Klub Emil Audero dan Ole Romeny Dihantui Bayang-Bayang Degradasi, Bagaimana Kontribusi Keduanya untuk Jadi Juru Selamat?

Emil Audero dan Ole Romeny tengah menghadapi bayang-bayang degradasi.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 15 April 2026, 20:45 WIB
Aksi Ole Romeny bersama Oxford United di musim 2025/2026. (Instagram Ole Romeny)

Bola.com, Jakarta - Dua pemain Timnas Indonesia yang kini tengah merintis karier di Eropa, Emil Audero dan Ole Romeny, tengah menghadapi bayang-bayang degradasi. Bagaimana kontribusi kedua pemain ini untuk membantu perjuangan klub itu selamat dari ancaman ini?

Emil Audero, yang kini memperkuat Cremonese, masih berada di ambang degradasi karena dihantui inkonsistensi. Mereka masih menempati peringkat ke-17 klasemen, satu strip di atas zona merah, dengan koleksi 27 poin dari 32 pertandingan Serie A 2025/2026.

Advertisement

Sementara itu, klub yang diperkuat Ole Romeny, Oxford United, juga tengah tertatih-tatih di kasta kedua Liga Inggris. Mereka belum mampu lolos dari zona merah meski baru saja mengakhiri tren tanpa kemenangannya di pekan ke-42 Championship 2025/2026.

Oxford United saat ini tertahan di peringkat ke-22, alias peringkat ketiga terbawah, dengan koleksi 44 poin dari 42 pertandingan. Lantas, bagaimana performa dan kontribusi kedua amunisi Timnas Indonesia ini di balik performa klubnya yang jeblok?

 


Kecolongan di Awal Laga

Kiper timnas Indonesia, Emil Audero, mengalami nasib yang cukup sial saat menjalani pertandingan membela Cremonese melawan Inter Milan. Kiper Timnas Indonesia itu terkena petasan yang dilemparkan dari tribun suporter I Nerazzurri. (AFP/Piero Cruciatti)

Belakangan ini, Cremonese memiliki kecenderungan kebobolan di awal laga yang sangat merugikan. Kelengahan ini sudah beberapa kali menjadi masalah Emil Audero dan kawan-kawan hingga kesulitan membalikkan keadaan.

Kekalahan melawan Bologna dengan skor 1-2 pada pekan ke-31 semakin menegaskan permasalahan ini. Sebab, mereka sudah kemasukan dua gol di awal laga, yakni lewat aksi Joao Mario (3’) dan Jonathan Rowe (16’).

Sebelum kekalahan ini, penyakit semacam itu sudah menjangkiti Cremonese ketika mereka kalah tiga laga beruntun menghadapi Sassuolo (0-1), Inter Milan (0-2), dan Atalanta (1-2). Dari semua hasil ini, Audero lah kiper utamanya.

Performa penjaga gawang kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu memang tengah disorot. Sepanjang musim ini, dia sudah kemasukan total 40 gol dari 28 laga. Dari semua itu, dia mengukir delapan kali nirbobol.

Catatan kebobolan ini memang amat mengkhawatirkan. Gawang Cremonese kemasukan lebih banyak gol ketimbang para pesaingnya di papan bawah. Pekerjaan rumah Marco Giampaolo harus segera dituntaskan karena laga-laga krusial di akhir musim ini harus dimaksimalkan dengan baik.

 


Ole Kehilangan Tempat

Dengan hasil ini, Oxford United mengirim sinyal kuat sebagai kandidat juara di turnamen Piala Presiden 2025, sekaligus memberi kebanggaan tersendiri bagi fans Indonesia lewat performa apik Ole Romeny. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Seiring dengan jebloknya performa Oxford United di Championship 2025/2026, Ole Romeny juga masih kesulitan untuk menemukan performa terbaiknya, terutama setelah pulih dari cedera panjang yang menghantamnya di ajang pramusim.

Sejauh ini, Oxford United memang sudah berhasil memutus tren tanpa kemenangannya. Yang terbaru, mereka sukses menggulung Watford dua gol tanpa balas, setelah sempat melewati empat laga tanpa menang.

Ole memang mendapatkan kesempatan bermain meskipun singkat. Dia bermain di akhir babak kedua. Ini menjadi penampilan pertama Ole setelah sempat menghilang karena namanya tak masuk skuad dalam enam pertandingan terakhir.

Performa striker berusia 25 tahun itu memang masih jauh dari harapan. Sebab, dia sampai sekarang hanya bermain 15 kali dengan durasi 342 menit. Dengan minimnya kesempatan ini, sulit bagi Ole untuk bisa mencapai performa ideal dan memberikan kontribusi berarti.


Maksimalkan Laga Tersisa

Kiper Cremonese, Emil Audero, berusaha menghalau bola saat melawan AS Roma dalam lanjutan Serie A 2025/2026, Minggu (23/11/2025) malam WIB. (AFP/Piero Cruciatti)

Cremonese dan Oxford United tentu harus memaksimalkan beberapa pertandingan tersisa jika ingin bertahan di kastanya musim depan. Audero dan kawan-kawan setidaknya masih memiliki enam pertandingan tersisa.

Yang cukup mengkhawatirkan, mereka akan menghadapi dua tim papan atas. Pada pekan ke-34, Cremonese akan melawat ke markas Napoli yang kini berada di peringkat kedua, sedangkan pada laga terakhir, mereka bersua Como yang berada di peringkat ke-5 klasemen.

Poin maksimal harus bisa diamankan oleh Audero dan kolega. Sebab, pesaing terdekatnya di zona degradasi, Lecce, saat ini juga sama-sama mengoleksi 27 poin. Artinya, kapan saja mereka bisa rontok ke zona merah jika terpeleset.

Sementara itu, Oxford United masih memiliki empat pertandingan tersisa, termasuk ketika berhadapan dengan tim peringkat ketiga, Millwall, pada pertandingan pekan terakhir Championship 2025/2026.

Oxford United saat ini masih terpaut dua poin dari West Brom yang berada di peringkat ke-21 alias batas aman dari degradasi. Empat laga pamungkas inilah yang bakal menentukan nasib Oxford, apakah bertahan di kasta kedua, atau amblas ke kasta ketiga musim depan.

 

Berita Terkait