Bola.com, Jakarta - Harga tiket final Piala Dunia 2026 melambung tinggi. FIFA menaikkan harga tiket tertinggi untuk final Piala Dunia menjadi $10.990 atau setara Rp187 juta.
Harga tersebut yang tertera saat FIFA kembali membuka penjualan tiket. Sebelumnya, penjualan tiket sempat terganggu pada Rabu (1/4/2026), setelah 48 tim peserta untuk turnamen Piala Dunia 2026 telah dipastikan.
Seperti dikutip dari ESPN, Kamis (2/4/2026), sebelumnya, harga tiket final yang tertinggi berada di kisaran $8.680 (Rp147,7 juta). Itu terjadi ketika tiket mulai dijual setelah undian Piala Dunia 2026 pada Desember tahun lalu.
Tiket Kategori 2 untuk laga 19 Juli di MetLife Stadium dibanderol $7.380 (Rp125,5 juta), naik dari $5.575 (Rp94,8 juta). Sementara itu, tiket Kategori 3 seharga $5.785 (Rp98,4 juta), meningkat dari $4.185 (Rp71,2 juta).
Hingga Rabu malam, tiket tersedia untuk 17 dari 72 pertandingan fase grup dan belum ada untuk pertandingan babak gugur.
FIFA menggunakan sistem harga dinamis untuk turnamen yang akan digelar di 11 kota di Amerika Serikat serta masing-masing tiga kota di Meksiko dan dua di Kanada.
Tiket yang Tersisa
Hanya tiket seharga $2.735 (Rp46,5 juta) yang tersisa untuk laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguayi pada 12 Juni di SoFi Stadium. Harga tersebut tidak berubah sejak Desember 2025.
Tidak ada tiket yang tersedia untuk laga AS melawan Australia (19 Juni di Seattle) maupun melawan Turki (25 Juni di Inglewood).
Untuk laga pembuka turnamen antara Meksiko dan Arab Saudi pada 11 Juni di Mexico City, hanya tersedia tiket seharga $2.985 (Rp50,8 juta) pada Rabu malam, naik dari $2.355 (Rp40 juta) di bulan Desember.
Sementara itu, tiket untuk laga pertama Kanada melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto pada 12 Juni dijual seharga $2.240 (Rp38,1 juta), naik dari $2.170 (Rp36,9 juta).
FIFA tidak mengumumkan secara rinci pertandingan dan kategori harga yang tersedia, sehingga calon pembeli harus mencarinya sendiri di situs penjualan tiket FIFA yang sering kali membutuhkan waktu lama untuk diakses.
Sebagian pengguna yang mengklik fase “penjualan menit terakhir” justru diarahkan ke antrean lain yang ditujukan bagi pendukung dari enam negara yang baru memastikan kelolosan. FIFA tidak memberikan penjelasan pasti atas kesalahan ini, namun menyatakan sekitar tengah hari bahwa tautan sudah kembali berfungsi normal.
Tiket Tambahan Dirilis Bertahap
FIFA juga menyebutkan tidak semua tiket yang tersisa langsung dijual untuk 104 pertandingan yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dari 11 Juni hingga 19 Juli. Tiket tambahan akan dirilis secara bertahap.
Ini merupakan fase penjualan tiket kelima, setelah berbagai tahap sebelumnya termasuk prapenjualan Visa, undian tiket awal, undian acak, dan penjualan terbatas selama 48 jam pada akhir Februari.
FIFA menyatakan fase ini menjadi pertama kalinya pembeli dapat memilih lokasi kursi secara spesifik, bukan sekadar mengajukan permintaan berdasarkan kategori tiket.
Pada fase penjualan setelah undian 5 Desember, harga tiket berkisar antara $140 (Rp2,38 juta) hingga $8.680 (Rp147,7 juta). Setelah mendapat keluhan, FIFA menyatakan akan menyediakan tiket seharga $60 (Rp1,02 juta) bagi federasi nasional peserta untuk pendukung paling loyal mereka, sekitar 400 hingga 700 tiket per tim di setiap pertandingan.
Sebanyak 69 anggota Partai Demokrat di Kongres AS mengkritik kebijakan harga dinamis ini dalam surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada 10 Maret. Mereka menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan misi FIFA untuk membuat sepak bola lebih inklusif dan terjangkau, serta berpotensi menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai yang paling mahal dan paling sulit diakses.
Penjelasan FIFA
FIFA juga memiliki pasar penjualan kembali sendiri, dengan mengambil komisi 15% dari pembeli dan penjual.
Bosnia-Herzegovina, Kongo, Republik Ceska, Irak, Swedia, dan Türkiye melengkapi daftar peserta Piala Dunia. Sementara itu, penggemar tim yang gagal lolos, seperti Italia, Polandia, Denmark, Jamaika, dan Bolivia, dapat mencoba menjual kembali tiket yang telah mereka beli.
Infantino sebelumnya mengatakan bahwa jumlah permintaan tiket yang diterima FIFA setara dengan permintaan untuk 1.000 tahun Piala Dunia sekaligus.
“Ini unik. Luar biasa,” ujarnya.
Namun, belum jelas apakah sebagian besar permintaan tersebut berasal dari kategori tiket dengan harga terendah.
Kelompok suporter juga menyuarakan kekhawatiran atas melonjaknya harga tiket di pasar sekunder, bahkan ada yang mengajukan keluhan resmi ke Komisi Eropa.
Infantino membela kebijakan komisi penjualan kembali tersebut, dengan menyatakan bahwa hal itu merupakan aktivitas komersial yang sah menurut hukum Amerika Serikat. Beberapa negara Eropa sendiri memiliki aturan yang membatasi penjualan kembali tiket, seperti mewajibkan penjualan sesuai harga asli atau hanya melalui mitra resmi penyelenggara acara
Sumber: ESPN