Sah! KNVB Putuskan Dean James Terbebas dari Dakwaan Polemik Paspor: Bebas dari Hukuman Disiplin

KNVB memutuskan bahwa Dean James terbebas dari dakwaan terkait polemik paspor dan tidak dikenai hukuman disiplin.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 08 April 2026, 18:15 WIB
Bek Go Ahead Eagles di Eredivisie 2024/2025, Dean James, berminat untuk dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk membela Timnas Indonesia. (Bola.com/Dok.Instagram Dean James).

Bola.com, Jakarta - Kabar baik datang untuk Go Ahead Eagles setelah KNVB memastikan tidak ada pelanggaran terkait penampilan Dean James.

Melalui pernyataan resmi, jaksa independen sepak bola profesional KNVB telah menyelesaikan investigasi terkait status kelayakan bermain sang pemain. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran yang mengharuskan adanya sanksi.

Advertisement

Kasus ini sebelumnya sempat menjadi perhatian karena adanya keraguan mengenai status speelgerechtigdheid atau kelayakan bermain Dean James. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, KNVB memutuskan untuk menutup kasus tersebut.

Keputusan ini tentu menjadi kelegaan besar bagi Go Ahead Eagles yang sempat terancam menerima konsekuensi jika terbukti melakukan pelanggaran administrasi.

 

Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis oleh Go Ahead Eagles, Jaksa Penuntut Umum akhirnya telah menyelesaikan penyelidikan terhadap status kelayakan Dean James yang baru saja berpindah kewarganegaraan menjadi WNI.

“Jaksa penuntut umum independen untuk sepak bola profesional KNVB telah menyelesaikan penyelidikan terkait kelayakan pemain Go Ahead Eagles, Dean James,” tulis pernyataan resmi Go Ahead Eagles melalui situsnya. 

“Menentukan kewarganegaraan seseorang bukanlah tugas jaksa penuntut umum. Namun demikian, berdasarkan semua informasi yang diterima dari IND, antara lain, dapat disimpulkan bahwa pemain tersebut secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda dengan memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada Maret 2025, sehingga ia tidak lagi memenuhi syarat untuk bermain sejak Maret 2025 sesuai dengan peraturan,” lanjut pernyataan tersebut.


Tidak Jatuhkan Hukuman

Aksi bek kiri Go Ahead Eagles, Dean James saat menghadapi Fortuna Sittard dalam laga pekan pertama Eredivisie 2025/2026, Sabtu (9/8/2025) dini hari WIB. (Dok. Go Ahead Eagles).

Go Ahead Eagles memastikan, jaksa penuntut umum tidak mengambil tindakan disiplin terhadap Go Ahead Eagles. Sebab, berdasarkan hasil investigasi, James sudah sah menjadi WNI dan bukan berstatus sebagai warga negara Belanda.

“Jaksa penuntut sepak bola profesional telah memutuskan untuk tidak mengambil tindakan disiplin. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa baik pemain maupun klub tidak menyadari konsekuensi otomatis dari memperoleh kewarganegaraan selain Belanda.”

“Selain itu, telah menjadi jelas bahwa konsekuensi dari memperoleh kewarganegaraan lain kurang diketahui secara luas di kalangan sepak bola profesional,” bunyi keterangan resmi Go Ahead Eagles di situsnya.


Kasus Dean James

Winger Timnas Indonesia, Dean James saat melawan Lebanon pada FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Pengaduan itu berkaitan dengan hasil pekan ke-27 Eredivisie 2025/2026 ketika NAC Breda dihajar Go Ahead Eagles dengan enam gol tanpa balas di De Adelaarshorst, Deventer, pada Minggu (15/3/2026).

NAC Breda mengajukan permohonan agar pertandingan itu dinyatakan tidak sah. Klub zona degradasi Eredivisie itu juga membuka kemungkinan agar laga bisa dijadwalkan ulang.

Kasus ini berkaitan dengan perubahan kewarganegaraan yang dilakukan Dean James pada Maret 2025. Dia saat itu mengambil status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) untuk dapat membela Timnas Indonesia.


Aturan Non-Uni Eropa

Dalam sistem hukum Belanda, seseorang yang mengambil kewarganegaraan baru dapat kehilangan status warga negara Belanda. Ketentuan ini menjadi titik krusial dalam penilaian kelayakan seorang pemain di Eredivisie.

Perubahan status tersebut berdampak pada posisi Dean James sebagai pemain non-Uni Eropa. Dengan status itu, Go Ahead Eagles wajib mengurus izin kerja serta memenuhi standar gaji minimum yang ditetapkan.

Berita Terkait