Di Tengah Ancaman Sanksi Berat Komdis PSSI, Fadly Alberto Masih Ingin Kejar Cita-Cita Pesepak Bola

Winger Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, terancam hukuman berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah melakukan tendangan kung fu.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 22 April 2026, 22:15 WIB
Rakha Nurkholis (Dewa United U-20) dan Fadly Alberto (Bhayangkara FC U-20) berdamai di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (22/4/2026). (Bola.com/Muhammad Adiyaksa)

Bola.com, Jakarta - Winger Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, terancam hukuman berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah melakukan tendangan kung fu di Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 2025/2026.

Fadly bersama manajemen Bhayangkara FC U-20 baru saja beraudiensi dengan Dewa United U-20. Mediasi kedua kesebelasna berakhir dengan damai secara kekeluargaan.

Advertisement

Di tengah kariernya yang menggantung, Fadly Alberto masih ingin mewujudkan mimpinya sebagai pesepak bola profesional. Selain bersama Bhayangkara FC U-20, statusnya saat ini ialah anggota Timnas Indonesia U-20 meski beredar kabar bahwa ia dicoret.

"Tentunya yang terjadi sekarang menjadi pengalaman berharga buat saya karena ini juga enggak pernah saya pikirkan bisa sampai begini," ujar Fadly Alberto.


Terus Bekerja Keras

Striker Timnas Indonesia U-16, Fadly Alberto berusaha melewati adangan bek Singapura, Muhammad Luth Harith pada laga matchday pertama Grup A Piala AFF U-16 2024 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (21/6/2024). (Bola.com/Radifa Arsa)

Dalam insiden yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026) itu, Fadly Alberto melepaskan tendangan kungfu kepada pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis.

"Kalau untuk cita-cita saya sebagai pemain bola tetap saya terus kejar meskipun banyak rintangan seperti sekarang," ucap Fadly Alberto.

"Mungkin ini juga musibah buat saya, cobaan, dan saya akan terus bekerja keras sebagaimana saya sampai sekarang," terang pemain berusia 17 tahun tersebut.


Soroti Kepemimpinan Wasit

Aksi Faldy Alberto Hengga bersama Bhayangkara FC U-20 di EPA Super League U-20 2025/2026. (Dok. Bhayangkara Youth)

Fadly Alberto menceritakan situasi menegangkan yang terjadi dalam pertandingan. Pemuda kelahiran Timika, Papua, pada 22 Juni 2008 itu menyoroti kinerja wasit Fero Arsanto.

"Mungkin waktu pertandingan karena tensi tinggi juga, panas karena sama-sama mengejar poin. Cukup... mungkin dari kepemimpinan wasit juga sedikit bermasalah, itu yang menjadikan pemicu dari kita," ungkap Fadly Alberto.

"Kita sempat protes dan golnya tetap disahkan. Itu menjadi pemicu kejadian yang tidak diinginkan. Ke depannya saya akan melakukan evaluasi dari diri dan tim," paparnya.

Berita Terkait