Start Apik, Loyo di Paruh Musim BRI Super League: Evaluasi Jean-Paul van Gastel untuk PSIM

PSIM tampil impresif di awal BRI Super League musim ini, tetapi belakangan mengalami penurunan performa.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 16 April 2026, 11:15 WIB
PSIM Yogyakarta, latihan atau persiapan di BRI Super League 2025/2026. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim sejak awal musim hingga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.

Menurut Jean-Paul van Gastel, PSIM sempat menunjukkan progres sangat positif dan melampaui ekspektasi. Namun, penampilan tim mengalami penurunan signifikan memasuki putaran kedua.

Advertisement

Tim berjuluk Laskar Mataram itu memulai musim dengan cukup impresif. Dalam 17 pertandingan awal, PSIM mampu mengumpulkan 30 poin, sebuah pencapaian yang dinilai jauh di atas target.

"Saya pikir di awal musim perkembangan kami sangat bagus. Kami memulai dengan sangat baik hingga pertengahan musim, 17 pertandingan dengan 30 poin," ujar Van Gastel.

"Saya rasa kami melakukannya dengan sangat baik dan bahkan melampaui ekspektasi mengingat anggaran yang kami miliki," lanjut pelatih asal Belanda tersebut.


Minim Pergerakan di Bursa Transfer

PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan dua gol tanpa balas atas Dewa United pada laga pekan ke-10 BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (22/10/2025) sore WIB. (dok. PSIM Yogyakarta)

Akan tetapi, memasuki putaran kedua, situasi mulai berubah. PSIM tidak banyak melakukan pergerakan di bursa transfer, hanya mendatangkan satu pemain baru yakni bek asal Belanda, Jop van der Avert.

Kondisi itu berbeda dengan mayoritas tim lain yang aktif merekrut pemain demi meningkatkan performa. Meski begitu, Van Gastel menegaskan hal itu bukan alasan utama menurunnya performa tim.

"Namun, yang saya perhatikan adalah, hampir setiap tim mendatangkan banyak pemain baru, sedangkan kami tidak. Biasanya di liga, Anda mencoba memperkuat diri di posisi-posisi yang lemah agar menjadi lebih baik, tapi kami tidak bisa melakukannya," katanya.

"Bagi saya itu bukan masalah. Target kami tetap agar tidak terdegradasi. Hanya saja, saya sangat ambisius dan ingin berakhir setinggi mungkin di klasemen," imbuh Van Gastel.


Soroti Mentalitas

Penurunan performa Laskar Mataram di putaran kedua menjadi perhatian serius. Dari 10 pertandingan terkini, mereka hanya meraih satu kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kekalahan.

Mantan asisten pelatih Besiktas tersebut menilai masalah utama timnya bukan sekadar aspek teknis, melainkan mentalitas pemain di lapangan.

"Kami perlu menang karena di pertandingan-pertandingan putaran kedua ini kami seharusnya bisa memenangkan beberapa laga, tapi tidak berhasil karena kurangnya rasa urgensi," tuturnya.

"Terlalu santai dan tanpa beban, itu adalah salah satu karakter negatif di tim saya," sebut pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

PSIM kini berada di posisi kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Terdekat, mereka dijadwalkan menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (17-4-2026).

Berita Terkait