5 Kali Tumbang Menuju Piala Asia U-17 2026, Pengamat: Tak Fair Menilai Kurniawan Dwi Yulianto Telah Gagal Memoles Timnas Indonesia

Kurniawan Dwi Yulianto mendapat ujian berat dalam karier kepelatihannya. Penyebabnya adalah lima kekalahan yang diderita Timnas Indonesia U-17 dalam ujicoba Internasional.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 06 April 2026, 13:45 WIB
Sebagai informasi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 2026. Pertandingan akan berlangsung di Jawa Timur, tepatnya di Sidoardo dan Gresik. Ajang ini akan berlangsung 11 sampai 23 April 2026. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, saat menghadiri pengundian fase grup Piala AFF U-17 2026 yang digelar di SCTV Tower, Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Kediri - Kurniawan Dwi Yulianto mendapat ujian berat dalam karier kepelatihannya. Penyebabnya adalah lima kekalahan yang diderita Timnas Indonesia U-17 dalam ujicoba Internasional.

Padahal striker legendaris Timnas Indonesia itu dipercaya menukangi Mierza Firjatullah dkk. untuk tampil di Piala Asia U-17 2026 Arab Saudi. Ajang ini merupakan tiket menuju Piala Dunia U-17 2026 Qatar.

Advertisement

Di mana tahun lalu, di tangan Nova Arianto Timnas Garuda Muda berhasil menembus putaran final Piala Dunia U-17. Kurus, sapaan karib Kurniawan Dwi Yulianto, pun diharapkan menjaga tradisi baik tersebut.

Lima catatan kekalahan Timnas Indonesia U-17 ketika menghadapi China U-17 dengan skor 0-7 dan 2-3 di Tanah Air. Tiga hasil buruk dialami dalam laga persahabatan di Thailand saat ditundukkan Korsel U-17 0-7, India U-17 0-3, dan tuan rumah 2-3. Keempat negara itu adalah kontestan Piala Asia U-17 mendatang.

"Soal komentar negatif dari hasil uji coba Timnas Indonesia U-17 itu, saya menilai satu hal yang tidak baik untuk sepak bola remaja Indonesia. Menurut saya masih terlalu awal menghukum Kurniawan dan tim kepelatihan. Dukung terus dan biarkan mereka bekerja dengan tenang," kata Raja Isa Raja Akram Syah.

 

 

 

 

 

 

 


Jadikan Motivasi untuk Kurniawan

Hingga akhir pertandingan skor tidak berubah, Indonesia U-17 kalah telak tujuh gol tanpa balas dari China. Tampak dalam foto, pemain Timnas Indonesia U-17 jelang bertanding melawan China dalam laga uji coba di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (8/2/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pengamat sepak bola asal Malaysia itu pun membandingkan proses persiapan Timnas Indonesia U-17 di bawah kendali Kurniawan dan Nova Arianto.

"Orang pasti mengkomparasi prestasi Kurus dengan Nova Arianto. Durasi persiapan mereka berbeda. Materi pemain dan jam terbang Internasional tim dulu dan sekarang berbeda. Timnas Indonesia U-17 saat ini masih mentah dan kurang pengalaman bermain dengan tekanan tinggi," jelasnya.

Pelatih yang pernah membesut PSM dan Persipura ini berharap Kurniawan Dwi Yulianto menganggap hasil buruk Timnas Indonesia U-17 ini sebagai motivasi serius memperbaiki tim agar mampu bersaing di turnamen sesungguhnya.

"Semoga rapor merah Timnas Indonesia U-17 ini tak membuat Kurniawan dan staf kepelatihan putus asa. Dia harus berpikir logis. Mengevaluasi dan cari solusi atas prestasi buruk di ujicoba itu," ujarnya.


Semua Kemungkinan Bisa Terjadi

Timnas Indonesia U-17 bakal berkancah di Piala AFF U-16 2026 pada Maret tahun ini dan Piala Asia U-17 2026 pada 7-24 Mei tahun ini di Arab Saudi. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Raja Isa yakin pemangku jabatan di PSSI tak diam dengan performa Timnas Indonesia U-17 saat ini. "PSSI punya orang-orang hebat di BTN, Dirtek, dan pemandu bakat. Mereka harus diskusi untuk mencari solusi perbaikan Timnas Indonesia U-17. Jadi kegagalan sementara ini jadi tanggung jawab kolektif," paparnya.

Pria yang punya darah keturunan Bugis itu menambahkan Timnas Indonesia U-17 pada Piala AFF U-17 yang digelar di Gresik dan Sidoarjo, 13-19 April nanti, sebagai ujian terakhir sebelum terjun di fase Grup B Piala Asia U-17 Arab Saudi, menghadapi China U-17, Qatar U-17, dan Jepang U-17.

"Bila melihat hasil uji coba dan calon lawan di Grup B Piala Asia U-17 nanti, peluang Timnas Indonesia U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 memang sangat berat. Tapi sejarah sepak bola Indonesia di level remaja bagus. Jadi semua kemungkinan masih bisa terjadi," tuturnya. 

Berita Terkait