Tak Hanya Mane, Mohamed Salah Akui Bermasalah dengan Rekan Setim Lainnya di Liverpool

Selain Sadio Mane, Mohamed Salah mengakui hubungannya dengan rekan setim lainnya di Liverpool tidak selalu mulus.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 April 2026, 17:15 WIB
Sadio Mane merupakan pemain yang cepat, cerdas, tak kenal lelah, dan memiliki insting kuat dalam mencetak gol. Sayangnya, saat bermain bersama Mohamed Salah, peranan eksploitasinya sering diabaikan. Namun, pada akhirnya mereka mampu saling melengkapi sebagai duet maut Liverpool. (AFP/Karim Jaafar)

Bola.com, Jakarta - Bintang Liverpool, Mohamed Salah, mengungkap dinamika hubungannya dengan rekan setim sepanjang kariernya di Anfield.

Tak hanya mengakui adanya ketegangan dengan Sadio Mane, Salah juga menyinggung proses adaptasinya yang belum sepenuhnya mulus dengan pemain baru, seperti Hugo Ekitike.

Advertisement

Pemain berusia 33 tahun itu mengejutkan publik ketika mengumumkan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim, mengakhiri sembilan tahun kebersamaannya dengan The Reds.

Sepanjang periode tersebut, Salah menjelma sebagai satu di antara ikon utama, bahkan kini menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.

Kesuksesan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir tak lepas dari trio lini depan yang dibentuk bersama Sadio Mane dan Roberto Firmino di bawah arahan Jürgen Klopp.

Kendati tampil mematikan di lapangan, hubungan Salah dan Mane kerap menjadi sorotan.


Ketegangan dengan Mane

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan arahan kepada Sadio Mane dan Mohamed Salah saat menghadapi Midtjylland pada laga Liga Champions 2020/2021 di Stadion Anfield, Rabu (28/10/2020) dini hari WIB. Liverpool menang 2-0 atas Midtjylland. (AFP/Peter Powell/pool)

Salah mengakui adanya ketegangan di antara mereka, termasuk insiden terkenal saat menghadapi Burnley ketika ia tidak mengoper bola kepada Mane.

Keduanya juga sempat bersitegang saat membela timnasl masing-masing di ajang Piala Afrika.

Dalam wawancara dengan L'Equipe, Salah secara terbuka menyebut hubungannya dengan Mane tidak dekat secara personal.

"Ya, memang ada ketegangan dengan Sadio," ujar Salah.

"Namun, kami tetap profesional sampai akhir. Saya tidak merasa itu memengaruhi tim."

"Wajar jika seseorang ingin lebih, saya memahami itu. Dia adalah kompetitor. Di luar lapangan kami tidak terlalu dekat, tetapi kami selalu saling menghormati," imbuh Salah.

Salah Egois?

Sadio Mane. Pemain sayap Senegal berusia 29 tahun yang kini memasuki musim ke-6 bersama Liverpool ini berhasil meraih penghargaan Sepatu Emas Liga Inggris pada musim 2018/2019. Dengan koleksi 22 gol ia harus berbagi gelar dengan Mohamed Salah dan Pierre-Emerick Aubameyang. (AFP/Oli Scarff)

Salah juga menanggapi anggapan bahwa dirinya bermain egois, yang sempat dikaitkan dengan pandangan Mane.

"Saya tidak peduli. Orang boleh berpikir apa pun, itu hak mereka," jawabnya.

"Namun, saya mengajak semua orang melihat fakta bahwa saya adalah pemain yang paling banyak memberi umpan gol kepada Mane. Kita bisa melihat datanya, tetapi memang lebih mudah melontarkan pernyataan seperti itu karena akan jadi sorotan."

"Selama masih dalam batas saling menghormati, saya tidak masalah. Tapi, itu bukan berarti pendapat itu benar. Pada akhirnya, saya tahu apa yang saya lakukan, dan hati nurani saya bersih," ucap mantan pemain AS Roma itu.

Koneksi dengan Pemain Baru

Gol-gol kemenangan Liverpool dicetak Dominik Szoboszlai pada menit ke-25, Hugo Ekitike menit ke-51, Ryan Gravenberch menit ke-53, dan Mohamed Salah menit ke-62. (AP Photo/Jon Super)

Selain membahas masa lalu, Salah menyinggung tantangan yang dihadapinya musim ini dalam membangun kerja sama dengan rekan-rekan baru di lini depan.

Ia mengaku masih beradaptasi dengan pemain seperti Hugo Ekitike, Florian Wirtz, dan Alexander Isak.

"Sampai sekarang saya belum sepenuhnya menemukan koneksi itu," ujar Salah.

"Seperti dengan Darwin (Nunez), Lucho (Luis Diaz), atau Diogo (Jota), saya tahu bagaimana memulai dan di mana harus menemukan mereka. Saya sangat memahami permainan mereka. Tapi, dengan Hugo, dia masih baru."

"Terkadang saya butuh bola di kaki, terkadang di ruang kosong. Kami masih mencoba menemukan itu lewat latihan dan analisis video dari pelatih. Saya yakin akan segera menemukannya karena itu juga akan membantu permainan saya berkembang," tuturnya.

Di tengah performa Liverpool yang belum stabil musim ini, Ekitike justru mulai menunjukkan kontribusi signifikan dengan torehan gol dan assist.

Sementara itu, masa depan Salah setelah meninggalkan Anfield masih belum menemui kejelasan.

 

Sumber: Express

Berita Terkait