Pemilik Chelsea Akui Langgar Aturan saat Pecat Enzo Maresca, Berdampak Buruk pada Tim

Chelsea co-owner, Behdad Eghbali, mengakui melanggar protokol saat memecat Enzo Maresca dan menjanjikan kebijakan transfer baru buat The Blues.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 April 2026, 21:30 WIB
Alasannya, adalah rentetan hasil buruk yang didapatkan oleh klub London tersebut oada bulan Desember lalu. Mereka tercatat hanya meraih dua kemenangan yakni saat melawan Everton dan Cardiff City dalam 8 laga. Sisanya berakhir dengan 3 kekalahan dan 3 hasil imbang. (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, Jakarta - Keputusan besar diambil Chelsea di tengah musim dengan memecat Enzo Maresca. Satu di antara pemilik klub, Behdad Eghbali, mengungkap bahwa pemecatan Enzo Maresca sebenarnya bertentangan dengan kebijakan internal klub.

Dalam wawancara langka di World Congress of Sports yang digelar oleh Creative Artists Agency, Eghbali mengakui keputusan tersebut berdampak negatif terhadap performa tim, meski tetap berharap situasi sulit ini bisa menguji karakter skuad.

Advertisement

"Kebijakan kami selama ini adalah tidak melakukan pergantian pelatih di tengah musim," ujar Eghbali.

"Evaluasi terhadap pelatih, manajemen, dan tim olahraga tentu dilakukan, tetapi biasanya di musim panas, bukan saat musim berjalan," imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa kepergian Maresca bukan keputusan yang diinginkan.

"Itu bukan perubahan yang kami harapkan. Dampaknya cukup negatif karena Anda harus mengubah sistem dan personel di tengah musim, dan itu sesuatu yang harus kami hadapi," ungkapnya.

Meski demikian, ia menekankan musim belum selesai.

"Kami masih punya enam pertandingan di Liga Inggris dan satu semifinal Piala FA. Kisah musim ini belum berakhir, masih banyak yang bisa diperjuangkan," lanjut Eghbali.


Akui Masalah Stabilitas Pelatih

Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior (C), berbicara dengan pemilik Chelsea, pengusaha AS, Behdad Eghbali, menjelang pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage, London, pada 7 Januari 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Eghbali secara terbuka mengakui bahwa Chelsea belum menemukan stabilitas, terutama di kursi pelatih.

"Dalam pandangan saya, ketika Anda terpukul, Anda harus bangkit. Anda harus berdiri dan melawan. Ini akan menunjukkan karakter tim," ujarnya.

"Saya pikir yang paling penting adalah stabilitas, dan terus terang, kami belum melakukannya dengan baik di posisi pelatih. Itu yang sedang kami upayakan untuk diperbaiki," pria berusia 49 tahun itu.

Sejak diambil alih konsorsium BlueCo pada Mei 2022, Chelsea memang mengalami pergantian pelatih yang cukup sering.

Thomas Tuchel menjadi pelatih pertama di era baru tersebut, tetapi dipecat pada September 2022. Ia digantikan Graham Potter yang hanya bertahan tujuh bulan.

Setelah itu, Mauricio Pochettino ditunjuk, tetapi hanya memimpin selama satu musim sebelum akhirnya digantikan Maresca.


Maresca Pergi

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, melambaikan tangan kepada suporter di dekat trofi UEFA Conference League yang diraih tim asuhannya setelah mengalahkan Real Betis dengan skor 4-1 di laga final yang berlangsung pada Kamis (29/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Denes Erdos)

Di bawah arahan Maresca, Chelsea sempat kembali ke Liga Champions, bahkan meraih trofi di Conference League serta Piala Dunia Antarklub 2025.

Namun, hubungan yang tidak harmonis dengan petinggi klub membuat pelatih asal Italia itu harus angkat kaki pada Januari lalu.

Kini, kursi pelatih di Stamford Bridge ditempati oleh Liam Rosenior.

Di bawah Rosenior, performa Chelsea belum stabil. Dari 12 pertandingan terakhir, mereka hanya meraih empat kemenangan. Bahkan, tiga kemenangan tersebut diraih di Piala FA melawan tim dari divisi bawah seperti Wrexham, Hull City, dan Port Vale.

Lebih mengkhawatirkan, Chelsea menelan lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Situasi ini membuat peluang mereka untuk lolos ke Liga Champions musim depan berada dalam ancaman serius.


Arah Baru di Bursa Transfer

Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut menjadi kandidat terkuat calon manajer anyar Chelsea, menggantkan Enzo Maresca. (AFP/Frederick FLORIN)

Terlepas dari hasil akhir musim ini, Eghbali memastikan akan ada perubahan pendekatan dalam strategi transfer klub.

Selama ini, Chelsea dikenal fokus merekrut pemain muda. Namun, kebijakan itu akan sedikit diubah. Ia menegaskan klub kini akan mulai mencari pemain yang lebih matang dan siap langsung memberi dampak.

"Tujuan kami adalah merekrut dan membangun pemain elite yang bisa bermain bersama dan menciptakan stabilitas dalam skuad," ungkapnya.

"Kami masih berada di pertengahan proses itu."

Pengusaha keturunan Iran-Amerika itu menambahkan bahwa untuk mencapai konsistensi jangka panjang, klub membutuhkan kombinasi pemain berkualitas tinggi.

"Pada akhirnya, Anda membutuhkan delapan, sepuluh, 12 hingga 15 pemain elite untuk bisa menang secara berkelanjutan setiap tahun," ucapnya.

"Kami sudah melakukan banyak hal dengan benar, tetapi masih ada yang harus diperbaiki, terutama dengan menambah pemain yang lebih siap pakai agar proyek ini naik ke level berikutnya," kata Eghbali.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait