Penyelesaian Akhir Masih Jadi PR untuk Timnas Indonesia, PSSI Harus Secepatnya Dapatkan Striker Nomor 9 Setara Ole Romeny

Timnas Indonesia masih punya persoalan klasik yang belum juga terjawab hingga saat ini. Persoalan tersebut adalah ihwal kehadiran sosok striker mumpuni atau yang dalam istilahnya kerap disebut sebagai pemain bernomor punggung 9.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 05 April 2026, 19:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny merayakan gol ke gawang St Kitts and Nevis dalam laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia masih punya persoalan klasik yang belum juga terjawab hingga saat ini. Persoalan tersebut adalah ihwal kehadiran sosok striker mumpuni atau yang dalam istilahnya kerap disebut sebagai pemain bernomor punggung 9.

Selama ini, Indonesia hanya bertumpu kepada Ole Romeny semata. Alhasil, lini serang masih menjadi pekerjaan rumah (PR), termasuk di ajang FIFA Series 2026 kemarin.

Advertisement

Tak adanya striker lain yang bisa menjadi partner Ole Romeny membuat pelatih John Herdman terpaksa mengandalkan Ramadhan Sananta sebagai duet Ole Romeny dalam skema 3-4-3.

Hanya saja, dalam dua laga melawan Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria, Ramadhan Sananta masih terlihat kepayahan untuk mencetak gol. Tombak yang kini berkarier di Brunei Darussalam dianggap tak bisa mengimbangi permainan Ole Romeny.

Berkaca dari FIFA Series kemarin, sudah saatnya PSSI untuk segera mencari striker atau pemain nomor 9, mengingat Skuad Garuda akan mengarungi banyak laga Internasional, termasuk Piala Asia 2027 yang rencananya akan dihelat pada Januari-Februari mendatang.

 


Naturalisasi Pemain

Ilustrasi - Kegunaan Dean Zandbergen di lini depan Timnas Indonesia (Bola.com)

PSSI sebelumnya santer diberitakan akan menaturalisasi sejumlah pemain keturunan yang berkarier di Eropa, dua di antaranya adalah striker. Keduanya adalah Dean Zandbergen (VVV Venlo/Belanda) serta Luke Vickery (Macarthur FC/Australia).

Terkait krisis striker, pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangeman, mengatakan persoalan ini harus cepat diatasi. "Cuma masalahnya ada penyelesaian akhir. Itu akan selalu menjadi masalah," kata Ronny Pangemanan via kanal YouTube Nusantara TV.

"Bukan saja dari sekarang, tapi dari kemarin-kemarin juga. Makanya ini menjadi tugas bagi federasi untuk mencari lebih cepat siapa pemain yang nomor 9?," tambahnya. 

 

 

 


Kejar Piala Asia 2027

Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman saat laga semifinal FIFA Series 2026 melawan St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menurut pengamat yang akrab disapa Ropan, dua striker yang ada sekarang, Ramadhan Sananta dan Mauro Zijlstra belum bisa jadi tumpuan.

"Ramadhan Sananta tidak akan mampu bermain di situ. Ya, bukan berarti dia jelek. Tapi saya pikir, masih ada pemain lain. Termasuk mungkin dengan Mauro Zijlstra juga," ujar Ropan.

Mengingat Piala Asia 2027 menjadi momen yang sangat krusial bagi PSSI, kehadiran striker anyar harus secepatnya bisa direalisasikan.

"Walau pun kemarin Mauro Zijlstra sempat mencetak gol di FIFA Series. Tapi memang harus ada pemain-pemain yang dilihat karena ke depan kan ada Piala Asia. Itu kan tujuannya ke situ, di Januari-Februari itu di Arab Saudi," tutur Ropan.

"Itu akan menjadi evaluasi. Makanya untuk ke sana, kita sudah harus punya striker nomor 9 yang kuat. Yang mungkin sama dengan Ole. Tidak jauh berbedalah kapasitas mereka," tutup Ropan.

Berita Terkait