Kondisi Rakha Nurkholis akibat Tendangan Kung Fu Fadly Alberto: Terima Permintaan Maaf, Pakai Arm Sling Tunggu Hasil MRI

Bek Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, menjalani perawatan setelah menjadi korban tendangan kung fu winger Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 22 April 2026, 22:12 WIB
Bek Dewa United U-20, Rakha Nurkholis (kiei), memakai arm sling setelah menjadi korban tendangan kung fu winger Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto. (Bola.com/Muhammad Adiyaksa)

Bola.com, Jakarta - Bek Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, masih harus menjalani perawatan setelah menjadi korban tendangan kung fu winger Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, dalam Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 2025/2026.

Pemuda kelahiran Jakarta, 15 Desember 2008 itu harus menggunakan arm sling dan masih menunggu hasil pemeriksaan MRI.

Advertisement

Rakha hadir dalam mediasi antara Dewa United U-20 dengan Bhayangkara FC U-20 di Dewa United Arena, Tangerang, Rabu (22/4/2026). Meski datang ke lokasi, kondisinya terlihat belum pulih.

"Untuk kondisi saat ini sedang dalam penyembuhan, ada beberapa titik di badan, tapi insyaallah secepatnya sudah pulih seperti semula," ujar Rakha.


Pantauan Tim Medis

Mediasi yang berlangsung di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (22/4/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, Direktur Akademi Bhayangkara FC, Agus Rumekso Carel, Manajer Bhayangkara U-20, Yongki Pandu Pamungkas, pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus pelaku tendangan kung fu, Fadly Alberto, dan pemain Dewa United U-20 yang menjadi korban, Rakha Nurkholis. (Muhammad Adiyaksa/Bola.com)

Rakha menjadi korban dalam insiden panas yang terjadi di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026). Keributan terjadi antara skuad Dewa United U-20 dengan Bhayangkara FC U-20.

Sementara itu, Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, menjelaskan bahwa Rakha masih dalam pemantauan tim medis. Namun, ia melihat bahwa pemain bernomor punggung 130 itu memiliki semangat tinggi untuk cepat kembali bermain.

"Raka masih dalam tahap perawatan, namun tetap dia bisa berjalan ke lapangan untuk mengingatkan kembali jalurnya," tutur Firman.

"Secara psikologi dia tetap pengin cepat sembuh. Kami masih menunggu hasil MRI nanti untuk tindakan selanjutnya," jelasnya.


Berharap Tidak Terlalu Serius

Hasil MRI nantinya akan menentukan langkah medis ke depan terhadap kondisi Rakha. Firman berharap cedera yang dialami pemainnya tidak terlalu serius.

"Yang penting Rakha masih ingat pulang rumah, masih ingat orang tuanya. Kalau masih ingat alhamdulillah, mudah-mudahan segera kembali berlatih di lapangan," ungkap Firman.


8 Poin Hasil Mediasi Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20

Mediasi yang berlangsung di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (22/4/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, Direktur Akademi Bhayangkara FC, Agus Rumekso Carel, Manajer Bhayangkara U-20, Yongki Pandu Pamungkas, pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus pelaku tendangan kung fu, Fadly Alberto, dan pemain Dewa United U-20 yang menjadi korban, Rakha Nurkholis. (Muhammad Adiyaksa/Bola.com)

1. Mediasi digelar secara kekeluargaan dan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

2. Fadly Alberto meminta maaf langsung kepada Rakha Nurkholis dan seluruh jajaran Dewa United.

3. Rakha Nurkholis memaafkan Alberto sepenuhnya.

4. Pimpinan Dewa United memaafkan namun tidak menempuh jalur hukum.

5. Dewa United akan mengevaluasi pemain dan pelatih di semua kelompok usia.

6. Bhayangkara FC U-20 telah menjatuhkan sanksi internal kepada pihak-pihak yang terlibat.

7. Kasus tetap diserahkan ke Komdis PSSI dan I.League untuk diproses secara resmi.

8. Kondisi Rakha Nurkholis masih dalam perawatan dan menunggu hasil MRI.