok.Instagram Dean James).

Ada suatu harapan di Belanda yang ditulis oleh AD. Para pemain non-EU yang sebelumnya berpaspor Belanda ini bisa mendapatkan jenis izin kerja yang berbeda dari pemain non-EU lainnya.

"Yakni, izin tanpa syarat gaji minimum sekitar 600 ribu euro per tahun untuk pemain berusia 21 tahun ke atas, dengan pertimbangan bahwa mereka, misalnya, telah lama tinggal di Belanda," ungkap AD.

 

Sumber: Algemeen Dagblad

Berita Terkait