Pengamat: Beda Situasi, Jangan Bandingkan Kurniawan Dwi Yulianto dengan Nova Arianto di Timnas Indonesia U-17

Pengamat: Belum saatnya membandingkan Kurniawan Dwi Yulianto dengan Nova Arianto di Timnas Indonesia U-17.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 09 April 2026, 12:45 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto dalam konferensi pers laga ekshibisi Star Football Challenges bersama John Terry dan Alessandro Nesta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (12/11/2022) (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.com, Jakarta - Hasil buruk yang dialami Timnas Indonesia U-17 pada lima kali uji coba Internasional membuat publik ragu dengan kapasitas Kurniawan Dwi Yulianto.

Pencinta Timnas Indonesia pun mulai membandingkan hasil sentuhan eks striker Timnas Indonesia era 1990-an itu dengan pendahulunya, Nova Arianto.

Advertisement

Sikap publik ini wajar dan logis. Karena Nova Arianto berhasil meloloskan Timnas Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 Qatar 2025 lalu. Meskipun, sebenarnya Nova Arianto harus melewati jalan terjal hingga bisa melangkah ke tataran tertinggi.

Sebelum berlaga di Piala Asia U-17 Arab Saudi lalu, selama rentang waktu 21 Juni 2024 hingga 30 Maret 2025 silam, Nova Arianto telah melakoni 15 pertandingan di semua even.

Timnas Indonesia U-17 dimatangkan di turnamen Piala AFF U-16, Kualifikasi Piala Asia U-17, hingga beberapa rangkaian uji coba dalam pemusatan latihan di luar negeri.


Baru Awal

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto berpose setelah acara pengundian Piala AFF U-17 2026 yang berlangsung di SCTV Tower Lt 8, Senayan, Jakarta pada Jumat (06/03/2026). Timnas Indonesia U-17 tergabung ke dalam Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sementara Kurniawan Dwi Yulianto yang baru resmi ditunjuk menukangi Timnas Indonesia U-17 pada 1 Februari lalu baru menyelesaikan lima laga pemanasan.

Mierza Firjatullah dkk. yang masih dalam proses persiapan harus menghadapi empat tim kontestan Piala Asia U-17 Arab Saudi 2026 mendatang. Negara itu adalah China U-17, Korsel U-17, India U-17, dan Thailand U-17.

Jika ditambah pertandingan fase Grup A Piala AFF U-17 di Gresik dan Sidoarjo 11-23 April nanti, maka total Timnas Indonesia U-17 merasakan delapan kali pemanasan.

Jumlah pertandingan ini kurang ideal bagi Timnas Indonesia menuju Piala Asia U-17 yang digelar di Arab Saudi, 7 – 22 Mei 2026 nanti.

"Menurut saya kurang elok jika membandingkan Kurniawan Dwi Yulianto dengan Nova Arianto. Karena masa persiapan Timnas Indonesia U-17 yang mereka tangani beda jauh," kata Raja Isa Raja Akram Syah.


Perbedaan Durasi Kerja

Nova Arianto memimpin sesi pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 di Dubai, Uni Emirat Arab. Skuad Garuda Muda disiapkan untuk berlaga di Piala Dunia U-17 2025. (Dok. PSSI)

Pengamat sepak bola asal Malaysia itu menyebut durasi persiapan Nova Arianto selama hampir satu tahun dibanding Kurniawan Dwi Yulianto yang belum genap tiga bulan jadi perbedaan yang signifikan bagi tim yang mereka asuh.

"Durasi persiapan punya pengaruh besar bagi performa sebuah tim. Makin banyak bertanding akan membuat permainan tim makin bagus. Nova Arianto sudah siap bersaing ke Piala Asia U-17 lalu. Sementara Kurniawan Dwi Yulianto masih proses pematangan tim menuju Arab Saudi bulan Mei nanti. Itu perbedaan yang sangat mencolok," jelasnya.

Pria yang memiliki darah keturunan Bugis itu menyatakan seluruh organ di PSSI harus ikut membantu kinerja Kurniawan Dwi Yulianto agar sukses di Piala Asia U-17 sekaligus lolos ke Piala Dunia U-17, November mendatang.

"Ini kerja kolektif. PSSI punya orang-orang hebat di BTN, Dirtek, hingga pemandu bakat. Saatnya tokoh-tokoh itu bekerja keras membantu Kurniawan Dwi Yulianto supaya berhasil," ucapnya.


Optimistis

Tapi Raja Isa masih optimistis Kurniawan Dwi Yulianto bisa melewati masa sulitnya. Mantan pelatih PSM dan Persipura ini menilai salah satu striker legendaris Timnas Indonesia itu punya ilmu mumpuni.

"Kurniawan Dwi Yulianto pernah melatih Sabah FC dan jadi asisten klub Como 1907 saat masih berjuang di Serie B Italia. Dia juga sebagai asisten Indra Sjafri di SEAG Thailand lalu. Saya kira ilmu dan pengalamannya cukup bagus," tuturnya.

Dan jangan lupa, lanjut Raja Isa, sebagai seorang pelatih Kurniawan Dwi Yulianto pasti ingin meraih prestasi terbaik. "Kurniawan Dwi Yulianto pasti punya cita-cita jadi pelatih sukses. Jadi seharusnya publik mendukung perjuangan dia dan Timnas Indonesia U-17," pungkasnya.

Berita Terkait