Bola.com, Jakarta - Mantan pemain AC Milan U-19 dan U-17, Federico Mangiameli, mengungkapkan kebobrokan sepak bola Italia menyusul kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Italia kalah secara mengenaskan dari Timnas Bosnia-Herzegovina dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal laga final Path A play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa di Bilino Polje Stadium, Zenica, pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, tim berjulukan Gli Azzurri itu tidak mampu mencapai putaran final Piala Dunia, mulai 2018, 2022, dan 2026.
"Di satu sisi aku marah, di sisi lain aku bahagia, hanya mereka yang pernah hidup di dunia itu yang mengetahui kebusukan yang ada di baliknya," tulis Mangiameli dalam stories Instagramnya, @federicomangiameli91, pada Rabu (1/4/2026).
Sentil Pemain dan Pelatih
Mangameli, yang menimba ilmu bersama tim junior AC Milan sejak 2001 hingga 2023, menyinggung politik uang yang terjadi di kasta bawah Liga Italia hingga menyoroti kualitas pemain Serie A.
"Agen-agen yang membawa pemain dari promosi ke Serie C berkat sebuah amplop berisi 50 ribu euro, tim Serie A/Primavera yang hanya diisi pemain asing yang dibayar mahal setiap bulan atau bahkan pelatih yang tidak bisa menentukan siapa yang dimainkan," tutur Mangameli.
"Saya pernah melihat hal-hal yang tidak pantas demi uang, rekan satu tim yang diperlakukan dengan cara yang tidak senonoh oleh para petinggi, tanpa rasa hormat," jelas penyerang berusia 21 tahun tersebut.
Sudah Lama Berjalan dan Sulit Diubah
Mangiameli menekankan bahwa masalah yang ia saksikan bukan hanya kasus individu, tetapi mencerminkan keseluruhan budaya dan struktur sepak bola Italia yang sarat kepentingan pribadi dan praktik tidak profesional.
Dia menilai kasus seperti politik uang, favoritisme, dan perlakuan tidak adil terhadap pemain muda menjadi bagian dari sistem yang telah lama berjalan dan sulit diubah.
"Semua ini adalah sistem sepak bola Italia, sebuah sistem beracun yang untungnya sudah kutinggalkan untuk sementara waktu," ungkap Mangameli.
"Berbeda dengan olahraga lain, ini telah menjadi olahraga yang tidak layak dijadikan contoh, orang-orang yang terus menjatuhkan diri, praktik titipan, orang-orang yang bodoh, tidak berpendidikan, dan yang demi sedikit uang akan melakukan apa saja. Inilah hasilnya," terang pemain yang kini membela Club Milano di Serie D itu.