Presiden Dewa United Akan Tempuh Jalur Hukum Terkait Insiden Tendangan Brutal di EPA U-20

Dewa United siap menempuh jalur hukum terhadap insiden yang terjadi di EPA U-20 musim ini.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 20 April 2026, 11:50 WIB
Fadly Alberto (kiri) saat memperkuat Timnas Indonesia U-17. Dirinya jadi salah satu pemain yang melakukan tendangan kungfu di laga EPA U-20 antara timnya, Bhayangkara FC versus Dewa United. (Dok. PSSI)

Bola.com, Jakarta - Insiden tidak mengenakkan kembali menghiasi sepak bola Indonesia. Mirisnya, kejadian itu terjadi di Elite Pro Academy U-20, atau liga untuk para pemain usia muda.

Beredar luas di media sosial rekaman video keributan yang terjadi usai pertandingan EPA U-20 antara Dewa United U-20 melawan Bhayangkara FC U-20. Laga itu diketahui digelar di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

Advertisement

Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Dewa United U20 dengan skor 2-1. Namun, situasi menjadi panas ketika wasit meniup peluit panjang dan para pemain dari kedua tampak terlibat keributan.

Ada beberapa pemain yang melakukan tendangan brutal. Salah satunya adalah pemain Bhayangkara FC dan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga yang melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United. 

 

 


Kecewa

CEO Dewa United FC, Ardian Satya Negara memberikan pernyataan saat konferensi pers pengenalan pelatih baru Dewa United FC untuk BRI Liga 1 2022/2023 yang berlangsung di Hotel Episode, Gading Serpong, Tangerang, Selasa (10/1/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara pun memberikan pernyataan resmi terkait kejadian itu. Ardian mengaku sangat kecewa apalagi insiden itu terjadi di kompetisi level usia muda.

"Jujur saya sangat kecewa, seharusnya kompetisi usia muda ini sebagai tempat pembelajaran bukan menjadi ajang kekerasan," ungkap Ardian. 

"Klub juga harusnya bertanggung jawab untuk mendidik moral dan adab semua pemain bukan hanya menekan untuk cuma menjadi juara, karena ini hanya kompetisi usia muda," sambungnya. 

 


Proses Hukum

Dewa United - Ilustrasi Logo Dewa United (Bola.com/Adreanus Titus)

Lebih lanjut, Ardian Satya Negara menegaskan Dewa United siap menempuh jalur hukum mengenai kasus keributan usai laga di EPA U-20 ini. Ardian menginginkan adanya efek jera kepada para pelaku. 

"Dari awal saya bilang ke dirtek akademi saya bahwa di kompetisi EPA ini bukan untuk mencari juara, tapi mencari bakat-bakat muda yang bisa bermain untuk tim utama," jelasnya. 

"Saya akan proses secara hukum untuk semua yg melakukan kekerasan, karena bukan hanya pemain tapi ada juga pelatih yang melakukan pemukulan. Biar menjadi pembelajaran untuk semua, tandasnya. 

Berita Terkait