Pep Guardiola Bikin Man City Menggantung, Pengganti Mulai Disiapkan

Man City secara resmi telah menanyakan kepada Pep Guardiola apakah ia berencana untuk menyelesaikan kontraknya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 April 2026, 16:30 WIB
Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Pep Guardiola di Manchester City masih belum jelas. Klub dikabarkan telah meminta kepastian langsung dari Guardiola terkait rencananya, apakah akan menyelesaikan kontraknya atau tidak.

Menurut laporan talkSPORT, permintaan itu muncul setelah Man City menjuarai Carabao Cup. Manajemen mulai menyusun rencana untuk musim panas dan membutuhkan kejelasan soal masa depan Guardiola.

Advertisement

Sejumlah petinggi klub, termasuk Direktur Olahraga Man City, Hugo Viana, disebut belum mengetahui apakah pelatih berusia 55 tahun itu akan bertahan atau justru pergi di akhir musim ini.

Secara kontrak, Guardiola masih terikat hingga musim panas 2027. Namun, tetap ada kemungkinan ia memilih hengkang lebih cepat. Karena itu, Man City mulai menyiapkan berbagai skenario, sambil berharap sang pelatih segera memberikan keputusan.


Tenang dan Siapkan Rencana

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, pada pertandingan Liga Inggris melawan Fulham di Craven Cottage, Rabu, 3 Desember 2025. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Beberapa target transfer musim panas, termasuk gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, juga disebut mempertimbangkan situasi Guardiola sebelum menentukan langkah mereka.

Meski begitu, Man City menegaskan tetap tenang dan sudah menyiapkan rencana cadangan jika Guardiola memutuskan pergi.

Selama ini Guardiola juga disebut selalu diberi kebebasan penuh untuk menentukan masa depannya, meski sempat muncul spekulasi bahwa ia bisa saja didepak di tengah musim.

Sejak menangani Man City, Guardiola telah mempersembahkan 19 trofi, termasuk enam gelar Liga Inggris. Pihak klub berharap ia tetap bertahan hingga kontraknya berakhir.


Kandidat Pengganti

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, melambaikan tangan kepada suporter di dekat trofi UEFA Conference League yang diraih tim asuhannya setelah mengalahkan Real Betis dengan skor 4-1 di laga final yang berlangsung pada Kamis (29/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Denes Erdos)

Sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai calon pengganti jika Guardiola benar-benar hengkang. Satu di antara yang mencuat adalah Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea yang pernah menjadi asisten Guardiola di Man City.

Dalam kontraknya di Chelsea, Maresca memiliki klausul yang mengharuskannya melaporkan jika ada pendekatan dari klub lain. Ia pun dikabarkan telah memberi tahu pihak klub soal minat dari Man City dan Juventus.

Selain Maresca, nama Roberto De Zerbi juga sempat masuk radar, terutama saat masih menangani Brighton. Ia bahkan mendapat apresiasi dari mantan Direktur Olahraga Man City, Txiki Begiristain.

Legenda klub, Vincent Kompany, juga menjadi satu di antara kandidat. Saat ini, ia sedang bersinar bersama Bayern Munchen yang memimpin klasemen Bundesliga dengan selisih sembilan poin.

Xabi Alonso juga masuk daftar. Ia kini berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan Real Madrid pada Januari lalu. Sebelumnya, Alonso sukses membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga pertama mereka.

Kendati banyak nama bermunculan, The Citizens dikabarkan belum melakukan wawancara resmi dengan kandidat mana pun. Klub masih berharap Guardiola bertahan hingga 2027.


Desakan Mundur

Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih bersaing di Liga Champions. (AFP/Paul Currie)

Di sisi lain, ada pula pandangan yang menilai era Guardiola di Man City sudah mendekati akhir. Pandangan itu disampaikan oleh jurnalis talkSPORT, Adrian Durham.

"Pep Guardiola memang luar biasa, tetapi sekarang tidak lagi seperti dulu. Ini mengingatkan saya pada masa akhir Arsene Wenger," kata Durham, Januari lalu.

"Ketika seorang manajer mengalami hasil memalukan atau kekalahan besar yang seharusnya tidak terjadi, ia punya tanggung jawab untuk menawarkan pengunduran diri."

"Itu bukan berarti harus diterima. Tapi, setidaknya dia mengakui bahwa dirinya bertanggung jawab dan memberi klub pilihan untuk tetap mendukung atau melepasnya," ulasnya.

Menurut Durham, momen itu kini telah tiba bagi Guardiola.

"Waktu untuk itu sudah datang bagi Pep Guardiola," tegas Durham.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait