Ketua FPTI Yenny Wahid Ungkap 3-5 Atlet Panjat Tebing Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi Turki: Kalau Dibelah Dadanya, Masih Merah Putih

Ketua FPTI Yenny Wahid Ungkap 3-5 Atlet Panjat Tebing Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi Turki: Kalau Dibelah Dadanya, Masih Merah Putih

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 03 April 2026, 19:15 WIB
Dewan Penasehat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Bola.com, Jakarta - Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengatakan bahwa atlet panjat tebing Indonesia telah menolak tawaran naturalisasi dari Turki.

Yenny Wahid menjelaskan, pada beberapa waktu lalu, Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia sempat menemuinya untuk meneruskan keinginan Pemerintah Turki menaturalisasi atlet panjat tebing Indonesia.

Advertisement

"Memang ada atlet-atlet kita, terutama dari Turki," ujar Yenny Wahid dalam "Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026" di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, pada Jumat (3/4/2026).

"Jadi dari Duta Besar Turki datang ke tempat saya dan menyatakan bahwa dari Kantor Presiden Turki memerintahkan kepada Dubes Turki untuk menawarkan kepada atlet panjat tebing Indonesia agar bersedia untuk dinaturalisasi menjadi pemain Turki."

"Dan mereka bisa bertanding mewakili Turki. Itu memang betul ada tawaran itu," ucap putri Presiden ke-4 RI, Gus Dur, itu.


Ditolak

Ketum PP FPTI Yenny Wahid saat memberikan sambutan di Gala Lunch dan Opening Ceremony IFSC Climbing World Cup 2025 di Rumah Jabatan Gubernur Bali pada Kamis (1/5/2025). (Alit Binawan/Bola.com)

Lantas, berapa atlet panjat tebing Indonesia yang mendapatkan tawaran untuk dinaturalisasi Turki? Yenny Wahid menjawab sekitar 3-5 nama.

"Sebanyak-banyaknya kalau mereka mau. Mungkin bisa sampai 3-5 atlet yang ditawarkan," imbuh Yenny Wahid.

Tawaran naturalisasi dari Turki berujung bertepuk sebelah tangan. Yenny Wahid memastikan bahwa atlet panjat tebing Indonesia memilih untuk setia menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

"Alhamdulillah, bahwa para atlet Indonesia, atlet panjat tebing Indonesia itu kalau dibelah dadanya masih Merah Putih," ungkap Yenny Wahid.

"Walaupun dengan tawaran yang sangat menggiurkan, gaji yang tinggi, dan kemudian kesempatan untuk bertanding di kejuaraan-kejuaraan Eropa, mereka tetap lebih bangga kalau berjuang untuk Merah Putih," paparnya.

Berita Terkait