Grand Final Proliga 2026 di Yogyakarta, LavAni dan Bhayangkara Kembali Duel Perebutan Gelar Juara

Grand final akan Proliga 2026 akan berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada 21-26 April 2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 21 April 2026, 06:15 WIB
Konferensi pers Proliga 2026 di Yogyakarta, Senin (20/4/2026). Grand final akan berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada 21-26 April 2026. (Bola.com/Ana Dewi)

Bola.com, Yogyakarta - Kompetisi bola voli tertinggi di Indonesia, Proliga 2026, memasuki puncak persaingan lewat grand final yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada 21-26 April 2026.

Di sektor putri, juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) akan menghadapi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

Advertisement

Sementara itu di sektor putra, dipastikan menyajikan duel panas antara Jakarta LavAni Livin' Transmedia versus Jakarta Bhayangkara Presisi. Pertandingan ini bukan final biasa.

Kedua tim sudah menjadi penguasa kompetisi dalam empat musim terakhir dan kembali dipertemukan di partai puncak. Rivalitas yang terus terjaga membuat duel kali ini diprediksi berlangsung sengit.

LavAni lebih dulu berjaya pada edisi 2022 dan 2023. Setelah itu, Bhayangkara membalas dengan merebut gelar juara pada 2024 dan 2025. Kini, musim 2026 menjadi panggung pertemuan kelima kedua tim pada di partai final Proliga.

 


Bhayangkara Yakin Bisa Bangkit

Jakarta LavAni Livin Transmedia menjuarai putaran kedua final four Proliga 2026 setelah menang atas Jakarta Bhayangkara Presisi 3-1 (25-20, 25-15, 18-25, 25-22) pada seri tiga di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (19/4). (foto: PBVSI)

Secara statistik musim ini, LavAni berada di atas angin. Mereka berhasil menyapu bersih empat pertemuan kontra Bhayangkara, termasuk dua kemenangan penting pada final four.

Perwakilan pelatih Bhayangkara, Rita Kurniati, menegaskan timnya datang ke Kota Gudeg dengan semangat sportivitas sekaligus tekad bangkit setelah hasil kurang maksimal pada pertemuan sebelumnya.

"Kami akan bertanding secara sportif. Dalam beberapa musim terakhir kami saling mengalahkan. Kekalahan sebelumnya (di final four) menjadi pelajaran penting bagi kami," ujarnya saat konferensi pers di Yogyakarta, Senin (20/4/2026).

"Memang kemarin ada beberapa pemain yang sakit sehingga tidak bisa tampil maksimal. Tapi seperti yang sering dikatakan, bola itu bulat, apa pun bisa terjadi. Kalau bisa menang 2-0, kenapa tidak," sambung Rita.

Bhayangkara memang mulai memperlihatkan peningkatan performa saat tampil pada final four di Jatidiri, Semarang. Meski kalah 1-3, permainan mereka dinilai jauh lebih solid ketimbang sebelumnya.

 


LavAni Siap Tempur di Final

Jakarta LavAni Livin Transmedia tidak tergoyahkan di puncak klasemen Proliga 2026 dengan 24 poin hasil delapan kemenangan dari delapan pertandingan. (foto: PBVSI)

Di sisi lain, LavAni menegaskan kesiapan tim menatap partai puncak. Asisten pelatih, John Aback, menyebut dukungan dari Dewan Pembina LavAni, Susilo Bambang Yudhoyono, jadi suntikan motivasi tambahan bagi tim.

“Kami ingin memberikan tontonan terbaik untuk masyarakat voli Indonesia. Ini bisa jadi final paling menarik karena kembali mempertemukan LavAni dan Bhayangkara. Kondisi tim juga sangat baik, semua pemain dalam keadaan sehat," katanya.

LavAni sempat mengalami kendala saat tampil di Semarang. Cuaca panas memengaruhi performa sejumlah pemain asing, termasuk Georg Grozer. Namun, mereka optimistis kondisi di Yogyakarta akan lebih baik.

"Dengan persiapan yang ada, kami optimistis bisa memberikan hasil terbaik. Mohon doa dari masyarakat agar LavAni bisa kembali merebut gelar juara di 2026," lanjut John Aback.

 


Final Gunakan Sistem Baru

Nantinya, LavAni akan berhadapan dengan Bhayangkara untuk menentukan juara putaran pertama final four Proliga 2026 di Sritex Arena Solo, pekan depan. (Dok. PBVSI)

Partai grand final akan berlangsung pada 24-26 April 2026, sementara perebutan tempat ketiga digelar lebih dulu pada 21-23 April 2026.

Format final musim ini berbeda dibanding edisi sebelumnya yang hanya digelar satu laga. Kali ini, Proliga menerapkan sistem best of three atau tim yang lebih dulu meraih dua kemenangan akan keluar sebagai juara.

"Sekarang pertandingan final tahun ini akan menggunakan sistem three winning set yakni kedua tim bertanding tiga kali," ujar Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan.

Namun, jika salah satu tim mampu memenangkan dua laga pertama, pertandingan tidak perlu berlanjut ke hari ketiga. Sebaliknya, jika kedudukan imbang 1-1 seusai dua laga, penentuan juara dilakukan pada pertandingan ketiga.

Berita Terkait